Kenapa Kita Ingin Muntah Ketika Merasa Jijik?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda melihat sesuatu yang jorok sampai Anda merasa jijik, mual, dan kemudian muntah? Anda tidak perlu khawatir, muntah itu normal dan baik untuk Anda.

Muntah bukanlah penyakit. Seperti dijabarkan WebMD, muntah dan mual merupakan gejala yang menunjukkan kondisi lain, yang mungkin juga pertanda Anda sakit. Muntah adalah keluarnya isi dalam perut karena sebuah paksaan tertentu. Ia berhubungan dengan rasa mual dan kontraksi yang kuat dalam otot perut. Muntah berbeda dari regurgitasi, aliasnya naiknya isi perut ke kerongkongan tanpa merasa sakit dan tanpa kontraksi otot yang kuat.

Apa hubungan rasa jijik dengan mual dan muntah?

Ketika Anda merasa jijik akan sesuatu dan membuat Anda merasa ingin muntah, mungkin rasa mual tersebut disebabkan karena tubuh kita memiliki sinyal unik yang memberikan tanda ada sesuatu yang berbahaya.

Seperti rasa jijik ini misalnya, yang kemudian memberikan reaksi kepada Anda yang membuat Anda ingin muntah. Begitu kira-kira yang disampaikan ilmuwan saraf Richard Clarke, dari University College London seperti diberitakan DailyMail Oktober 2015 lalu.

Menurutnya, otak manusia sangat hebat, sampai saat otak menerima gambaran tentang sesuatu yang bisa jadi mengandung racun, seperti makanan basi, daging busuk, dan hal menjijikan lainnya, otak bagian bawah mengirimkan sinyal ke tubuh untuk mengkoordinasikan tindakan rasa ingin muntah.

“Muntah merupakan refleks protektif tubuh saat melihat atau menelan toksin. Selain itu, muntah juga dapat mengurangi tekanan akibat sumbatan atau pembesaran organ yang menyebabkan penekanan pada saluran pencernaan,” tutur Clarke.

Adam Perkins, dosen dari King College London, juga berpendapat, orang yang refleks mengalami mual dan muntah ketika melihat sesuatu yang menjijikkan, biasanya cenderung lebih kuat bertahan hidup. “Ini artinya, daerah otak dalam tubuh Anda yang merespon hal yang tidak wajar bekerja dengan baik,” ujarnya.

Kenapa kita merasa jijik?

Ada apa dengan jijik? Apakah sebenarnya jijik itu, sampai bisa bikin kita muntah? Dikutip Detik, seorang ahli dari UK’s London School of Hygiene and Tropical Medicine, Val Curtis, mengatakan jijik adalah suatu bentuk tindakan pencegahan untuk melindungi diri kita dari tanda-tanda ancaman, seperti penyakit. Perasaan jijik ternyata baik bagi tubuh, karena dapat mencegah timbulnya masalah kesehatan yang lebih parah, seperti terjangkit virus atau kuman.

Val Curtis mengatakan, ketika kita melihat hal-hal yang jorok, maka tubuh kita akan merasa jijik. Rasa jijik sendiri merupakan respons gugup dari otak atas adanya ancaman bakteri yang potensial jika tidak dihindari.

“Perasaan jijik muncul sebelum terjadi kontak dengan bakteri, sehingga mencegah tubuh terkena infeksi. Dan tubuh biasanya akan merespons rasa jijik tersebut dengan muntah atau mual,” tutur Val Curtis.

Meskipun tampaknya bagi orang awam muntah itu adalah hal yang tidak sehat, kini kita tahu bahwa dalam beberapa hal, muntah justru adalah tanda bahwa respon tubuh kita bekerja dengan baik.

Akan tetapi bila setelah muntah Anda merasa sakit atau kondisi kesehatan Anda tidak baik, ada baiknya Anda memeriksakan diri Anda ke dokter untuk memastikan kondisi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Memanjangkan kuku seringkali menjadi pilihan bagi kaum hawa untuk mempercantik diri. Namun, kuku yang panjang ternyata memiliki segelintir risiko.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Kenapa perokok lebih gampang sakit? Merokok ternyata memiliki dampak berbahaya terhadap daya tahan tubuh. Lalu apa yang bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cantengan (ingrown toenail, onychocryptosis)

Cantengan (Ingrown Toenail, Onychocryptosis)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
jamur kuku tinea unguium

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit