Benarkah Melihat Sesuatu yang Hijau Bikin Mata Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mungkin orangtua atau bahkan guru Anda di sekolah pernah bilang kepada kita bahwa melihat pemandangan yang hijau di luar sana, misalnya pepohonan atau bukit, punya manfaat yang baik buat mata kita.

Sejauh ini sih, tampaknya belum ada penelitian yang pasti tentang manfaat warna hijau pada kesehatan mata, dan masih sekadar sugesti orangtua saja. Namun, sebenarnya melihat warna-warna tertentu, termasuk warna hijau, bukan cuma “menyegarkan” mata, lho. Secara psikologis, warna hijau memiliki pengaruh pada mood dan pikiran kita, dan membuat kita merasa lebih tenang.

Berdasarkan laporan yang dimuat Kompas.com, warna diketahui bisa memberikan pengaruh terhadap psikologi dan emosi kita. Warna juga menjadi bentuk komunikasi nonverbal yang bisa mengungkapkan pesan secara instan dan lebih memiliki makna.

Ilmu yang menggunakan warna untuk terapi disebut colourology (menggunakan warna untuk penyembuhan). Metode ini sudah lama digunakan dan dikembangkan dalam masyarakat Mesir dan Cina jaman dulu atau pada masa kebudayaan kuno.

Mata yang kita miliki bisa menangkap 7 juta warna berbeda. Tetapi, ada beberapa warna utama yang bisa memiliki dampak pada kesehatan dan mood. Setiap warna memancarkan gelombang energi panjang yang berbeda dan memiliki efek yang berbeda pula.

Efek psikologis dari warna hijau

Seperti dijelaskan dalam Colour-Affects.co.uk, ada 4 warna utama yang mempengaruhi psikologi kita sehari-hari, yaitu merah, biru, kuning, dan hijau. Mereka memiliki keterkaitan dengan tubuh, pikiran, emosi, dan keseimbangan penting di antara ketiganya.

Warna hijau memiliki arti keseimbangan. Ia memiliki manfaat positif bagi kita, misalnya membawa harmoni dalam kehidupan sehari-hari, keseimbangan emosi, penyegaran mata dan pikiran, menenangkan, membuat kita peduli akan lingkungan, keseimbangan pikiran, dan membawa kedamaian.

Namun, warna hijau juga memiliki “efek samping” seperti bisa membuat kita merasa bosan, rasanya begitu-gitu saja, membuat kita lemah dan lemas.

Saat mata melihat sesuatu yang hijau atau berwarna hijau, mata kita tidak perlu penyesuaian apapun, makanya kita terasa nyaman dan tenang ketika melihatnya. Ketika kita melihat warna hijau, kita akan merasakan kehadiran alam, seperti kehadiran adanya air, dan merasa aman karena rasa ancaman bahaya lebih sedikit.

Hijau dianggap warna yang menenangkan dan santai, cocok sekali untuk dilihat bagi orang yang sedang tegang atau butuh menyeimbangkan emosi dan menciptakan keterbukaan antara Anda dan orang lain. Hijau dikaitkan pula dengan cakra jantung, makanya warna ini dipercaya membantu masalah emosional, seperti cinta, kepercayaan, dan kasih sayang.

Para peneliti menemukan pula bahwa warna hijau dapat meningkatkan kemampuan membaca untuk para pelajar. Mereka yang biasa membaca materi tulisan di atas lembaran berwarna hijau transparan akan meningkatkan meningkatkan kecepatan membaca dan pemahaman. Mungkin karena efek warna hijau ini adalah merilekskan dan menenangkan pikiran kita.
Jadi, setidaknya kita tahu kalau efek atau manfaat melihat warna hijau ternyata lebih dari sekadar ‘menyegarkan’ mata. Meski mungkin mata tidak akan jadi lebih sehat setelah melihat warna hijau, setidaknya pikiran jadi lebih tenang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kleptomania

Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Penderita Depresi Harus Banyak Konsumsi Probiotik?

Makanan probiotik memang baik untuk sistem pencernaan Anda. Namun siapa sangka probiotik ternyata juga bisa meredakan gejala depresi? Ini dia penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mood 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari, Menurut Psikolog

Anda tak bisa lepas dari akun media sosial setiap harinya? Awas, Anda mungkin sudah melewati batas wajar menggunakan media sosial sehari-hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Kecanduan 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Rasa Malas Ternyata Disebabkan Gangguan di Otak. Bagaimana Mengatasinya?

Anda mungkin mengira rasa malas hanyalah kebiasaan buruk saja. Ternyata, gangguan di otaklah yang menyebabkan Anda malas. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan, Informasi Kesehatan 4 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
membangun kepercayaan diri

7 Siasat Ini Bisa Jadi Senjata Anda untuk Membangun Kepercayaan Diri

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit