Apakah Aman Kalau Makanan Hewan Dimakan Manusia?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang punya binatang peliharaan di rumah, pernahkah Anda tergoda untuk mencicipi makanan hewan? Tenang, Anda bukan satu-satunya orang yang pernah bertanya-tanya apa jadinya kalau manusia makan makanan hewan. Pada kenyataannya, sudah banyak orang yang mencicipi makanan anjing, kucing, atau ikan peliharaannya. Lalu, apa yang terjadi setelah manusia makan makanan hewan? Simak informasi berikut ini untuk mencari tahu.

Makanan hewan terbuat dari apa?

Pada dasarnya, apa yang dimakan oleh hewan hampir sama dengan apa yang dimakan manusia pada umumnya. Pasalnya, manusia adalah spesies pemakan segala (omnivora). Akan tetapi, ada beberapa jenis bahan pangan yang memang tidak sesuai untuk manusia namun sering dikonsumsi oleh hewan. Di antaranya adalah tulang, cacing, darah, zat ash, asam taurin, atau bagian jeroan hewan ternak.

Bahan-bahan tersebut akan dihancurkan dan kemudian diproses hingga menyatu. Supaya daya simpannya lebih lama, makanan hewan tersebut akan dikeringkan sehingga bentuknya menyerupai biskuit atau camilan untuk manusia.

Namun, makanan hewan mungkin dibuat dari bahan-bahan atau zat tambahan lain yang tidak tercantum di sini. Pasalnya, makanan hewan tidak diatur dan diawasi oleh badan tertentu layaknya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk makanan manusia.

Apa yang akan terjadi kalau manusia makan makanan hewan?

Jika Anda nekat mencoba makanan hewan satu suap saja, Anda mungkin tak akan merasakan efek apa pun. Menurut Dawn Jackson Blatner, seorang ahli gizi yang tergabung dalam American Dietetic Association, ini karena tubuh manusia sebenarnya sudah punya sistem yang memadai untuk membuang racun atau zat berbahaya yang dikonsumsi. Organ hati, ginjal, dan kulit bisa mengeluarkan segala zat asing yang strukturnya tidak dikenali tubuh.

Lagipula struktur makanan hewan dan makanan manusia sehari-hari tidak jauh berbeda. Oleh sebab itu, kalau pun Anda atau anak Anda menelan makanan hewan, tubuh tidak akan serta-merta keracunan. Akan tetapi, makan makanan hewan dalam porsi besar atau jangka waktu yang panjang dapat memicu diare atau muntah-muntah karena tubuh berusaha mengeluarkan zat asing yang tak bisa dicerna manusia. 

Perlu diingat juga, makanan hewan tidak akan bisa menggantikan kebutuhan gizi manusia. Maka, para tenaga kesehatan tetap tidak menganjurkan Anda untuk mengonsumsi makanan hewan.

Risiko makan makanan hewan

Bukan berarti makanan hewan aman sepenuhnya bagi konsumsi manusia. Pasalnya, Anda mungkin mengidap alergi terhadap bahan-bahan atau zat kimia tertentu pada makanan hewan. Sebagian orang diketahui alergi terhadap cacing yang digunakan sebagai bahan utama pelet ikan. Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala alergi setelah makan makanan hewan, segera hubungi dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Di samping risiko alergi, makanan hewan juga mungkin diolah dengan cara yang tidak higienis. Misalnya mengolah makanan hewan menggunakan air yang terkontaminasi racun arsenik. Sering mengonsumsi pakan hewan pun bisa meningkatkan risiko Anda mengalami keracunan atau bahkan kanker.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Pasangan Anda berubah? Bisa saja ia sedang selingkuh hati. Bagaimana ciri-ciri orang yang sedang selingkuh pakai hati? Simak tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit