5 Cara untuk Melupakan Sesuatu yang Tidak Ingin Anda Ingat

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang memiliki memori, entah itu yang baik maupun buruk. Keduanya melekat erat, bahkan kadang kembali terlintas. Saat ingatan yang baik muncul, Anda mungkin akan tersenyum bahagia. Sebaliknya, kenangan buruk justru bisa menyebabkan trauma atau fobia. Ingatan negatif tersebut tentu ingin dilupakan. Namun, bagaimana cara menghilangkan ingatan atau melupakan sesuatu yang buruk?

Kenapa ingatan buruk terekam jelas di otak?

Sebelum membahas cara melupakan sesuatu yang tidak ingin Anda ingat, pahami dulu bagaimana kerja otak dalam mengolah memori.

Otak Anda memiliki ruangan khusus untuk menyimpan memori. Meskipun sudah berhari-hari bahkan berpuluh tahun lamanya, ingatan ini masih tetap dapat Anda ingat. Kenapa? Ini terjadi karena protein merangsang sel-sel otak untuk membentuk koneksi pada ingatan lama.

Namun, koneksi tersebut bisa berubah-berubah. Kadang ada potongan-potongan ingatan yang terlupakan atau malah lebih jelas, bahkan terkesan berlebihan. Contohnya, laba-laba yang jatuh tepat di dekat mata Anda saat tertidur.

Ingatan tersebut bisa saja bertambah buruk disebabkan oleh banyak faktor, seperti film atau foto yang menampilkan laba-laba mengerikan. Semakin jelas dan berlebihan ingatan tersebut, semakin besar kemungkinannya dapat menyebabkan fobia.

Jika seseorang sudah mengalami fobia, salah satu cara untuk melupakan sesuatu yang ditakuti ini adalah meminta bantuan dokter atau psikolog.

Studi pada jurnal Current Directions in Psychological Science melaporkan bahwa ingatan buruk akan jauh lebih sulit untuk dilupakan karena kebanyakan orang mengingatnya lebih jelas. Ingatan buruk diketahui melibatkan bagian otak, yakni amigdala dan korteks orbitofrontal yang juga bertugas memproses emosi.

Cara menghilangkan ingatan buruk

Sesuatu yang ingin Anda lupakan, biasanya membuat Anda takut, cemas, sedih, dan tertekan. Dalam kasus yang lebih parah, emosi yang Anda rasakan saat ingatan tersebut kembali muncul, bisa menghambat aktivitas.

Sebenarnya Anda tidak dapat menghilangkan ingatan buruk dari otak, tapi Anda bisa mengurangi keterlibatan emosi yang muncul sebagai salah satu cara agar tak lagi merasakan cemas atau takut seperti sebelumnya.

Untuk keluar dari masalah ini, Anda bisa mencoba berbagai cara berikut ini.

1. Cari tahu pemicu

perbedaan fobia dan takut

Kenangan yang buruk, menyedihkan, atau memalukan tidak selalu ada di kepala Anda. Kenangan ini akan muncul karena ada pemicunya, seperti aroma, gambar tertentu, atau suara.

Contohnya, si A yang pernah memiliki trauma pemberontakan, akan mengingat kejadian tersebut ketika mendengar suara keras, asap tebal, atau keramaian. Nah, suara keras, asap tebal, dan keramaian inilah yang menjadi pemicu A mengingat kenangan buruknya.

Mengetahui pemicu adalah cara mendasar untuk membantu Anda menghilangkan sesuatu yang buruk dari ingatan. Semakin peka Anda pada pemicu ini, besar peluangnya bagi Anda untuk mengendalikan diri sekaligus memutus hubungan antara pemicu dengan ingatan yang negatif.

2. Konsultasi ke psikolog

sindrom tourette

Jika ingatan buruk sampai membuat Anda trauma, sudah saatnya berkunjung ke psikolog. Tujuannya, agar ahli psikologis dan kesehatan jiwa bisa membantu Anda menemukan cara tepat untuk melupakan sesuatu yang membuat trauma.

