Apa Artinya Jika Muncul Keringat Dingin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Saat udara di sekitar Anda terasa panas atau suhu tubuh Anda meningkat, misalnya karena demam, tubuh akan secara otomatis mengeluarkan keringat. Akan tetapi, kadang keringat bisa muncul bahkan saat Anda berada di ruangan yang sejuk. Badan Anda juga tidak terasa panas. Fenomena ini dikenal dengan sebutan keringat dingin. Kondisi ini cukup umum, hampir setiap orang pernah mengalaminya. Namun, Anda harus berhati-hati. Jika muncul keringat dingin yang disertai dengan gejala lain atau hal ini kerap kali terjadi, bisa jadi Anda mengidap penyakit tertentu yang belum Anda ketahui. Maka, simak baik-baik serba-serbi keringat dingin berikut ini.

Apa bedanya keringat biasa dan keringat dingin?

Keringat dingin terjadi ketika permukaan kulit Anda terasa dingin tapi lembap karena produksi keringat. Berbeda dengan keringat biasa yang akan muncul saat Anda merasa kepanasan, suhu tubuh Anda pun akan meningkat pula. Sementara ketika muncul keringat dingin, Anda justru merasa kedinginan. Kalau berkeringat saat Anda kepanasan adalah hal yang wajar, keringat dingin bukanlah reaksi tubuh yang wajar.

Keringat dingin artinya apa?

Ada beberapa faktor yang bisa memicu munculnya keringat dingin. Faktor tersebut bisa berupa kondisi psikologis seperti stres maupun kondisi fisik seperti penyakit. Perhatikan beberapa kemungkinan berikut ini.

Rasa takut, cemas, dan stres

Ketika Anda merasa takut, cemas, panik, atau stres, tubuh akan mengartikannya sebagai suatu ancaman. Sebagai reaksi terhadap ancaman, kelenjar keringat Anda akan memicu produksi keringat meskipun suhu tubuh atau udara di sekitar Anda tidak meningkat. Keringat yang muncul saat Anda stres akan diproduksi oleh kelenjar keringat apokrin yang berbeda dengan kelenjar ekrin yang bertugas untuk memproduksi keringat guna mengatur suhu tubuh.

Rasa sakit dan nyeri

Jika rasa sakit atau nyeri pada bagian tubuh tertentu sudah tak tertahankan lagi, keringat dingin pun hadir sebagai cara tubuh mempertahankan diri terhadap ancaman berupa rasa sakit. Inilah mengapa pada orang yang sakit kepala, migrain, patah tulang, atau luka berat akan muncul keringat dingin.

Kurang oksigen

Kalau seseorang tiba-tiba sulit bernapas, suplai oksigen dalam darah pun akan menurun. Akibatnya, otak tidak menerima kadar oksigen yang cukup. Otak akan kemudian membaca situasi tersebut sebagai ancaman dan akhirnya memproduksi keringat dingin. Kekurangan oksigen bisa disebabkan oleh penyakit paru, keracunan, atau berada di tempat tinggi (altitude sickness).

Tekanan darah rendah

Tekanan darah yang normal berkisar pada angka 120/80 mm Hg. Jika tekanan darah Anda turun di bawah kadar tersebut, Anda akan merasa pusing, lemas, dan muncul keringat dingin. Beberapa hal pemicu tekanan darah rendah antara lain kurang minum air, kurang gizi, atau faktor genetik.

Gula darah rendah

Kadar gula darah rendah atau hipoglikemia adalah suatu kondisi yang umum ditemui pada penderita diabetes yang menggunakan insulin. Namun, hipoglikemia juga bisa terjadi jika Anda kebanyakan minum alkohol, kurang gizi, atau terlambat makan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan muncul keringat dingin, gemetar, pandangan kabur, pucat, dan sakit kepala.  

Serangan jantung

Hati-hati jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung. Munculnya keringat dingin bisa menandakan serangan jantung apabila disertai dengan rasa sakit di dada (angina), nyeri pada lengan, pusing, hingga hilang kesadaran. Serangan ini bisa terjadi jika darah tidak bisa mencapai jantung karena pembuluh darah Anda terhambat. Pemicunya antara lain kurang tidur, kebiasaan merokok, dan obesitas.

Guncangan medis (shock)

Guncangan medis terjadi saat aliran darah menuju otak atau organ-orang tubuh yang vital lainnya secara tiba-tiba berkurang atau berhenti. Hal ini menyebabkan tubuh mengalami guncangan. Apabila tidak ditangani dengan tepat, guncangan medis dapat menyebabkan kematian. Faktor yang meningkatkan risiko guncangan pun ada berbagai macam, mulai dari alergi, keracunan darah (sepsis), kerusakan sistem saraf, atau gagal jantung. Salah satu gejala dari guncangan medis adalah muncul keringat dingin.

Infeksi

Berbagai infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri juga menjadi penyebab keringat dingin. Keringat dingin merupakan reaksi tubuh yang terjadi untuk melawan berbagai jenis penyakit dari  infeksi virus dan bakteri. Penyakit yang disebabkan oleh virus seperti HIV, tuberkulosis, influenza, dan hepatitis akan menunjukkan gejala lain di samping keringat dingin yang perlu Anda waspadai seperti lemas, nyeri otot, dan demam.

Gangguan sistem imun

Keringat dingin, terutama yang biasanya terjadi di malam hari saat Anda tidur dengan suhu ruangan yang normal bisa jadi tanda adanya masalah pada sistem imun atau kekebalan tubuh Anda. Orang-orang yang didiagnosis dengan kanker kelenjar getah bening, leukemia, dan penyakit autoimun umumnya melaporkan keringat dingin berlebihan sebagai gejala awalnya.

Obat-obatan

Muncul keringat dingin saat Anda mengonsumsi obat-obatan adalah efek samping yang cukup banyak dikeluhkan pasien. Obat antibioik, tekanan darah, suplemen herbal, paracetamol, niasin, dan tamoxifen berisiko menyebabkan keringat dingin berlebihan. Segera beri tahu dokter Anda apabila keringat dingin yang Anda alami sudah terlalu sering muncul dan sangat mengganggu.

Meredakan keringat dingin

Saat muncul keringat dingin, Anda pasti merasa tidak nyaman. Apalagi jika Anda sedang beraktivitas atau berada di tempat umum. Untuk meredakan keringat dingin, cobalah untuk menarik napas dalam selama beberapa kali hingga Anda merasa lebih tenang. Pastikan juga bahwa Anda menjaga pola makan yang sehat dengan gizi seimbang. Kalau muncul keringat dingin yang disertai gejala-gejala lain yang sudah disebutkan di atas, periksakan diri ke dokter untuk mencari apa akar masalahnya dan mendapatkan penanganan yang terbaik.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Masalah bau badan tak sedap bikin kurang pede? Tenang, dua bahan alami ini bisa membantu mengurangi bau badan ketika deodoran saja tidak mempan.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Siapa yang Berkeringat Lebih Banyak? Pria atau Wanita?

Jika ditanya siapa di antara pria dan wanita yang berkeringat lebih banyak, wajar jika banyak yang menjawab pria. Apakah ini benar? Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau

Sering Mencium Sesuatu Tapi Tak Ada Wujudnya? Mungkin Anda Mengalami Phantosmia!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit