Kucing mendengkur atau ngorok karena adanya getaran pada bagian tenggorokan dan jaringan lunak di sekitarnya saat kucing napas.
Melansir dari The Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals Queensland (RSPCA Qld), peneliti menemukan fakta bahwa kucing ngorok melalui pertukaran sinyal antara otot laring dan diafragma.
Artinya, suara ngorok bisa keluar saat kucing mengambil atau menghembuskan napas.
Dengkuran pada kucing sering kali terkait dengan berbagai situasi dan kondisi, termasuk berikut ini.
Kucing sering kali mendengkur ketika mereka sedang santai dan merasa nyaman dan tenang.
Suara mendengkur ini bisa terjadi saat kucing tidur, terbaring di pangkuan Anda, atau sedang bersantai.
Selain suara dengkuran, kucing yang merasa tenang juga bisa ditandai dengan posisi telinga dan kumis yang rileks, pupil mata kecil, dan ekor kucing yang menunjuk ke atas atau tergulung.
Napas kucing terdengar ngorok mungkin karena kondisi kesehatan tertentu, seperti penyakit saluran pernapasan atas (misalnya flu pada kucing).
Infeksi, alergi, atau masalah pernapasan lainnya dapat menyebabkan perubahan dalam pola bernapas dan menyebabkan kucing ngorok.
Suara dengkuran juga bisa menandakan bahwa kucing sedang merasa kesakitan.
Anda bisa mencurigai adanya gangguan kesehatan jika kucing mendengkur lebih sering dari biasanya.
3. Rasa senang dan kebahagiaan
Terkadang kucing mendengkur sebagai bentuk ekspresi kebahagiaan atau kepuasan yang sedang mereka rasakan.
Ini bisa terjadi saat kucing sedang bermain, mendapat perhatian, atau menunjukkan kasih sayang kepada orang atau kucing lain.
Suara dengkuran kucing bisa menandakan bahwa mereka puas karena mendapat stimulasi yang cukup.
Tanda kepuasan tersebut juga bisa disertai dengan gerakan memijat, mengeluarkan air liur, atau menjilat.
Beberapa kucing memiliki struktur tenggorokan dan fisik tertentu yang membuat mereka lebih cenderung mendengkur. Ini bisa menjadi ciri-ciri ras atau karakteristik kucing tertentu.
Anak kucing biasanya akan mulai mendengkur setelah beberapa hari sejak kelahiran.
Suara dengkuran ini bisa membantu induk kucing menemukan anaknya saat tiba waktu untuk memberi makan.
Terkadang, kebiasaan dengkur ini juga bisa terbawa hingga kucing beranjak dewasa sebagai tanda kepada pemiliknya bahwa sudah tiba waktunya untuk memberi makan kucing.
Pada beberapa kasus, kucing dapat mengeluarkan suara dengkuran karena kecemasan atau stres pada kucing.
Perubahan lingkungan, interaksi dengan kucing lain, atau situasi yang membuat mereka tidak nyaman bisa menyebabkan kucing ngorok.
Saat sedang stres, suara dengkuran kucing juga bisa disertai gejala lain, seperti posisi telinga yang datar atau bengkok ke samping, mata melotot dengan pupil yang membesar, dan kumis yang mengarah ke depan atau turun.
Kapan harus ke dokter saat kucing mendengkur?

Penting untuk diingat bahwa meskipun dengkuran adalah perilaku umum dan sering kali normal, Anda tetap harus waspada jika ada perubahan mendadak dalam perilaku kucing Anda.
Saat merawat kucing, jika Anda mendapati kucing mendengkur secara tiba-tiba, terus-menerus, atau disertai dengan gejala kesehatan yang mengkhawatirkan, disarankan untuk membawanya ke dokter hewan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dokter hewan dapat membantu menentukan apakah perilaku mendengkur tersebut disebabkan oleh kondisi medis yang perlu diatasi.