Wajah Seperti Kembar, Padahal Bukan Saudara. Kenapa Bisa, Ya?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar komentar dari orang-orang di sekitar Anda, seperti, “Sepertinya saya tadi melihatmu di supermarket?” atau, “Saya baru saja papasan dengan orang yang mirip banget sama kamu!”? Padahal, Anda belum pernah mengunjungi supermarket tersebut sama sekali, atau bahkan Anda sebenarnya tidak punya kembaran biologis. Nah, lho?

Kembar identik beda ayah-ibu, mungkinkah?

Teorinya, masing-masing manusia memiliki setidaknya tujuh kembaran yang hidup di berbagai belahan dunia tanpa kita ketahui, dan mungkin, sebagian besar dari kita tidak akan pernah bertemu dengan ‘duplikat’ kita.

Menurut Daniele Podini, ilmuwan forensik dan pakar pengenalan wajah di George Washington University, walaupun fenomena doppelganger alias wajah ‘kembar’ tanpa hubungan darah belum bisa dibuktikan oleh sains, namun ia mengakui bahwa secara statistik, kemungkinan fenomena ini tidak bisa dipungkiri. Alasannya adalah jumlah populasi keseluruhan manusia dan fakta bahwa genetika manusia bekerja secara acak.

Meskipun fitur dan karakteristik manusia bervariasi dari hewan lain, tapi gen kita tidak. Bahkan, manusia tidak sepenuhnya beragam secara genetika. Jadi pada akhirnya, angka-angka pembentuk gen inilah yang yang mendikte beberapa fitur tertentu akan mewakili diri Anda dan akan berkombinasi secara acak

Tapi hal ini tidak berarti mereka adalah benar-benar duplikat Anda. Ada sedikit bias dari klaim tersebut, karena persepsi masing-masing orang didasari oleh pengalaman pribadi.

Kerja otak dalam membangun persepsi wajah

Pengenalan wajah memainkan peran kunci dalam interaksi manusia. Saat berusaha mengenali seseorang, otak akan bekerja mirip sebuah scanner yang memindai wajah orang tersebut dan mengubah setiap aspek dari wajahnya menjadi sebuah kode.

Sistem pengenalan wajah oleh otak ini menjadi cara yang efektif untuk Anda bisa membedakan satu wajah dengan yang lainnya, dengan satu pengecualian. Cara Anda mengenali wajah orang lain mungkin diawali dengan urutan tertentu: mata, mulut, hidung. Ukuran dan penempatan dari mata orang tersebut, misalnya, akan menentukan bagaimana cara Anda melihat sisa dari wajahnya. Orang lain mungkin akan menafsirkan dengan cara sebaliknya, misal, mengenali wajah mulai dari hidung, mulut, mata. Kedua otak ini mendapatkan sinyal yang sama, tapi letak fitur yang acak membuat otak memfokuskan pada satu fitur (hidung) daripada menyesuaikan persepsi dari keseluruhan sisa wajahnya.

Ini menunjukkan bahwa persepsi wajah Anda di mata satu orang belum tentu sama dengan dengan pandangan orang lain terhadap wajah Anda. Jadi bila menurut seseorang Anda berwajah sangat mirip dengan teman kantornya, belum tentu orang lain akan berpendapat sama.

Genetika dan lingkungan mempengaruhi doppelganger?

“Anda mungkin menemukan seseorang yang tinggal ribuan kilometer jauhnya yang terlihat seperti Anda, tetapi jika Anda melihat lebih jauh dari latar belakang leluhur Anda, Anda akan menemukan bahwa  mungkin Anda dan ‘kembaran’ Anda berasal dari tempat yang sama. Tidak mengherankan, jika Anda berasal dari latar belakang leluhur yang sama Anda mungkin akan menemukan karakteristik umum – perawakan, warna mata, bahkan temperamen,” ujar Richard E. Lutz MD, Associate Professor dari Pediatrics and Clinical Geneticist Munroe-Meyer Institute di University of Nebraska Medical Center.

Begitu pula dengan kemiripan kepribadian yang mungkin bisa saja dimiliki oleh sepasang doppelgänger. Lutz berpendapat bahwa, sementara lingkungan (seperti pola makan yang berbeda, aktivitas fisik yang berbeda, paparan matahari dan suhu wilayah di kedua tempat yang berbeda) bisa membuat kepribadian antar doppelganger berbeda satu sama lainnya, tetapi budaya lebih memiliki andil di kasus ini.

Ia mengatakan, bagaimanapun juga genetika akan tetap mengungguli segala perbedaan yang dibuat oleh lingkungan. Genetika Anda adalah faktor dominan yang mempengaruhi penampilan dan kepribadian Anda, sedangkan lingkungan atau budaya akan mempengaruhi sisanya.

Ada kemungkinan seseorang di luar sana yang terlihat dan bertindak seperti Anda – dan orang itu mungkin lebih dekat dengan Anda , baik dari lokasi dan latar belakang leluhur. Tapi, kembali lagi, proses pengenalan wajah, sesuatu yang sangat kritikal dalam hidup untuk bisa membedakan mana teman dan musuh, adalah sesuatu yang kita kira bekerja dengan sangat pasti. Padahal, tidak begitu. Banyak faktor lainnya yang bisa mempengaruhi “kemiripan” kita dengan satu sama lainnya yang tidak diperhitungkan oleh otak saat memproses fitur wajah seseorang.

Pengenalan wajah adalah argumen kompleks dan menarik mengapa keberadaan doppelganger sampai sejauh ini masih belum bisa dipastikan penyebabnya.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Senam tak hanya untuk tubuh, senam otak yang dapat mengasah pikiran Anda dan membuat Anda lebih fokus. Bagaimana gerakan dasar senam otak dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Diabetes Gestasional, Kondisi Saat Gula Darah Naik di Masa Kehamilan

Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

Vitiligo

Vitiligo adalah penyakit kulit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, dan bergama pilihan pengobatan Vitiligo di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 26 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hipospadia

Hipospadia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
meningioma adalah

Meningioma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat efek musik pada otak

5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit