home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Berbagai Gejala Stroke Ringan, Ketika dan Setelah Serangan Stroke

Kenali Berbagai Gejala Stroke Ringan, Ketika dan Setelah Serangan Stroke

Stroke terjadi ketika pasokan darah menuju otak terganggu atau sama sekali berkurang, sehingga jaringan otak kekurangan oksigen dan nutrisi. Ini dapat merusak atau mematikan sel-sel otak. Bagian otak yang berbeda mengendalikan fungsi tubuh yang berbeda, sehingga stroke dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh. Meskipun sulit untuk memprediksi munculnya stroke, tapi Anda dapat mengetahui gejala stroke ringan ataukah gejala serangan stroke.

Apa saja gejala stroke yang mungkin muncul?

Setiap orang mungkin akan memiliki gejala stroke yang berbeda-beda. Namun, beberapa kondisi berikut termasuk gejala stroke yang umum.

  • Sulit berbicara atau memahami orang lain
  • Mati rasa atau terkulai lemas di satu sisi wajah atau tubuh
  • Sulit berjalan dan menyeimbangkan badan
  • Masalah penglihatan
  • Sakit kepala yang parah
  • Pusing
  • Sulit menelan

Dari gejala-gejala tersebut, beberapa orang yang mengalami stroke mungkin juga tidak merasakan sakit. Meski begitu, waspadai semua gejala dan segera temui dokter Anda jika mengalami beberapa gejala tersebut.

Siapa pun yang mungkin mengalami stroke tidak boleh mengemudi. Gejalanya dapat dengan cepat menjadi lebih buruk, dan dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain dalam kecelakaan.

Mengenali gejala stroke

National Stroke Association merekomendasikan strategi mudah untuk membantu Anda mengenali apakah seseorang mengalami stroke. Jika Anda berpikir bahwa seseorang di sekitar Anda mengalami stroke, coba lakukan FAST (face, arm, speech, time). Ini adalah sebuah strategi yang berarti:

  • Face: wajah Anda terkulai
  • Arm: lengan Anda melemah
  • Speech: kesulitan dalam berbicara

Jika seseorang tidak bisa mengangkat kedua lengan, tersenyum dengan kedua sisi mulut, atau mengucapkan kalimat lengkap, penting untuk mencari perawatan darurat. Ini bisa menjadi gejala stroke. Karena semakin lama stroke tidak diobati, akan semakin memperparah keadaan Anda.

Apa yang terjadi setelah mengalami serangan stroke?

Efek dari stroke bisa bervariasi, tergantung pada area otak yang terkena. Selain itu, lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menerima perawatan juga berpengaruh. Penundaan pengobatan memungkinkan lebih banyak sel otak yang rusak atau mati.

Beberapa orang mungkin hanya mengalami efek kecil setelah stroke, seperti kelelahan atau gangguan pada sistem koordinasi. Sementara lainnya, mungkin perlu mempelajari kembali fungsi dasar, seperti berjalan dan menelan, dan membutuhkan perawatan lanjutan.

Biasanya orang yang pernah memiliki stroke akan mengalami gangguan penglihatan, dampak fisik dan emosional.

Setelah stroke, beberapa orang mengalami:

  • Sulit menelan (disfagia)
  • Tidak bisa mengangkat kaki bagian depan (foot drop)
  • Masalah kencing atau buang air besar
  • Rasa sakit, kejang
  • Kelelahan
  • Lumpuh
  • Masalah tidur
  • Kejang otot

Seseorang mungkin memiliki satu atau lebih dari gejala ini, yang keparahannya dapat meningkat atau juga bisa semakin membaik.

Selain itu, stroke bisa membuat seseorang merasa terguncang, bingung, dan takut. Seseorang yang mengalami stroke mungkin mengalami depresi, gelisah, stres, merasa terbebani dan kehilangan identitasnya.

Berbicara dengan seorang profesional dapat membantu mengatasi perasaan-perasaan ini. Seorang terapis dapat membantu seseorang untuk mengatasi dampak emosional stroke dan membuat perubahan untuk mengurangi stres.

Gejala stroke ringan

Stroke Ringan atau transient ischemic attack (TIA), yang juga dikenal dengan ministroke, adalah keadaan di mana saraf kekurangan oksigen akibat dari aliran darah yang terganggu yang berlangsung kurang dari 24 jam, biasanya dalam waktu beberapa menit. Stroke ringan juga muncul ketika bagian otak tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

Tanda dan gejala stroke ringan sama dengan stroke lainnya, tetapi dapat berlalu lebih cepat.

Suatu ministroke biasanya berlangsung antara beberapa menit dan beberapa jam. Gejala stroke ringan dapat berlalu begitu cepat sehingga seseorang nyaris tidak memperhatikannya. Misalnya, seseorang mungkin mengalami kesulitan berbicara atau bergerak selama beberapa menit sebelum berfungsi kembali.

Siapa pun yang mencurigai dirinya mengalami gejala stroke ringan, maka harus segera mencari perawatan darurat. Meskipun ministroke bukan stroke, kondisi ini harus diperlakukan sama seriusnya.

Mengalami ministroke adalah peringatan bahwa Anda berisiko tinggi terkena stroke. Untuk mengatasi risiko ini, harus segera diobati.

Satu dari setiap tiga orang yang mengalami ministroke akhirnya mengalami stroke iskemik dalam satu tahun dari ministroke. Seringkali, stroke terjadi dalam beberapa hari atau minggu setelah mengalami kondisi ini.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What does a stroke feel like? During, after, and ministrokes https://www.medicalnewstoday.com/articles/321717.php?sr diakses 23 Juli 2018.

What Does a Stroke Feel Like? Warning Signs and More https://www.healthline.com/health/stroke/what-does-a-stroke-feel-like#3 diakses 23 Juli 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 11/08/2018
x