backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Jenis Vaksin untuk Kucing dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau secara medis oleh drh. Hevin Vinandra Louqen · Kesehatan · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 13/12/2023

5 Jenis Vaksin untuk Kucing dan Jadwal Pemberiannya

Penting bagi Anda melakukan vaksinasi untuk melindungi kucing dari infeksi virus atau bakteri berbahaya. Vaksin bekerja dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh kucing sehingga terhindar dari berbagai penyakit kucing. Jika ingin kucing senantiasa sehat, Anda perlu mengetahui program vaksinasi yang tepat untuk hewan peliharaan Anda.

Berbagai jenis vaksin untuk kucing

Vaksinasi untuk kucing dibagi menjadi dua, yaitu vaksin core (inti) dan vaksin non-core (noninti).

Vaksin inti wajib diberikan kepada semua kucing, sedangkan vaksin noninti direkomendasikan oleh dokter hewan jika anabul berisiko tertular penyakit tertentu.

Lantas, vaksin umumnya diberikan pada umur berapa pada kucing? Vaksinasi pertama kali diberikan saat kucing berumur berkisar antara 6 – 8 minggu. 

Setelah itu, kucing dewasa membutuhkan rangkaian vaksinasi inti setiap 1 – 3 tahun, tergantung pada durasi kekebalan dan rekomendasi dokter.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa jenis vaksin yang penting diberikan untuk kucing.

1. Rabies

gambar kucing rabies

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit rabies setiap satu tahun hingga tiga tahun sekali. Namun, frekuensi ini tergantung kebijakan setiap negara serta merek vaksin yang digunakan. 

Penyakit rabies merupakan salah satu penyakit pada kucing yang dapat menular pada manusia dan bisa berakibat fatal.

Penularan rabies pada kucing paling sering terjadi melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi. Gejala rabies pada kucing umumnya berupa kejang, perilaku agresif dan air liur yang keluar secara berlebihan. 

Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit rabies, tapi vaksin bisa membantu mencegah penularan ataupun komplikasi. Harga satu kali vaksin rabies untuk kucing berkisar Rp. 150.000.

2. Vaksin FVRCP

Vaksin FVRCP merupakan vaksin gabungan yang terdiri dari 3 jenis dan diberikan oleh dokter dalam satu kali suntikan. Berikut ini kombinasi vaksin yang terdapat dalam FVRCP.

  • Vaksin untuk virus rhinotracheitis kucing/herpesvirus 1 (FVR/FHV-1). Virus ini menyerang area pernapasan kucing dan menimbulkan gejala berupa rinitis, bersin, dan konjungtivitis.
  • Vaksin untuk feline calicivirus (FCV). Virus penyebab penyakit saluran pernapasan bagian atas (calicivirus) yang menyebabkan bersin, keluar cairan dari hidung, konjungtivitis, demam, lesu, hingga tidak nafsu makan.
  • Vaksin untuk feline panleukopenia (FPV). Panleukopenia dapat merusak usus, sumsum tulang, dan kulit, gejalanya yaitu muntah, diare, lemas, hingga penurunan berat badan.

Jenis vaksinasi FVRCP umumnya diberikan kepada anak kucing berusia 16 – 20 minggu, setiap 3 – 4 minggu sekali.

Setelah melewati usia 20 minggu, rangkaian vaksin ini hanya perlu diberikan setiap tiga tahun sekali. Harga vaksin FVRCP bisa berbeda-beda, tapi umumnya dimulai dari Rp. 220.000.

Kapan vaksin kucing bekerja?

Diperlukan waktu selama 3 – 4 minggu hingga kucing peliharaan benar-benar terlindungi dari virus. Tubuh kucing membutuhkan waktu untuk membangun respons kekebalan terhadap bakteri atau virus pada vaksin.

3. Vaksin FeLV

Pemberian vaksin ini bertujuan untuk melindungi anabul dari virus leukemia kucing. Virus ini dapat ditularkan melalui, air liur, air seni, dan kotoran. 

Ciri-ciri kucing sakit yang terinfeksi oleh virus ini adalah penurunan nafsu makan, demam, diare, kejang, radang gusi, hingga infeksi pada kulit, kandung kemih dan saluran napas bagian atas.

Vaksin FeLV merupakan vaksin inti yang wajib diberikan pada anak kucing berusia kurang dari satu tahun. Rangkaian vaksinasi ini terdiri dari dua dosis dengan jarak antara satu hingga empat minggu.

4. Vaksin Chlamydophila felis 

Vaksin Chlamydophila felis merupakan jenis vaksin noninti yang diberikan pada anabul dengan risiko tertular penyakit chlamydia atau sesuai dengan rekomendasi dokter hewan. 

Chlamydophila felis adalah jenis bakteri yang menyebabkan konjungtivitis pada kucing. Tanda atau gejala penyakit ini umumnya muncul dalam beberapa hari setelah terinfeksi, dimulai dari keluarnya kotoran mata yang encer. 

Mengutip situs International Cat Care, kucing yang terinfeksi oleh bakteri ini dapat diobati dengan antibiotik, tapi vaksin dapat menjadi salah satu cara untuk mengendalikan infeksi bakteri ini agar tidak menyerang kucing lainnya. 

5. Vaksin Bordetella

Vaksin Bordetella diberikan pada kucing untuk mencegah infeksi bakteri Bordetella bronchiseptica, yakni bakteri yang menyerang saluran pernapasan dan mengakibatkan kucing flu. Bakteri ini juga dapat menjadi penyebab pneumonia pada anak kucing.

Meskipun penyakit ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik, pemberian vaksin diperlukan terutama pada anabul yang terkena wabah penyakit ini berulang kali.

Jadwal pemberian vaksin untuk kucing

serum antirabies

Secara umum, vaksinasi pertama diberikan saat anak kucing berusia 6 – 8 minggu. Kemudian, vaksin dilakukan rutin setiap 3 – 4 minggu sekali hingga kucing berusia 16 – 20 minggu.

Setelah itu, vaksin booster diberikan 12 bulan kemudian. Kucing dewasa membutuhkan rangkaian vaksin inti setiap 1 – 3 tahun sekali, tergantung dengan tingkat kekebalan tubuh dan rekomendasi dari dokter hewan. 

Berikut ini panduan vaksinasi kucing secara umum. 

  • Anak kucing usia 6 – 8 minggu: FVRCP dan FeLV.
  • Anak kucing usia 10 – 12 minggu:  FVRCP dan FeLV.
  • Anak kucing usia 14 – 16 minggu: FVRCP, rabies, dan FeLV.
  • Kucing usia di atas 1 tahun: FeLV (setiap tahun; noninti atau opsional), FVRCP (setiap 3 tahun sekali untuk kucing indoor dan satu tahun sekali untuk kucing outdoor atau sudah tua), rabies (1 tahun atau 3 tahun sekali tergantung dengan peraturan setiap negara).

Perlu Anda ketahui bahwa vaksinasi kucing dipertimbangkan dari berbagai faktor termasuk usia, riwayat kesehatan, risiko infeksi, tingkat keparahan infeksi, peraturan setiap negara, dan merek vaksin. 

Oleh karena itu, selalu diskusikan dengan dokter hewan mengenai jadwal pemberian serta dosis yang tepat sesuai dengan kondisi kucing Anda. 

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

drh. Hevin Vinandra Louqen

Kesehatan · None


Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini · Tanggal diperbarui 13/12/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan