home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Banyak orang mencari cara untuk memperkuat daya tahan tubuh, terutama di tengah pandemi COVID-19. Ada beberapa bahan-bahan tradisional jadi pilihan favorit masyarakat Indonesia, seperti jahe, daun kelor, jinten hitam, temulawak, maupun meniran. Salah satu suplemen tradisional yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh adalah jamur Cordyceps.

Bagaimana cara kerja jamur Cordyceps dalam melawan penyakit dan menguatkan imunitas tubuh?

Mengenal senyawa aktif dan sistem kerja jamur Cordyceps dalam melawan infeksi penyakit

jamur cordyceps meningkatkan sistem imun

Jamur Cordyceps (liar) adalah jamur parasit dari beberapa jenis serangga. Jamur tersebut biasanya memanfaatkan sisa makanan pada tubuh serangga.

Jamur Cordyceps dipakai sebagai obat tradisional di Asia Timur, karena khasiatnya yang bantu meningkatkan sistem imun tubuh. Cordyceps militaris juga digunakan untuk mengobati kanker, kejang tonik, maupun penyakit lainnya.

Ada beberapa senyawa aktif yang menjadi yang terdapat di dalam jamur Cordyceps.

  • Polisakarida
  • Adenosin
  • Cordycepin
  • Asam amino
  • Asam Lemak

Senyawa aktif tersebut bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antioksidan. Dari berbagai penelitian di dalam dan luar negeri, jamur Cordyceps disinyalir dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkal virus.

Adenosin dan cordycepin di dalam jamur ini memiliki struktur yang mirip dengan obat virus Galidesivir. Obat ini menjadi terapi 20 jenis virus RNA, seperti filovirus, togavirus, arenavirus, corona virus, dan lainnya pada uji laboratorium. Meskipun, obat tersebut masih memerlukan uji klinis lanjutan untuk mengetahui efeknya pada manusia.

Di samping itu, senyawa adenosin dalam jamur Cordyceps juga memiliki sifat sebagai vasodilator di dalam tubuh. Vasodilator merupakan obat yang mampu melebarkan pembuluh darah, serta mencegah pembuluh vena dan arteri dari penyempitan.

Senyawa aktif tersebut memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas tubuh. Selengkapnya, ketahui manfaat dan cara kerja jamur Cordyceps dalam meningkatkan sistem imun dan menangkal penyakit.

1. Meningkatkan daya tahan tubuh

sistem kekebalan tubuh

Daya tahan tubuh dapat didukung melalui suplementasi Cordyceps militaris. Beberapa penelitian seperti dari jurnal Carbohyrdrate Polymers pada 2014 yang dilakukan Jong Seok Lee dan timnya, mengatakan polisakarida dari jamur Cordyceps membantu melindungi sel tubuh dari infeksi virus dan meningkatkan sistem imun.

Selanjutnya, Berdasarkan penelitian dari jurnal yang sama pada 2007 dikatakan, jamur Cordyceps yang dikembangkan pada kecambah kedelai mendukung fungsi immunoregulator atau mengatur sistem imun tubuh. Disebutkan lebih lanjut, jamur tersebut mampu memperbaiki jaringan yang rusak pada paru-paru. Hal ini membawa keuntungan untuk menguatkan daya tahan tubuh saat diserang infeksi virus.

Polisakarida jamur Cordyceps memiliki sifat antioksidan. Antioksidan dalam jamur tersebut dapat menstimulasi kerja makrofag, sebagai salah satu tipe sel darah putih yang bertugas melawan infeksi virus. Dengan begitu, jamur Cordyceps mampu merawat kesehatan paru-paru.

2. Menangkal peradangan

proses inflamasi

Jamur Cordyceps juga memiliki keuntungan untuk menghambat reaksi berlebihan pada sistem kekebalan tubuh saat diserang virus, berkat sifat antiinflamasi atau antiperadangan. Virus tertentu yang masuk bisa saja membuat sistem kekebalan tubuh memberikan reaksi berlebihan karena produksi sitokin yang tinggi, sehingga timbul peradangan.

Disebutkan dalam Journal of Food and Drug Analysis, jamur cordyceps mampu menghambat dengan meredam aktivitas sitokin yang menyebabkan peradangan. Dengan begitu, melalui jamur Cordyceps, tubuh mendapatkan bantuan untuk mencegah infeksi virus, serta meningkatkan sistem imun tubuh.

3. Mencegah infeksi virus

novel coronavirus menyebabkan pneumonia

Senyawa cordycepin dalam jamur Cordyceps termasuk suplemen herbal yang bersifat antivirus, sehingga dukung menangkal infeksi virus. Menurut Yechiel Backer, dalam bukunya yang berjudul Antiviral Agents from Natural Sources, cordycepin yang dihasilkan jamur tersebut berkhasiat sebagai antivirus.

Kandungan tersebut bekerja menghambat perkembangan virus, seperti rhinovirus, poliovirus, sendai virus dan Newcastle Disease Virus. Pada studi lainnya, cordycepin dapat digunakan dalam perawatan gangguan sistem pernapasan, seperti parainfluenza virus.

Tidak menutup kemungkinan bahwa sifat-sifat jamur Cordyceps bisa menjadi pertimbangan untuk bantu dalam mencegah penyakit maupun meningkatkan sistem imun tubuh.

Jamur Cordyceps, langkah tradisional untuk meningkatkan sistem imun

jamur cordyceps meningkatkan sistem imun

Walaupun masih diperlukan beragam penelitian lanjutan dan uji klinis, jamur Cordyceps militaris mengantongi potensi yang baik untuk bantu menangkal beragam virus. Dari sifat yang telah disebutkan, senyawa aktif di dalam jamur juga berperan dalam meningkatkan sistem pertahanan tubuh dan menghalangi infeksi virus, terutama untuk merawat kesehatan sistem pernapasan.

Cordyceps sebagai suplemen tradisional ini juga baik dikonsumsi untuk menjaga imunitas tubuh, terutama di tengah pandemik COVID-19 saat ini. Efektivitas jamur ini telah dipaparkan dalam beberapa penelitian karena jamur Cordyceps tergolong sebagai suplemen berbahan dasar alami, sehingga dapat dikonsumsi dalam jangka panjang.

Kabar baiknya, saat ini jamur cordyceps sudah bisa di kembang-biakkan di Indonesia melalui teknologi Kultur Jaringan, yaitu metode pengembangbiakan secara alami dengan cara mengisolasi bagian dari jamur dan ditumbuhkan di satu media yang dikondisikan steril.

Kelebihan metode ini adalah waktu pengembangbiakan lebih singkat hanya 2 bulan, kandungan bahan aktif berkhasiat tetap terjaga dan stabil untuk semua hasil panen, bebas kontaminasi (logam berat dan zat berbahaya lainnya) dan harga jamur menjadi lebih terjangkau.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ye, Q., Wang, B., & Mao, J. (2020). The pathogenesis and treatment of the `Cytokine Storm’ in COVID-19. Journal Of Infection, 80(6), 607-613. doi: 10.1016/j.jinf.2020.03.037

Park, J., Son, Y., Lee, T., Baek, N., Yoon, D., & Kim, T. et al. (2017). Anticancer Efficacy of Cordyceps militaris Ethanol Extract in a Xenografted Leukemia Model. Evidence-Based Complementary And Alternative Medicine, 2017, 1-7. doi: 10.1155/2017/8474703

Paterson, R. (2008). Cordyceps – A traditional Chinese medicine and another fungal therapeutic biofactory?. Phytochemistry, 69(7), 1469-1495. doi: 10.1016/j.phytochem.2008.01.027

Yu, R., Song, L., Zhao, Y., Bin, W., Wang, L., & Zhang, H. et al. (2004). Isolation and biological properties of polysaccharide CPS-1 from cultured Cordyceps militaris. Fitoterapia, 75(5), 465-472. doi: 10.1016/j.fitote.2004.04.003

Hur, H. (2008). Chemical Ingredients ofCordyceps militaris. Mycobiology, 36(4), 233. doi: 10.4489/myco.2008.36.4.233

Zhang, J., Wen, C., Duan, Y., Zhang, H., & Ma, H. (2019). Advance in Cordyceps militaris (Linn) Link polysaccharides: Isolation, structure, and bioactivities: A review. International Journal Of Biological Macromolecules, 132, 906-914. doi: 10.1016/j.ijbiomac.2019.04.020

BioCryst | Oral Drugs for Viruses | Galidisvir. (2020). Retrieved 29 May 2020, from https://www.biocryst.com/our-program/galidesivir/

Singh, S., & McKintosh, R. (2019). Adenosine. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519049/

Lee, J., & Hong, E. (2011). Immunostimulating activity of the polysaccharides isolated from Cordyceps militaris. International Immunopharmacology, 11(9), 1226-1233. doi: 10.1016/j.intimp.2011.04.001

Lee, J., Kwon, D., Lee, K., Park, J., Ha, S., & Hong, E. (2015). Mechanism of macrophage activation induced by polysaccharide from Cordyceps militaris culture broth. Carbohydrate Polymers, 120, 29-37. doi: 10.1016/j.carbpol.2014.11.059

Han, J., Im, J., Choi, J., Lee, C., Park, H., & Park, D. et al. (2010). Induction of IL-8 expression by Cordyceps militaris grown on germinated soybeans through lipid rafts formation and signaling pathways via ERK and JNK in A549 cells. Journal Of Ethnopharmacology, 127(1), 55-61. doi: 10.1016/j.jep.2009.09.051

Yu, R., Yang, W., Song, L., Yan, C., Zhang, Z., & Zhao, Y. (2007). Structural characterization and antioxidant activity of a polysaccharide from the fruiting bodies of cultured Cordyceps militaris. Carbohydrate Polymers, 70(4), 430-436. doi: 10.1016/j.carbpol.2007.05.005

Zhang, Y., Zeng, Y., Cui, Y., Liu, H., Dong, C., & Sun, Y. (2020). Structural characterization, antioxidant and immunomodulatory activities of a neutral polysaccharide from Cordyceps militaris cultivated on hull-less barley. Carbohydrate Polymers, 235, 115969. doi: 10.1016/j.carbpol.2020.115969

Nan, J., Park, E., Yang, B., Song, C., Ko, G., & Sohn, D. (2001). Antifibrotic effect of extracellular biopolymer from submerged mycelial cultures ofCordyceps militaris on liver Fibrosis induced by Bile duct ligation and scission in rats. Archives Of Pharmacal Research, 24(4), 327-332. doi: 10.1007/bf02975101

Masuda, M., Sakurai, A., & Sakakibara, M. (2009). Structural features and immuno-stimulating effect of the polysaccharide fractions from Cordyceps militaris. Journal Of Bioscience And Bioengineering, 108, S140. doi: 10.1016/j.jbiosc.2009.09.021

Wang, M., Meng, X., Yang, R., Qin, T., Li, Y., & Zhang, L. et al. (2013). Cordyceps militaris polysaccharides can improve the immune efficacy of Newcastle disease vaccine in chicken. International Journal Of Biological Macromolecules, 59, 178-183. doi: 10.1016/j.ijbiomac.2013.04.007

Won, S., & Park, E. (2005). Anti-inflammatory and related pharmacological activities of cultured mycelia and fruiting bodies of Cordyceps militaris. Journal Of Ethnopharmacology, 96(3), 555-561. doi: 10.1016/j.jep.2004.10.009

Kim, H., Shrestha, B., Lim, S., Yoon, D., Chang, W., & Shin, D. et al. (2006). Cordycepin inhibits lipopolysaccharide-induced inflammation by the suppression of NF-κB through Akt and p38 inhibition in RAW 264.7 macrophage cells. European Journal Of Pharmacology, 545(2-3), 192-199. doi: 10.1016/j.ejphar.2006.06.047

Reis, F., Barros, L., Calhelha, R., Ćirić, A., van Griensven, L., Soković, M., & Ferreira, I. (2013). The methanolic extract of Cordyceps militaris (L.) Link fruiting body shows antioxidant, antibacterial, antifungal and antihuman tumor cell lines properties. Food And Chemical Toxicology, 62, 91-98. doi: 10.1016/j.fct.2013.08.033

Sun, Y., Shao, Y., Zhang, Z., Wang, L., Mariga, A., & Pang, G. et al. (2014). Regulation of human cytokines by Cordyceps militaris. Journal Of Food And Drug Analysis, 22(4), 463-467. doi: 10.1016/j.jfda.2014.01.025

Chu, H., Chien, J., & Duh, P. (2011). Protective effect of Cordyceps militaris against high glucose-induced oxidative stress in human umbilical vein endothelial cells. Food Chemistry, 129(3), 871-876. doi: 10.1016/j.foodchem.2011.05.037

Hashimoto, K., & Simizu, B. (1976). Effect of cordycepin on the replication of western equine encephalitis virus. Archives Of Virology, 52(4), 341-345. doi: 10.1007/bf01315623

Becker, Y., & Hadar, J. (1983). Antiviral Drugs and Chemotherapy of Viral Diseases of Man. Molecular Virology, 277-305. doi: 10.1007/978-1-4613-3906-9_26

MAHY, B., COX, N., ARMSTRONG, S., & BARRY, R. (1973). Multiplication of Influenza Virus in the Presence of Cordycepin, an Inhibitor of Cellular RNA Synthesis. Nature New Biology, 243(127), 172-174. doi: 10.1038/newbio243172a0

Ueda, Y., Mori, K., Satoh, S., Dansako, H., Ikeda, M., & Kato, N. (2014). Anti-HCV activity of the Chinese medicinal fungus Cordyceps militaris. Biochemical And Biophysical Research Communications, 447(2), 341-345. doi: 10.1016/j.bbrc.2014.03.150

In Vivo Anti-influenza Virus Activity of an Immunomodulatory Acidic Polysaccharide Isolated from Cordyceps militaris Grown on Germinated Soybeans. (2020). Retrieved 30 May 2020, from https://pubs.acs.org/doi/abs/10.1021/jf0721287

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc Diperbarui 07/01/2021
x