home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Kesehatan Bagi Si Pemilik Bokong Besar

5 Manfaat Kesehatan Bagi Si Pemilik Bokong Besar

Bagi wanita, memiliki bokong besar bisa dianggap sebagai anugerah. Namun di balik manfaat estetika, bokong besar juga memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.

Jika Anda adalah wanita dengan berat badan sehat dan bokong yang cenderung lebih besar, selamat! Ini beberapa keuntungan yang Anda miliki.

Terhindar dari risiko cedera tulang belakang saat hamil

Seperti dilansir WebMD, sebuah studi dari University of Texas mengungkapkan bahwa pria lebih tertarik kepada wanita yang memiliki bokong tampak lebih menonjol. Umumnya pria menyukai wanita yang tulang belakangnya melengkung sekitar 45 derajat di bagian atas bokong mereka.

Penelitian yang dipimpin oleh David Lewis, yang sekarang merupakan ahli psikologi dari Bilkent University di Turki, mengungkap bahwa derajat kelengkungan wanita tersebut memungkinkan wanita menggeser pusat berat badan mereka kembali ke atas pinggul saat sedang hamil.

“Wanita yang memiliki bokong besar dengan kelengkungan tulang belakang sekitar 45,5 derajat, ketika membawa bayi di dalam perutnya, ia tidak akan memiliki risiko cedera tulang belakang jika dibandingkan wanita yang tulang belakangnya biasa saja,” tutur Lewis.

Risiko terkena penyakit jantung dan diabetes lebih kecil

Sebuah penelitian yang dilakukan sejumlah peneliti dari University of Oxford, Inggris seperti dikutip dari AskMen, mengungkapkan bahwa wanita dengan bokong yang lebih besar biasanya lebih kebal dari penyakit kronis.

Dr. Michael Jensen, direktur penelitian endokrin dari Mayo Clinic di Rochester, Minnesota mengatakan, jika tubuh Anda kelebihan lemak, akan lebih baik jika kelebihan lemak tersebut tersimpan di bagian bawah tubuh dibanding di bagian perut ke atas.

“Jika Anda melihat orang-orang yang memiliki bentuk seperti buah pir, mereka biasanya cenderung lebih sehat dibanding orang-orang yang lemak tubuhnya di bagian atas. Tidak hanya mengurangi risiko serangan jantung atau diabetes, lokasi timbunan lemak ini juga lebih baik dalam melindungi organ tubuh kita,” tutur Jensen.

Lemak di bokong merupakan lemak baik

Dokter dan juru bicara American College of Sports Medicine, Pamela M. Peeke, MD, mengatakan bahwa lemak yang ada pada bokong merupakan lemak baik. Tidak seperti lemak putih yang ada di usus dan berada di sekitar organ dan bisa menyebabkan peradangan, tekanan darah tinggi, dan penyakit, bokong besar memiliki banyak sekali lemak kuning, yang merupakan lemak baik.

Kadar kolesterol aman

Anda yang memiliki bokong besar sangat beruntung, karena para peneliti menemukan bahwa bokong besar memiliki hubungan dengan kadar kolesterol yang aman, yang berarti memiliki risiko rendah terkena penyakit kronis. Wanita dengan bokong besar dan pinggang lebih kecil memiliki kadar kolesterol HDL yang lebih tinggi (kolesterol baik yang membantu arteri Anda bersih) dan kolesterol LDL yang lebih rendah (kolesterol jahat yang bisa menghambat arteri).

Bokong besar membentuk postur yang lebih sehat

Dr. Peeke menjelaskan bahwa panggul yang tegang adalah hasil dari duduk terlalu lama dan bisa membuat Anda sulit berdiri tegak. Namun, bokong yang kuat bisa membantu memperpanjang fleksor panggul Anda dan menjaga postur tubuh Anda tetap sejajar, sekaligus membantu menghilangkan rasa nyeri akibat posisi duduk dan berdiri yang tidak baik.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditulis oleh Satria Perdana pada 24/12/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x