5 Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 September 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berkebun adalah salah satu kegiatan yang seringnya diidentikkan dengan hobi orang tua. Jadi jangan heran jika sebagian anak muda jaman sekarang menganggap kegiatan tersebut adalah hal yang tabu. Bahkan ada pula yang menganggap kalau bercocok tanam itu sebagai kegiatan yang membosankan dan ketinggalan jaman. Alasannya pun beragam, entah karena tidak punya waktu, malas kotor-kotoran, tidak punya jiwa seni untuk menata tanaman, ataupun karena takut dengan gigitan serangga. Padahal, berkebun bisa jadi sarana efektif untuk mengurangi stres dan membuat Anda lebih rileks, loh! 

Kenapa berkebun baik untuk kesehatan mental?

Tim Lang, PhD, seorang professor kebijakan pangan di City University London, mengatakan bahwa melakukan kontak langsung secara rutin dengan tanaman, hewan, dan lingkungan alam dapat meningkatkan kesehatan fisik dan kesejahteraan mental seseorang. Itu sebabnya, baik anak-anak dan orang dewasa, berkebun bisa jadi salah satu alternatif untuk menangani masalah kesehatan fisik atau mental yang mungkin sedang mereka alami. 

Berikut ini beberapa manfaat melakukan kegiatan berkebun yang harus Anda ketahui.

1. Menjadikan diri lebih sabar

Hilda Burke seorang psikoterapis mengatakan jika yang membuat berkebun berbeda dan unik dengan kegiatan lainnya seperti menjahit ataupun membuat kue adalah kegiatan ini secara tidak langsung menghubungkan manusia dengan bumi. Bersentuhan dengan tanah, menanam sesuatu, sabar menunggu hasil, dan memelihara bibit akan menawarkan pelajaran berharga bagi kehidupan pribadi seseorang.

Nah, hal ini yang membuat orang yang gemar berkebun menjadi seseorang yang sabar, penuh kasih, bertanggung jawab, serta bisa merawat diri dengan baik.

2. Dekat dengan alam

Tidak dipungkiri jika bercocok tanam akan membuat Anda bersentuhan langsung dengan alam. Tanah, tanaman, air, udara, suara alam, dan lainnya yang Anda sentuh akan membuat Anda terhubung dengan makhluk hidup lainnya. Berkebun bisa bertindak sebagai pengingat jika Anda bukanlah satu-satunya pusat alam semesta. Itu sebabnya, berkebun adalah cara yang baik bagi Anda untuk belajar merawat dan menghormati sesama makhluk hidup.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai salah satu cara untuk mengembangkan apresiasi terhadap keajaiban alam. Jadi jangan heran, jika banyak orang mengaku melakukan kegiatan ini sebagai cara untuk meditasi atas apapun yang sudah mereka lakukan dan capai selama ini. Nah, inilah yang mengingatkan seseorang untuk selalu bersyukur dan menghormati sesama makhluk hidup di alam.

3. Sarana olahraga dan penyegaran pikiran

Pada dasarnya berkebun akan mendorong Anda untuk berolaharga dan menghabiskan waktu di luar rumah lebih lama. Pasalnya kegiatan seperti menyiangi tanaman, memupuk, menyiram, sampai membersihkan taman akan membuat anda terus bergerak dan berkonsetrasi tinggi. Meski terlihat melelahkan, hal ini tentu baik bagi Anda, bukan?

Selain untuk menghilangkan rasa jenuh dan suntuk di rumah, kegiatan ini pun akan membuat Anda aktif bergerak sambil menghirup udara segar dan lebih mengenal lingkungan sekitar. Ingat, apapun yang baik bagi tubuh, nantinya juga akan berpengaruh pada pikiran Anda. Jadi tidak hanya sehat, berkebun juga bisa jadi ajang penyegaran pikiran Anda yang mungkin sedang ruwet.

4. Mempertajam daya ingat

Selain sebagai salah satu bentuk olahraga yang baik untuk tubuh Anda, berkebun juga nyatanya bisa jadi salah satu latihan otak. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Alzheimer’s Disease.

Para ilmuwan menemukan melakukan kegiatan menanam dan merawat tumbuhan di kebun adalah cara yang ampuh untuk menjaga kesehatan kognitif, meningkatkan volume otak dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer hingga 50 persen. Hal ini dikarenakan selain melibatkan aktivitas fisik, berkebun juga membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

5. Murah dan mudah

Sebagian orang mungkin berpikiran kalau mau berkebun butuh tanah yang luas. Padahal, tidak begitu. Ingat, segala sesuatu itu dimulai dari kecil. Jadi Anda tidak perlu ragu ataupun pusing. Satu pot gantung atau beberapa pot dengan tanaman hijau yang menyegarkan mata di tepian jendela juga bisa meningkatkan semangat Anda setiap kali melihatnya.

Tidak punya uang untuk membeli pot? Tenang, Anda masih bisa menggunakan bahan lain yang tersedia di rumah Anda, seperti kaleng bekas, botol minuman, dan barang lainnya yang sudah tidak terpakai di rumah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Beberapa orang perlu tidur lebih lama agar tubuh bisa berfungsi normal di siang hari. Cari tahu berbagai penyebabnya karena mungkin Anda salah satunya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat stres dan makanan

Mengapa Stres Bisa Bikin Nafsu Makan Naik Turun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
adaptogen adalah

Mengenal Khasiat Adaptogen, Zat Penangkal Stres di Dalam Tanaman Herbal

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
gangguan bipolar adalah

Gangguan Bipolar (Bipolar Disorder)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2021 . Waktu baca 10 menit