Setelah trauma terjadi, psikolog akan meminta Anda untuk menunggu beberapa minggu agar emosi Anda kembali stabil. Kemudian, Anda akan diminta untuk mencerita kembali pengalaman atau kejadian yang membuat Anda trauma sekali atau dua kali seminggu.

Mengingat ingat buruk berulang kali ini ternyata bertujuan untuk memaksa otak merekonstruksi kejadian dan mengurangi trauma emosional yang dialami. Meski ingatan tersebut tidak dapat dihapus, setidaknya emosi yang muncul tak lagi sesensitif sebelumnya.

3. Melakukan memory suppression

tips melakukan konsultasi ke psikolog pertama kali

Menurut studi pada jurnal Trends In Cognitive Science, memory suppression (penekanan memori) dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menghilangkan ingatan buruk yang terus muncul.

Studi tersebut menunjukkan bahwa menggunakan fungsi otak dalam tingkat tinggi, seperti penalaran dan berpikir rasional bisa mengganggu kerja otak dalam mengingat suatu memori. Teknik ini sebenarnya sama saja dengan melatih otak untuk mematikan suatu ingatan dengan menggantikannya dengan ingatan lain yang lebih menyenangkan.

4. Exposure therapy

konsultasi psikologi

Terapi ini sebenarnya adalah pengobatan untuk PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Namun, bisa juga dilakukan sebagai cara untuk membantu menghilangkan ingatan seseorang akan peristiwa yang menyedihkan dan menakutkan.

Terapi ini melibatkan penuturan kembali kejadian yang membuat trauma, diikuti dengan latihan menghadapi trauma tersebut. Terapis mungkin akan memberikan pasien sesuatu atau membawa pasien ke tempat yang memicu munculnya trauma.

5. Minum obat propanolol

alprazolam obat apa

Obat propranolol adalah obat untuk hipertensi, yang sering digunakan untuk mengobati orang yang mengalami trauma. Obat ini dapat mengurangi respons tubuh terhadap kecemasan, seperti tangan bergetar, berkeringat, jantung berdetak kencang, dan mulut kering.

Propranolol adalah obat tekanan darah dari kelas obat yang dikenal sebagai beta blocker, dan sering digunakan dalam pengobatan kenangan traumatis.

Setelah diminum, propanolol akan mengurangi respons emosional yang muncul ketika Anda mengingat trauma. Perawatan ini akan lebih efektif jika dibarengi dengan terapi.

Sumber foto: CAIPA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Game Mengasah Otak yang Bisa Anda Coba di Rumah

Game disebut dapat membantu mengasah dan meningkatkan fungsi otak Anda. Benarkah demikian? Berikut daftar game asah otak yang bisa Anda coba.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Informasi Lengkap Otak Tengah, Termasuk Struktur, Fungsi, dan Gangguannya

Berdasarkan letaknya, otak Anda terbagi menjadi bagian depan, tengah (midbrain), dan belakang. Yuk, kenali struktur dan fungsi dari otak tengah berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Informasi Lengkap tentang Kondisi Mati Batang Otak

Mati batang otak adalah kondisi fatal yang merupakan salah satu tanda dari seseorang mengalami kematian. Pahami tentang kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 26 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertajam Daya Ingat Dengan Berolahraga Ringan 10 Menit Saja, Yuk!

Tak hanya menyehatkan tubuh, olahraga ternyata bisa menjadi salah satu cara mempertajam ingatan. Fakta ini telah dibuktikan para ahli melalui penelitian.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Otak dan Saraf 25 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ingatan fotografis

Benarkah Ada Orang yang Punya Ingatan Fotografis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
demensia frontotemporal dementia adalah

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal Dementia)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
tidur berlebihan

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
mengganggu kesehatan mental

7 Kebiasaan Buruk yang Membuat Anda Rentan Alami Gangguan Mental

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit