home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Setelah Muntah

Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi Setelah Muntah

Apa pun penyebabnya, muntah bisa bikin dehidrasi dan kelaparan karena semua isi perut sudah keluar. Nah setelah muntah, apakah boleh makan seperti biasa lagi atau ada aturan makan khususnya?

Harus makan apa setelah muntah?

Dokter dan para ahli kesehatan menyarankan Anda untuk tidak langsung makan setelah muntah. Tujuannya untuk memberikan perut waktu istirahat sejenak setelah menguras habis segala isinya. Maka, jangan makan atau minum apa pun selama beberapa jam setelahnya.

Di bawah ini hal-hal yang boleh Anda konsumsi setelah muntah.

Air

Minum banyak air dapat membantu mengembalikan cairan tubuh yang hilang. Ini dapat mencegah dehidrasi, yang menjadi komplikasi paling umum dari muntah.

Cairan yang bisa Anda minum adalah air putih, sup kaldu, jus buah yang diencerkan dengan air, atau teh tawar. Jus buah murni, susu, dan kebanyakan minuman manis lainnya tidak dianjurkan karena gula dapat menyebabkan kram atau diare.

Oralit

Jika muntahnya termasuk parah sampai mengalami dehidrasi, orang dewasa dan anak-anak dapat minum larutan oralit untuk mengembalikan cairan sekaligus menyeimbangkan elektrolit seperti natrium, kalium, dan bikarbonat yang penting untuk tubuh.

Oralit terutama penting bagi anak-anak dan sangat dianjurkan karena komplikasi dehidrasi lebih cepat terjadi pada anak-anak.

American Family Physician merekomendasikan untuk anak minum larutan oralit 10-60 menit setelah muntah. Kecuali untuk bayi yang sedang ASI eksklusif atau pakai susu formula.

Makanan yang lembut

Setelah Anda tidak lagi muntah-muntah dan sudah cukup minum air, Anda sudah dibolehkan untuk makan. Namun, pilih makanan yang bertekstur lunak seperti pisang, nasi tim, atau roti. Makanan-makanan ini juga rendah serat dan bertepung untuk “mengikat” makanan sehingga membuat feses menjadi padat.

Selain nasi, roti, dan pisang, Anda juga boleh makan sup kaldu, kentang rebus, oatmeal, atau biskuit gandum.

Makanan-makanan ini juga sekaligus mengganti nutrisi yang hilang, misalnya pisang yang mengandung kalium dan kentang atau oatmeal yang tinggi karbohidrat.

Ketika kondisi tubuh sudah membaik, Anda bisa secara bertahap kembali ke makanan normal, termasuk buah-buahan dan sayuran.

Makanan dan minuman apa yang harus dihindari setelah muntah?

Jika Anda muntah karena disebabkan makanan tertentu, maka setelah itu sebaiknya Anda hindari makanan tersebut.

Namun umumnya, ada beberapa makanan atau minuman tertentu yang perlu Anda hindari setelah muntah. Berikut ini makanan yang sebaiknya dihindari.

  • Alkohol
  • Kafein (soda, minuman energi, atau kopi)
  • Makanan pedas
  • Makanan tinggi serat
  • Susu dan produk susu
  • Makanan berlemak
  • Gorengan
  • Nikotin (rokok atau produk tembakau lain)
  • Makanan berbumbu rempah
  • Jus buah murni
  • Obat-obatan diare oral yang dijual bebas

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Best Foods to Eat After Throwing Up https://www.livestrong.com/article/330220-the-best-foods-to-eat-after-throwing-up/ diakses 4 Agustus 2018.

BRAT Diet: Recovering From an Upset Stomach https://familydoctor.org/brat-diet-recovering-from-an-upset-stomach/ diakses 4 Agustus 2018.

Diarrhea and Vomiting https://uhs.umich.edu/diarrheavomiting diakses 4 Agustus 2018.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 19/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x