Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Bahayakah Bila Mandi Setelah Bergadang? Ini Faktanya!

    Bahayakah Bila Mandi Setelah Bergadang? Ini Faktanya!

    Mandi setelah begadang mungkin Anda lakukan agar tubuh tetap segar meski tidak tidur semalaman. Namun, beberapa orang tidak melakukannya karena menganggap itu berbahaya bagi kesehatan. Apakah bahaya mandi setelah begadang hanyalah mitos ataukah terbukti benar? Yuk, cari tahu jawabannya di sini!

    Apakah bahaya jika mandi setelah begadang?

    bahaya mandi malam hari

    Setelah bergadang (begadang), tentu Anda akan sangat mengantuk dan lelah karena kurang tidur.

    Biasanya, orang-orang memilih untuk mandi keesokan paginya supaya cepat segar.

    Namun, banyak juga yang bilang bahwa tindakan ini bisa mengundang masalah kesehatan yang serius, bahkan sampai menyebabkan kematian.

    Hingga saat ini memang belum ditemukan penelitian yang membuktikan bahaya mandi setelah begadang.

    Meski begitu, kurang tidur memang dapat mendatangkan banyak masalah bagi tubuh Anda.

    Jadi, sebaiknya Anda tidak membiasakan tidur terlalu larut malam atau bahkan tidak tidur sama sekali.

    Mungkin Anda pernah menemukan kabar orang yang jatuh sakit, pingsan, atau bahkan meninggal dunia karena bergadang.

    Hal ini bisa jadi terjadi bukan karena ia mandi, tetapi karena waktu tidur yang tidak cukup.

    Akibatnya, tubuh menjadi kelelahan karena tidak diberi kesempatan untuk beristirahat.

    Durasi waktu tidur malam yang ideal adalah sekitar 8 jam. Oleh sebab itu, setelah begadang usahakan segera tidur agar tubuh Anda bisa beristirahat.

    Adakah dampaknya bila mandi setelah begadang?

    manfaat mandi malam

    National Health Service menyatakan bahwa ada sejumlah dampak bagi tubuh bila Anda kurang tidur, seperti kelelahan, susah fokus, emosional, dan bisa memicu kecelakaan.

    Meskipun mandi setelah bergadang tidaklah berbahaya, ada beberapa dampak dan risiko yang perlu Anda waspadai, antara lain sebagai berikut.

    1. Menyebabkan irama jantung tidak teratur

    Suhu tubuh Anda mungkin menjadi lebih tinggi karena beraktivitas semalaman yang menguras energi.

    Bila langsung mandi air dingin setelah begadang, tubuh Anda akan kaget karena mengalami perubahan suhu ekstrim secara mendadak.

    Pembuluh darah arteri langsung menyempit karena suhu tubuh yang tiba-tiba dingin. Akibatnya, irama jantung Anda menjadi tidak teratur (aritmia)

    Bila Anda mengidap penyakit pada jantung atau peredaran darah, kondisi ini dapat menyebabkan masalah yang serius bahkan mengancam nyawa.

    2. Bisa menyebabkan flu

    Selain menyebabkan jantung Anda menjadi berdebar-debar, mandi air dingin juga berisiko menyebabkan Anda terserang flu atau masuk angin.

    Menurut studi yang dilakukan oleh Yale University pada tahun 2015, virus lebih mudah menginfeksi pada suhu tubuh yang rendah.

    Mungkin infeksi virus tidak menjadi masalah bila Anda mandi air dingin dalam keadaan tubuh yang fit.

    Namun, kondisi tubuh Anda cenderung lebih lemah bila tidak beristirahat semalam suntuk. Akibatnya, Anda jadi lebih mudah terserang penyakit flu.

    3. Berisiko menyebabkan otot kaku

    Perubahan suhu tubuh yang tiba-tiba bila Anda mandi setelah begadang juga dapat memberikan pengaruh pada otot-otot tubuh Anda.

    Rasa dingin yang tiba-tiba menyerang dapat membuat sirkulasi darah terganggu sehingga membuat otot-otot menjadi lebih kaku.

    Hal ini mungkin bukanlah masalah serius bila Anda tidak memiliki riwayat penyakit yang berhubungan dengan kekakuan otot.

    Namun, bila Anda mengidap penyakit rematik atau memiliki riwayat kejang epilepsi, risiko penyakit tersebut untuk kambuh bisa lebih besar.

    Tips agar tetap segar setelah bergadang

    mengatasi mengantuk setelah makan

    Meskipun ada sejumlah bahaya yang mengintai bila mandi setelah begadang, bukan berarti Anda tidak boleh mandi sama sekali setelah berkegiatan semalam suntuk.

    Untuk mengantisipasi risiko-risiko yang mungkin terjadi, sebaiknya lakukan tips-tips berikut ini.

    1. Berjemur di bawah sinar matahari

    Setelah bergadang, jam biologis Anda jadi berantakan. Otak akan memerintahkan tubuh untuk beristirahat karena mengira inilah saatnya Anda tidur malam.

    Namun, selain mengikuti perintah dari organ-organ tubuh Anda, jam biologis juga akan menyesuaikan diri dengan cahaya di sekitar Anda.

    Oleh sebab itu, cobalah berjemur di bawah sinar matahari pagi setelah bergadang.

    Dengan begitu, tubuh Anda akan segera beradaptasi dan mengembalikan jam biologisnya.

    Cara ini juga bisa membantu mengembalikan suhu tubuh yang normal.

    2. Mandi dengan air hangat dulu

    Jika Anda memang harus segera mandi setelah begadang, hindari langsung menyiram atau membasahi diri dengan air dingin.

    Sebaiknya mulailah dengan air hangat atau air suam-suam kuku terlebih dahulu agar tubuh tidak kaget dengan perubahan suhu yang tiba-tiba.

    Biarkan tubuh Anda menyesuaikan diri dengan suhu air dan suhu di kamar mandi yang biasanya lebih dingin.

    Setelah itu, perlahan ubahlah temperatur air mandi dengan suhu yang lebih dingin untuk memperoleh kesegaran.

    Anda juga bisa mengakhiri mandi dengan dengan membilas tubuh dengan air dingin sebelum mengenakan handuk.

    3. Mengonsumsi kafein

    Minum kopi atau teh yang kadar kafeinnya tinggi bisa menghindarkan Anda dari rasa kantuk setelah terjaga semalaman.

    Anda membutuhkan kira-kira 100-200 miligram kafein. Takaran ini setara dengan kira-kira satu cangkir kopi hitam atau dua cangkir teh hitam.

    Namun, jika sehari-hari Anda sudah biasa minum kafein, takaran teh atau kopi yang Anda butuhkan mungkin lebih tinggi.

    Cobalah minum secangkir lagi di siang atau sore hari.

    Selain mandi setelah begadang, cara ini juga bisa Anda coba agar tubuh jadi lebih segar.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Here’s What Happens When You Don’t Get Enough Sleep (And How Much You Really Need a Night). (2020). Retrieved 24 February 2022, from https://health.clevelandclinic.org/happens-body-dont-get-enough-sleep/

    Why lack of sleep is bad for your health. (2021). Retrieved 24 February 2022, from https://www.nhs.uk/live-well/sleep-and-tiredness/why-lack-of-sleep-is-bad-for-your-health/

    Are Cold Showers Good for You? 4 Health Benefits. (2021). Retrieved 24 February 2022, from https://health.clevelandclinic.org/are-cold-showers-good-for-you/

    D’Amato, M., Molino, A., Calabrese, G., Cecchi, L., Annesi-Maesano, I., & D’Amato, G. (2018). The impact of cold on the respiratory tract and its consequences to respiratory health. Clinical And Translational Allergy, 8(1). doi: 10.1186/s13601-018-0208-9

    Mori, H., Sawada, T., Nishiyama, S., Shimada, K., Tahara, K., & Hayashi, H. et al. (2019). Influence of seasonal changes on disease activity and distribution of affected joints in rheumatoid arthritis. BMC Musculoskeletal Disorders, 20(1). doi: 10.1186/s12891-019-2418-2

    Foxman, E., Storer, J., Fitzgerald, M., Wasik, B., Hou, L., & Zhao, H. et al. (2015). Temperature-dependent innate defense against the common cold virus limits viral replication at warm temperature in mouse airway cells. Proceedings Of The National Academy Of Sciences, 112(3), 827-832. doi: 10.1073/pnas.1411030112

    Rakers, F., Walther, M., Schiffner, R., Rupprecht, S., Rasche, M., & Kockler, M. et al. (2017). Weather as a risk factor for epileptic seizures: A case-crossover study. Epilepsia, 58(7), 1287-1295. doi: 10.1111/epi.13776

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui Apr 05
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita
    Next article: