backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Penyebab Kucing Tidur Terus dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 22/09/2023

10 Penyebab Kucing Tidur Terus dan Cara Mengatasinya

Kucing merupakan hewan yang kerap kali terlihat aktif bermain, baik di dalam maupun luar rumah. Oleh sebab itu, saat kucing terlihat tidur terus, hal ini mungkin bisa menimbulkan pertanyaan terkait kondisi kucing. Ketahui apa saja penyebab kucing tidur terus dan cara mengatasinya di bawah ini.

Apa penyebab kucing tidur terus?

Sampo untuk kucing

Kucing termasuk hewan peliharaan yang diketahui membutuhkan waktu tidur yang lama. Ini artinya, wajar saja jika kucing Anda sering tidur, sehingga tidak perlu begitu dikhawatirkan.

Namun, kucing yang tidur melulu juga bisa menjadi tanda dari suatu masalah kesehatan. Jadi, ada baiknya Anda mengenali berbagai alasan kenapa kucing sering tidur, seperti berikut ini.

1. Siklus tidur kucing

Kucing memiliki siklus tidur yang berbeda dengan manusia, yaitu waktu tidur yang lebih pendek dan lebih sering.

Selain itu, kucing juga mengalami beberapa fase tidur yang mencakup tidur ringan dan tidur nyenyak (deep sleep).

Pada fase tidur ringan, kucing terkadang hanya terlihat tidur, padahal tidak benar-benar tidur.

Fase ini biasanya terjadi selama 15—30 menit yang ditandai dengan mata kucing yang tertutup setengah atau seluruhnya dengan telinga atau buntut yang bergerak-gerak.

Sementara jika kucing sudah tidur nyenyak, postur tubuhnya, termasuk telinga, akan terlihat lebih rileks dan nyaman serta cakarnya bergerak-gerak di udara.

Tahukah Anda?

Dilansir dari Sleep Foundation, kucing bisa tidur hingga 18 jam sehari atau lebih, tergantung pada usia, kesehatan, dan faktor-faktor lainnya.

2. Mengembalikan energi 

Meski banyak orang yang memelihara kucing, mungkin sedikit yang tahu bahwa kucing adalah predator atau pemburu alami dan menghabiskan banyak energi untuk berburu mangsa.

Akan tetapi, kucing juga merupakan mangsa bagi hewan lain. Oleh karena itu, kucing perlu menghemat energi agar bisa berburu dengan lebih efektif, tetapi tetap aman.

Kucing juga suka bermain secara aktif, misalnya memanjat pohon, mengejar mainan, atau bermain dengan kucing lain.

Setelah berburu atau bermain, kucing cenderung tidur terus untuk mengisi ulang energi tubuhnya.

3. Jenis kucing nokturnal

Ada jenis kucing yang termasuk hewan nokturnal, terutama kucing yang masih memiliki sifat dan insting asalnya, yaitu berburu pada malam hari.

Kucing jenis ini akan aktif secara alami pada malam hari dan tidur terus saat siang hari.

Maka dari itu, tidak perlu khawatir karena itu adalah bagian dari pola tidur yang normal untuk jenis kucing ini.

4. Mengatur suhu tubuh

Kucing dapat memanfaatkan waktu tidur untuk mengatur suhu tubuhnya.

Saat cuaca panas, kucing mungkin akan tidur terus untuk menghindari hawa panas. Di sisi lain, kucing juga bisa lebih aktif pada malam hari ketika suhu lebih sejuk.

5. Usia tua 

Kucing yang berusia lebih tua cenderung tidur lebih lama hingga sekitar 20 jam sehari. Ini adalah bagian dari proses penuaan dan penurunan aktivitas fisik yang dialami kucing.

Sama seperti halnya yang terjadi pada manusia saat memasuki usia lanjut, proses ini juga bisa membuat kucing menjadi lebih cepat lelah dan mudah mengantuk.

6. Kenyamanan dan keamanan

Kucing sering tidur untuk merasa lebih aman dan nyaman.

Kucing mencari tempat yang lembut dan hangat. Hewan peliharaan ini juga sering kali memilih tempat yang aman dan terlindungi dari gangguan.

7. Bosan

Saat sedang tidak ada aktivitas yang bisa dilakukan, kucing terkadang lebih memilih untuk tidur terus akibat merasa bosan. 

Bahkan selain sering tidur, kucing yang bosan juga bisa melakukan hal lain yang mungkin mengganggu orang lain, seperti terus-menerus mengeong.

8. Stres atau takut

Sama seperti manusia, kucing juga bisa stres. Saat sedang stres atau merasa takut, salah satu coping mechanism atau cara bertahan adalah dengan mengubah pola tidurnya.

Akibatnya, kucing mungkin akan lebih memilih untuk tidur terus dibandingkan bermain atau melakukan kegiatan lain.

Kucing juga bisa menunjukkan gejala lain saat takut, seperti hanya bermain dengan salah satu anggota keluarga, bersembunyi , atau merasa cemas saat tidak ada orang di rumah.

9. Masalah kesehatan

Tanda kucing sedang sakit mungkin akan merasa tidak nyaman dan lebih cepat lelah, sehingga memilih untuk tidur terus.

Penyakit kronis menjadi salah satu masalah kesehatan yang bisa menyebabkan kucing menjadi lebih sering tidur.

Beberapa penyakit kronis yang bisa menjadi alasan kenapa kucing sering tidur, di antaranya sebagai berikut.

  • Penyakit ginjal.
  • Hipertiroidisme.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit liver.
  • Diabetes.
  • Kanker.

Selain penyakit kronis, gangguan pendengaran, seperti tuli, juga bisa menjadi penyebab kenapa kucing tidur terus.

Hal ini diduga karena kucing menjadi tidak mudah terganggu dengan suara-suara di sekitarnya saat ia tidur.

10. Cedera

Selain penyakit, kucing juga cenderung tidur terus saat mengalami cedera.

Kucing umumnya sangat lincah dan suka melompat dari tempat yang tinggi atau berlari dengan sangat kencang.

Meski kucing terlihat aktif, terkadang gerakan yang terlalu berbahaya bisa menyebabkan kucing mengalami cedera, seperti otot tegang atau ligamen robek.

Jika mengalami cedera, kucing mungkin akan memilih untuk lebih banyak beristirahat, misalnya dengan tidur.

Kucing juga akan lebih sering tidur jika luka atau cedera yang dialami mengalami infeksi. Ini karena sistem imun di dalam tubuh harus bekerja lebih keras untuk melawan penyebab infeksi.

Seiring waktu, cedera yang dialami oleh kucing juga bisa berkembang menjadi arthritis dan nyeri sendi.

Kedua kondisi tersebut bisa membuat kucing merasa tidak nyaman, sehingga menjadi sering tidur.

Bagaimana cara mengatasi kucing tidur terus?

manfaat memelihara kucing

Tidur merupakan perilaku alamiah kucing, sehingga kondisi ini tidak perlu diatasi, kecuali ada masalah kesehatan yang mendasarinya.

Namun, jika kucing tidur terus akibat penyebab tertentu, beberapa cara mengatasi di bawah ini bisa Anda lakukan.

  • Periksa kesehatan. Jika kucing tiba-tiba tidur terus atau ada perubahan drastis dalam perilaku tidurnya, ini bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan menyeluruh.
  • Aktivitas fisik. Pastikan kucing mendapatkan cukup aktivitas fisik. Bermain dengan kucing setiap hari dapat membantunya tetap aktif dan tidak sering tidur.
  • Mainan. Mainan seperti bola atau yang dengan bulu dapat membantu menghibur dan menjaganya tetap aktif.
  • Lingkungan yang menarik. Ciptakan tempat-tempat yang tinggi untuk dijelajahi, jendela yang dapat kucing gunakan untuk memantau kondisi sekitar, atau sumber air yang mengalir. Semakin banyak rangsangan di lingkungan sekitarnya, semakin sedikit waktu kucing ingin tidur.
  • Perubahan pola makan. Pertimbangkan makanan dengan kandungan nutrisi yang tepat untuk kucing. Makanan kucing berkualitas tinggi dapat memberikan energi yang lebih baik dan memengaruhi pola tidurnya.
  • Jadwal rutin. Cobalah untuk memberi makan pada waktu yang sama setiap hari dan aktivitas rutin untuk membantu mengatur pola tidurnya.
  • Waktu bermain dan interaksi. Cobalah untuk lebih sering berinteraksi dengan kucing. Memberi perhatian lebih dengan berbicara atau bermain bersama dapat membantu mengurangi kucing tidur berlebihan.
  • Ciptakan lingkungan yang tenang. Pastikan kucing memiliki tempat tidur yang tenang dan nyaman, sehingga ia dapat tidur tanpa gangguan.
  • Kurangi stres. Jika kucing tampak stres atau cemas, cari tahu penyebabnya dan upayakan untuk menguranginya.

Penting untuk dicatat bahwa setiap kucing berbeda-beda. Beberapa kucing memang tidur lebih sering daripada yang lainnya.

Selama kucing dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda masalah kesehatan, tidur berlebihan mungkin adalah perilaku yang alamiah untuknya.

Jika semua upaya di atas tidak membantu mencegah kucing tidur terus, konsultasikan dengan dokter hewan untuk mendapat saran atau pemeriksaan yang lebih mendalam jika diperlukan.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Reikha Pratiwi · Tanggal diperbarui 22/09/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan