Pernahkah Anda melihat anak kucing yang tampak memiliki masalah pada keseimbangan sehingga mereka kesulitan untuk berjalan, berlari, atau melompat? Anak kucing tersebut mungkin mengalami cerebellar hypoplasia.
Pernahkah Anda melihat anak kucing yang tampak memiliki masalah pada keseimbangan sehingga mereka kesulitan untuk berjalan, berlari, atau melompat? Anak kucing tersebut mungkin mengalami cerebellar hypoplasia.

Ketahui lebih lanjut seputar penyakit cerebellar hypoplasia pada kucing, mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya.
Cerebellar hypoplasia adalah kondisi ketika bagian otak yang bertanggung jawab atas keseimbangan dan koordinasi tubuh pada kucing tidak berkembang sempurna.
Penyakit ini mengakibatkan kucing mengalami kesulitan dalam berjalan, berlari, melompat, dan sering terjatuh.
Cerebellar hypoplasia disebabkan oleh infeksi virus pada induk kucing pada masa kehamilan. Infeksi virus ini mengakibatkan proses perkembangan otak anak kucing terhambat.
Penyakit pada kucing ini tidak menular atau menyebabkan rasa sakit. Selain itu, gejala yang dialami oleh kucing biasanya tidak akan memburuk seiring waktu, tetapi kondisi ini tidak dapat disembuhkan.

Mengutip VCA Animal Hospital, gejala kondisi ini mungkin tidak akan terlihat hingga anak kucing mulai mencoba berdiri atau berjalan sendiri, umumnya sekitar usia 2 – 3 minggu.
Tingkat keparahan gejala pun bisa berbeda tergantung pada seberapa parah infeksi virus yang dialami oleh kucing.
Tanda atau gejala khas penyakit cerebellar hypoplasia pada kucing meliputi daftar berikut.
Dalam kasus yang parah, kondisi ini bisa menyebabkan kucing tidak dapat berjalan atau berdiri.
Kondisi ini paling sering terjadi karena kucing yang sedang hamil terinfeksi oleh virus panleukopenia dan menularkannya pada anak kucing yang dikandungnya.
Virus panleukopenia menyerang sel otak kecil kucing dengan cepat dan mengakibatkan masalah dalam hal pergerakan dan koordinasi kucing.
Anak kucing yang mengalami cerebellar hypoplasia tidak akan menginfeksi kucing lainnya, virus ini hanya dapat menghambat pertumbuhan otak kecilnya selama di dalam rahim.
Kondisi ini juga dapat terjadi karena induk kucing mengalami malnutrisi berat selama masa kehamilan.
Anak kucing yang mengalami trauma fisik pada otaknya selama periode waktu ketika otak kecil sedang berkembang juga berisiko mengalami kelainan otak ini.
Kucing betina yang tidak divaksinasi sebelum masa kehamilan berisiko tinggi menularkan virus panleukopenia pada anak yang dikandungnya.
Selain itu, beberapa faktor eksternal lain yang dapat meningkatkan risiko anak kucing terserang penyakit ini antara lain:

Jika Anda khawatir anak kucing peliharaan menderita penyakit ini, ada baiknya untuk segera mengunjungi dokter hewan
Pasalnya, epilepsi dan beberapa penyakit lainnya dapat memiliki gejala yang sama dengan cerebellar hypoplasia. Jadi, penting untuk memeriksakan anak kucing kepada dokter hewan guna memastikan diagnosis.
Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan dengan memantau gejala yang dialami oleh anak kucing, termasuk memperhatikan gerakan kucing saat berjalan atau merubah posisi.
Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan tambahan, seperti CT Scan atau MRI untuk memastikan diagnosis.
Penyakit pada kucing ini tidak dapat disembuhkan. Namun, sebagian besar kucing akan belajar untuk beradaptasi dengan masalah motorik yang dimilikinya.
Sebagai pemilik kucing, Anda juga perlu memberikan perawatan ekstra pada kucing karena kondisi ini dapat membuat kucing rentan mengalami cedera.
Jika Anda memiliki kucing dengan kondisi ini, ada beberapa cara merawat kucing dengan cerebellar hypoplasia agar hidup mereka nyaman dan mudah.
Jika memungkinkan, kucing dengan kondisi ini idealnya perlu berada di dalam rumah. Hal ini karena berada di luar rumah dapat meningkatkan risiko kucing mengalami cedera.
Meski tidak dapat disembuhkan, penyakit ini bisa dicegah, yakni dengan melakukan vaksin pada kucing secara rutin.
Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan mengenai vaksin yang tepat untuk kucing betina Anda, terutama sebelum hamil.
Jika diperlukan, Anda bisa melakukan steril kucing untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Penyakit cerebellar hypoplasia pada kucing tidak membahayakan atau mengancam jiwa, tetapi dapat mengganggu aktivitas motorik kucing.
Kucing yang terkena kondisi ini dapat hidup dengan baik seperti kucing normal dengan perawatan yang mendukung kesehatan anabul.
Ringkasan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Versi Terbaru
06/09/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala