Hati-hati saat Kerokan di Bagian Leher

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

“Kerokan” adalah cara yang dianggap paling mujarab dan praktis untuk menghilangkan penyakit “masuk angin” di kalangan masyarakat Indonesia. Bagian tubuh yang “dikerok” biasanya mulai dari leher hingga punggung.

Ternyata kerokan memiliki istilah medis yaitu Gua Sha. Apakah kerokan yang dikenal oleh kita saat ini terinspirasi dari Gua Sha atau sebaliknya, sampai saat ini belum ada penjelasan secara jelas.

Apa itu Gua Sha?

Gua Sha adalah pengobatan tradisional yang berasal dari Cina. Sama halnya seperti yang sudah kita temui sehari-hari, pengobatan ini dilakukan dengan cara mengerok bagian tubuh tertentu. Namun alat yang digunakan tak hanya koin saja.

Benda-benda yang dipercaya memiliki energi yang baik untuk tubuh digunakan untuk pengobatan tradisional ini. Di antaranya seperti batu Giok, batu Bian, dan batu Mawar Kuarsa.

Selain itu, ternyata tak hanya Indonesia saja yang mengenal pengobatan tradisional ini, melainkan seluruh kawasan di Asia Tenggara. Bedanya, praktik pengobatan dilakukan secara aman dan lebih hati-hati karena ditangani oleh profesional yang memiliki sertifikat khusus.

Bahaya kerokan terutama pada leher

Berbeda dari negara di Asia Tenggara lain, di Indonesia cara ini sudah menjadi pengobatan yang sangat lumrah untuk dilakukan. Hampir semua kalangan masyarakat tidak ragu untuk meminta untuk dikerok jika terasa keluhan terutama saat masuk angin. Ketika sakit kepala juga tidak jarang yang lebih memilih kerokan di leher daripada meminum obat.

Menurut sebuah penelitian, kerokan dapat meringankan rasa sakit pada leher, bukan menghilangkan sakit kepala. Penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 ini diikuti oleh orang yang merasakan sakit pada leher mereka.

Mereka dibagi ke dalam dua grup, grup pertama menerima pengobatan pada leher dengan menggunakan heat therapy dan grup kedua menerima pengobatan dengan teknik gua sha. Grup yang menerima pengobatan gua sha melaporkan bahwa mereka merasa lebih baik dibandingkan dengan grup yang lainnya.

Kerokan menyebabkan pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit pecah. Sehingga setelah dikerok kulit biasanya akan memerah. Sehingga memerlukan ketelitian dan keahlian khusus yang harus dipraktikkan oleh seorang ahli agar terhindar dari resiko yang tidak diinginkan.

Namun, justru orang Indonesia percaya pecahnya pembuluh darah ini artinya keluhan akan cepat sembuh.

Tak semua orang bisa dikerok

Semua orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Maka dari itu, kerokan sebaiknya dihindari untuk kondisi berikut ini.

1. Memiliki kondisi medis yang berhubungan dengan kulit

2. Orang yang mudah mengeluarkan darah

3. Memiliki infeksi dan luka yang belum pulih sepenuhnya

4. Mengonsumsi obat-obatan pengencer darah

5. Mempunyai riwayat trombosis vena dalam

Orang yang sering atau kebanyakan kerokan akan terus mengandalkan cara pengobatan ini untuk menyembuhkan keluhannya. Terlalu sering kerokan tidak baik untuk kesehatan. Risiko yang ditimbulkan bisa cukup besar karena salah-salah pembuluh darah dapat pecah.

Apalagi kebanyakan masyarakat Indonesia melakukan pengobatan ini tidak berdasarkan pengetahuan. Lebih baik konsultasikan keluhan yang Anda rasakan pada dokter. Jika masih penasaran ingin dikerok, carilah orang dengan keahlian khusus atau profesional agar tidak membahayakan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Anak Kerokan Saat Masuk Angin, Amankah?

Kerokan pada anak-anak memerlukan banyak pertimbangan sebelum dilakukan. Selain kerokan, ada cara lain untuk mengatasi masuk angin. Intip di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 10 Januari 2020 . Waktu baca 3 menit

Memangnya Ampuh Kerokan Bawang Merah untuk Atasi Masuk Angin?

Kerokan dengan bawang merah jadi salah satu andalan masyarakat Indonesia untuk mengatasi masuk angin. Namun, apa benar cara ini ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan, Informasi Kesehatan 5 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Manfaat Herbal Kava Kava dan Bahaya Efek Samping yang Mungkin Timbul

Obat herbal kava kava diyakini bisa menenangkan pikiran dan meredakan nyeri. Tapi ada yang bilang kava menyebabkan kerusakan hati. Mana yang benar, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 15 Juli 2017 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Pijat dengan Batu Panas (Hot Stone Massage)

Pijat batu panas (hot stone massage) adalah salah satu jenis terapi pijat yang sempat nge-tren beberapa tahun belakangan. Ini manfaatnya bagi tubuh.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 9 Maret 2017 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

danshen goji

Benarkah Ramuan Herbal Danshen Goji Bisa Atasi Macam-macam Penyakit?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
obat alami demam anak

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
obat herbal parkinson

Apa Saja Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Parkinson?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 9 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
obat tradisional covid-19

Waspada! Begini Ciri-ciri Obat Herbal yang Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit