home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Beragam Pilihan Obat untuk Sakit Kepala di Belakang

Beragam Pilihan Obat untuk Sakit Kepala di Belakang

Pilihan obat sakit kepala dapat bervariasi sesuai dengan penyebab dan lokasi sakitnya. Artikel ini akan membahas berbagai obat yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi sakit kepala belakang.

Daftar obat sakit kepala di bagian belakang

Dikutip dari Medical News Today, sakit kepala di belakang itu sendiri paling sering disebabkan oleh tension headache, migrain, penggunaan obat sakit kepala yang berlebihan, oksipital neuralgia, dan aktivitas olahraga yang berat.

Berikut adalah berbagai daftar obat-obatan yang bisa digunakan dan dapat Anda konsumsi.

1. Aspirin

Sakit kepala belakang yang disebabkan oleh tension headache atau sakit kepala tegang bisa disembuhkan dengan minum obat aspirin tablet.

Aspirin termasuk ke dalam golongan obat salisilat. Obat-obatan ini bekerja menghambat enzim tubuh untuk menghentikan produksi hormon prostaglandin yang terlalu banyak. Prostaglandin itu sendiri adalah hormon yang dapat memicu rasa sakit dengan mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Saat aspirin menghalangi aktivitas enzim tersebut, produksi hormon prostaglandin akan berhenti sehingga hormon tersebut tidak bisa mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Saat itulah, sakit kepala Anda akan mereda.

Dosis yang dianjurkan untuk meredakan sakit kepala adalah 30- 650 mg yang diminum setiap 4-6 jam sekali. Telan obat seutuhnya dengan minum segelas penuh air putih (240 mL), jangan menghancurkan, mengunyah, atau membelah tablet. Jangan pula menelungkupkan badan selama setidaknya 10 menit setelah Anda telah minum obat ini.

2. Paracetamol

Paracetamol adalah obat analgesik untuk mengatasi sakit kepala di belakang akibat otot-otot leher yang menegang atau akibat stres.

Penggunaan obat ini sebagai obat sakit kepala belakang akibat sakit kepala tegang didukung oleh sebuah penelitian yang dimuat dalam Cochrane Database Systematic Reviews yang menyatakan bahwa paracetamol efektif dalam mengatasi gejala sakit kepala tegang dalam waktu dua jam.

Sama halnya dengan aspirin, obat ini juga mengatasi rasa sakit kepala dengan menghalangi aktivitas enzim siklooksigenase untuk menghentikan produksi hormon prostaglandin di dalam tubuh. Namun, jika Anda hendak menggunakan obat ini sebagai obat sakit kepala belakang, pastikan Anda menggunakannya dengan hati-hati.

Pasalnya, terlalu banyak menggunakan acetaminophen dapat menyebabkan rebound headache, atau sakit kepala karena terlalu banyak mengonsumsi obat pereda nyeri. Selain itu, penggunaan obat ini secara berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan liver.

Hal lain yang peru diingat, hindari mengonsumsi alkohol berbarengan dengan paracetamol atau setelahnya karena interaksinya dapat meningkatkan risiko penyakit hati.

3. Sumatriptan

Jika sakit kepala di bagian belakang yang Anda rasakan disebabkan oleh migrain, Anda bisa menggunakan sumatriptan untuk mengatasinya. Obat ini termasuk ke dalam kelas obat-obatan triptan, yang bekerja memengaruhi reseptor serotonin di dalam kepala.

Saat Anda mengalami migrain, biasanya terjadi vasodilation atau pembuluh darah melebar. Obat ini dipercaya dapat menghalangi rasa sakit di kepala dengan menyempitkan pembuluh darah demi meredakan migrain. Sumatriptan juga diyakini dapat meredakan rasa sakit dengan cara memengaruhi saraf tertentu yang terdapat di dalam otak.

Namun, Anda harus berhati-hati dengan penggunaan obat ini. Pasalnya, obat ini tidak aman untuk digunakan jika Anda memiliki riwayat serangan jantung, riwayat stroke ringan atau transient ischemic attack, penyakit jantung koroner, atau berbagai jenis angina. Maka dari itu, Anda hanya bisa menggunakan obat ini jika diresepkan oleh dokter.

Obat ini memiliki berbagai sediaan, mulai dari obat minum berupa pil, obat semprot, obat injeksi, hingga obat bubuk.

4. Octreotide

Octreotide adalah salah satu pilihan obat yang bisa Anda gunakan jika mengalami sakit kepala cluster di bagian belakang tengkorak.

Octreotide adalah bentuk sintetis dari hormon somatostatin, salah satu hormon pertumbuhan, di dalam otak. Obat ini bekerja mengurangi jumlah hormon somatostatin di dalam tubuh.

Obat ini digunakan dengan cara disuntikkan ke pembuluh darah Anda sebagai upaya untuk mengatasi sakit kepala di bagian belakang.

Meski begitu, tidak semua orang bisa menggunakan obat ini. Konsultasi dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi octreotide.

5. Naproksen

Naproksen atau naproxen merupakan obat NSAID yang bisa Anda gunakan untuk menghilangkan rasa sakit akibat berbagai kondisi. Obat ini juga dapat mengatasi sakit kepala tegang akibat nyeri otot leher hingga sakit kepala dan migrain saat menstruasi.

Cara kerjanya adalah sebagai penghalang zat pada tubuh yang memproduksi penyebab peradangan. Dosis yang dibutuhkan adalah 275 mg naproksen sodium atau 250 mg naproksen setiap 6 sampai 8 jam sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan dosis maksimum dari naproksen adalah sekitar 1000 mg.

Obat ini pun memiliki efek samping berupa sakit perut, diare, pusing, kulit gatal, serta penglihatan yang kabur. Diskusikan lebih lanjut tentang tata cara penggunaan obat ini dengan dokter untuk menghindari risikonya.

Obat sakit kepala belakang dari bahan alami

Tidak hanya obat sakit yang terdiri dari obat-obatan kimia, Anda juga bisa meredakan sakit kepala di bagian belakang menggunakan bahan-bahan alami berikut ini.

1. Minyak esensial

Beberapa jenis minyak esensial bisa digunakan untuk mengatasi sakit kepala di bagian belakang. Minyak lavender dan minyak peppermint adalah dua jenis minyak esensial yang dipercaya dapat membantu mengurangi sakit kepala.

Biasanya, peppermint oil digunakan dengan cara dioleskan di area pelipis untuk mengatasi tension headache atau sakit kepala tegang, salah satu penyebab sakit kepala di bagian belakang.

Sementara itu, minyak lavender bisa digunakan untuk mengatasi migrain saat dioleskan di bibir bagian atas atau aromanya dihirup melalui hidung.

Namun perlu diingat, sebelum Anda mengaplikasikan minyak esensial ke area tubuh Anda, sebaiknya Anda melakukan uji alergi terlebih dahulu, dengan cara mengoleskan minyak sedikit di area tangan, kemudian tunggu selama beberapa jam. Jika tidak terjadi reaksi seperti kemerahan atau bengkak, minyak esensial tersebut aman untuk Anda.

2. Teh jahe

Anda juga bisa menggunakan teh jahe sebagai obat alami untuk mengatasi sakit kepala di bagian belakang.

Pasalnya, akar jahe mengandung banyak sekali manfaat, termasuk sebagai antioksidan dan zat anti peradangan. Selain itu, jahe juga bisa digunakan untuk mengurangi rasa mual dan ingin muntah. Dua hal tersebut biasanya berkaitan erat dengan sakit kepala akut.

Anda bisa menggunakan bubuk jahe yang dibalut dalam bentuk kapsul atau membuat teh yang mengandung jahe jika ingin memanfaatkan khasiatnya dalam mengatasi sakit kepala di bagian belakang.

3. Kafein

Selain dua bahan alami yang telah disebutkan di atas, Anda juga bisa menggunakan kafein untuk meredakan sakit kepala belakang. Kafein bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati, fokus, dan juga menyempitkan pembuluh darah. Ketiga hal tersebut sangat berkaitan erat dengan sakit kepala.

Jika Anda ingin memanfaatkan kafein untuk mengatasi sakit kepala, Anda bisa mengonsumsi minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi. Namun, Anda juga harus berhati-hati dengan asupan kafein yang Anda konsumsi. Pasalnya, jika Anda mempunyai penyakit lambung, maka kafein dapat mengiritasi lambung Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kubala, J. (2018). 18 Remedies to Get Rid of Headaches Naturally. Retrieved 21 October 2019, from https://www.healthline.com/nutrition/headache-remedies#section5

Cluster headache – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. Retrieved 21 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/diagnosis-treatment/drc-20352084

Sumatriptan Succinate. Retrieved 21 October 2019, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7741/sumatriptan-oral/details

Foley, M. (2019). Is It Safe to Take Tylenol for My Headache?. Retrieved 21 October 2019, from https://www.verywellhealth.com/tylenol-use-in-headaches-1719828

Hoyle, B. (2011). All About Aspirin. Retrieved 21 October 2019, from https://www.everydayhealth.com/headache-migraine/all-about-aspirin.aspx#target

Aspirin: MedlinePlus Drug Information. Retrieved 21 October 2019, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682878.html

Stephens, G., Derry, S., & Moore, R. (2016). Paracetamol (acetaminophen) for acute treatment of episodic tension-type headache in adultsCochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd011889.pub2

How does acetaminophen relieve pain?. Retrieved 21 October 2019, from https://tuftsjournal.tufts.edu/2008/04/professor/01/

Tension headache – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2020). Retrieved 19 February 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/diagnosis-treatment/drc-20353982

Ratini, Melinda. (2020). Tension Headaches. Retrieved 19 February 2020, from https://www.webmd.com/migraines-headaches/pain-management-tension-headaches#2

Aitken, Chris. Pain in the back of the head: 5 causes with treatment. (2020). Retrieved 19 February 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/article

(2020). Drugs & Medications. Retrieved 19 February 2020, from https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5173-1289/naproxen-oral/naproxen-oral/details

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 22/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri