3 Cara Mengobati Benjolan di Leher yang Paling Terbukti Manjur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Adanya benjolan di leher mungkin membuat Anda jadi cepat panik. Terlebih jika benjolan ini menyebabkan rasa sakit dan cenderung terus membesar. Bila demikian, Anda tentu ingin segera mencari cara mengobati benjolan di leher agar kembali kempis dan sembuh. Lantas, apa saja pengobatan yang bisa dilakukan? Mari simak ulasan berikut ini.

Apakah benjolan di leher selalu berbahaya?

sensasi globus

Munculnya benjolan di leher tentu membuat orang yang mengalaminya panik. Namun, kebanyakan benjolan di leher nyatanya tidak membahayakan kesehatan. Benjolan yang ada di leher bisa berukuran kecil atau membesar, tergantung dari penyebab benjolan di leher itu sendiri. Namun, sebagian besar benjolan yang muncul di leher tergolong tumor jinak alias non-kanker.

Kebanyakan kasus benjolan leher disebabkan oleh pembengkakan kelenjar tiroid. Biasanya, benjolannya akan membesar dan membuat Anda sulit menelan atau bernapas. Benjolan di leher juga bisa disebabkan oleh gigitan serangga atau infeksi pilek. Biasanya benjolannya cenderung kecil dan lebih mudah disembuhkan.

Bagaimana cara mendeteksi penyebab benjolan di leher?

benjolan di leher benjolan di leher kanan, benjolan di leher belakang, benjolan di leher kiri, benjolan di leher anak, kelenjar getah bening

Sebelum Anda menentukan cara mengobati benjolan di leher, Anda perlu tahu dulu penyebabnya. Beberapa benjolan leher dapat berpotensi kanker sehingga pengobatannya pun tidak bisa sembarangan.

Itu kenapa Anda sebaiknya tetap pergi ke dokter dulu untuk mendapatkan diagnosis resminya. Deteksi penyakit sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit sebelum semakin parah.

Menurut American Academy of Otolaryngology, kanker kepala dan leher yang bermula dari benjolan dapat lebih mudah disembuhkan. Namun dengan catatan, penyakit tersebut sudah terdeteksi lebih awal dan segera ditangani, seperti dilansir dari Healthline.

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi benjolan di leher, yaitu:

  1. Tes pencitraan, meliputi USG, radiasi sinar-X, CT scan, MRI, atau PET scan.
  2. Fine-needle Aspiration Cytology (FNAC), yaitu sejenis biopsi dengan memasukkan jarum kecil ke benjolan dan mengambil sampel sel tumor untuk diteliti.

Beragam cara mengobati benjolan di leher

benjolan berisi nanah di leher

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara mengobati benjolan di leher tergantung dari masing-masing penyebab. Jika benjolan Anda disebabkan oleh infeksi bakteri, maka hal ini dapat diobati dengan pemberian antibiotik dari dokter.

Namun, bila benjolan di leher cenderung mengarah ke kanker, maka dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tindakan pembedahan. Sebab jika tidak, sel kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan menyebabkan kanker getah bening.

Berbagai cara mengobati benjolan di leher di antaranya:

1. Operasi

Benjolan yang sudah telanjur besar dan cenderung berbahaya perlu segera diangkat melalui operasi. Selain untuk mengangkat tumor, operasi ini juga bertujuan untuk memulihkan fungsi menelan dan berbicara yang terhambat akibat adanya tumor tersebut.

Pada saat-saat tertentu, operasi plastik atau terapi wicara mungkin diperlukan untuk mengoptimalkan kulit bekas operasi dan gangguan bicara akibat tumor. Jangan ragu untuk menanyakannya ke dokter jika Anda memerlukannya.

2. Terapi radiasi

Terapi radiasi adalah salah satu cara mengobati benjolan di leher dengan menggunakan radiasi sinar-X yang kuat. Cara ini umumnya dilakukan jika benjolan di leher Anda merupakan pertanda kanker.

Terapi radiasi dapat membantu mengecilkan sel kanker pada benjolan sekaligus menjaga jaringan-jaringan sehat dari kerusakan. Dokter akan memilihkan jenis terapi radiasi yang paling cocok untuk jenis kanker Anda.

3. Kemoterapi

Sama dengan terapi radiasi, kemoterapi juga hanya bisa dilakukan pada benjolan yang mengarah pada kanker. Kemoterapi dapat membantu mengecilkan tumor sebelum Anda menjalani tindakan operasi atau terapi radiasi. Selain itu, kemoterapi juga dapat meredakan nyeri yang banyak dikeluhkan oleh penderita kanker.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Tiba-Tiba Susah Kentut? Tak Perlu Pusing, Begini Cara Mengatasinya

Pernah merasakan tidak bisa kentut? Tentu rasanya sangat mengganggu dan membuat perut terasa sakit. Tenang, atasi masalah susah kentut dengan cara alami ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Ragam Makanan dengan Kandungan Bakteri yang Baik untuk Usus

Tubuh kita membutuhkan bakteri dalam usus untuk menjaga fungsinya. Cari tahu makanan yang baik untuk usus dalam artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Pencernaan 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Salah cara memotong kuku sering memicu cantengan dan infeksi jamur kuku. Bagaimana cara gunting kuku yang aman? Ikuti panduan ini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
tidak enak badan

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makan makanan yang sama

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit