3 Gangguan Kesehatan Akibat Sering Memangku Laptop

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda pengguna laptop untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, oasti Anda pernah secara sengaja atau tidak sengaja memindahkan laptop dari meja ke pangkuan paha Anda, karena alasan pegal ataupun yang lain. Menurut mitos yang beredar, memangku laptop dapat membahayakan kesehatan. Apakah ini benar?

Bahaya kebiasaan memangku laptop

1. Menyebabkan gangguan kulit

Laptop yang hangat di paha Anda, ternyata menimbulkan masalah lebih serius dari yang Anda bayangkan.

Sebuah studi dalam jurnal Pediatrics mengupas kasus seorang anak berusia 12 tahun yang terkena kondisi kulit yang berubah warna kecoklatan, berbintik-bintik dan menyakitkan.

Gejala yang secara klasik disebut erythema abigne atau sindrom kulit terpanggang itu diakibatkan oleh penggunaan jangka panjang memangku laptop yang ditempatkan di atas paha.

Studi itu juga mencatat 10 kasus lain yang dilaporkan, dan kemungkinan masih banyak lagi yang tidak dilaporkan. Jadi hal ini bukanlah mitos melainkan fakta.

2. Membunuh sperma

Sebuah artikel dalam jurnal Human Reproduction pada tahun 2005 meneliti hubungan panas laptop dengan jumlah sperma yang berkurang pada pria. Ternyata panas dari laptop dapat menghangatkan sperma laki-laki hingga tidak aktif lagi.

Kondisi ini, yang disebut hipertermia skrotum, berpotensi menjadi masalah besar, terutama karena laptop sangat populer di kalangan pria muda yang berusia produktif. Hal ini merupakan fakta yang harus Anda sadari. Jangan memangku laptop karena bisa mempengaruhi kesuburan Anda.

3. Masalah punggung, pundak dan leher

Risiko lain yang terkait laptop adalah nyeri punggung dan leher karena posisi tubuh yang buruk. Laptop tidak selalu ditempatkan di meja khusus seperti komputer biasa. Tanpa disadari, tidak jarang Anda terlalu membungkuk saat menggunakan laptop yang diletakkan di lantai, di meja kecil, atau di pangkuan.

Hal ini dapat menyebabkan masalah punggung dan leher. Selain itu, masalah pundak juga dapat muncul akibat membawa laptop dengan posisi yang tidak benar. Penggunaan tas selempang bisa memberatkan satu sisi pundak yang sering dipakai.

Untuk melindungi tubuh Anda, sebaiknya Anda menggunakan tas ransel bertali lebar dan berstabilitas tinggi yang dirancang khusus untuk membawa laptop. Anak-anak yang masih tumbuh terutama perlu diwaspadai agar tidak membawa laptop yang berat tanpa perlindungan memadai.

Tips sehat menggunakan laptop

Seorang profesor dalam bidang ergonomis, Alan Hedge, PhD, CPE, memberikan tips agar para pengguna laptop tidak mengalami cidera saat bekerja.

  • Jangan letakkan laptop di depan sumber cahaya yang terang, seperti jendela misalnya. Dua pantulan cahaya secara intens yang berasal dari monitor laptop dan jendela cenderung membuat mata Anda lelah, dan sinar yang terlalu banyak diserap kornea dapat meningkatkan risiko gangguan katarak.
  • Letakkan laptop sejajar arah pandangan mata. Jika tidak ada tempat untuk meletakkan laptop secara baik, jangan ragu untuk meletakkan sebuah benda berbidang datar di pangkuan, seperti bantal kursi, beberapa buku yang tebal dan besar, atau lapisan beberapa koran. Hal ini sangat penting dilakukan untuk meminimalisir ketegangan yang terjadi pada otot dan tulang leher.
  • Gunakan mouse yang dihubungan ke laptop, agar Anda dapat menggerakkan kursor secara baik, terutama bila bidang sentuh atau trackball Anda sulit untuk digunakan.
  • Pastikan mouse dan keyboard laptop dioperasikan setinggi lipatan siku untuk menghindari gangguan pada pergelangan tangan dan ketegangan otot lengan atas.
  • Jika Anda menggunakan laptop bersamaan dengan mengakses dokumen lain, jangan letakkan dokumen tersebut di samping laptop. Gerakan leher yang beralih dari monitor yang sejajar garis pandang ke dokumen yang ada di samping laptop dapat memicu gangguan postur leher. Sebaiknya gunakan tangkai penjepit yang dipasang sejajar monitor sehinga Anda mendapatkan sudut baca yang sejajar dengan sudut pandang ke monitor laptop.
  • Setiap satu jam sekali selama Anda bekerja di depan laptop, sisihkan 5 menit untuk beristirahat dan melakukan peregangan. Hal ini diperlukan agar tubuh tidak mengalami ketegangan.
  • Jika laptop harus dibawa seharian, pertimbangkan berat laptop lengkap dengan segala peralatannya, seperti power supply, external drive, atau baterai. Pastikan bobotnya tidak lebih dari 3,5 kilogram. Membawa beban yang lebih berat dari bobot tersebut cenderung memicu cedera pada salah satu atau kedua otot bahu. Jika Anda tetap harus membawanya, pikirkan untuk memiliki carrier beroda. Dan hindari memangku laptop.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit