Migrain Okular

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi migrain okular

Migrain okular adalah migrain yang menyebabkan gangguan penglihatan. Migrain jenis ini bisa muncul dengan atau tanpa rasa nyeri pada kasus migrain pada umumnya.

Saat mengalami migrain okular Anda mungkin seolah melihat garis-garis cahaya, kelap-kelip, atau cahaya gemerlapan. Sebagian orang  menggambarkannya seperti melihat gambar-gambar absurd berwarna terang.

Anda juga mungkin kehilangan penglihatan pada titik-titik tertentu. Kondisi ini bisa mengganggu aktivitas seperti membaca, menulis, dan mengemudi. Itu sebabnya, migrain jenis ini dapat membahayakan jika muncul saat aktivitas tertentu.

Padahal, migrain okular masih tergolong penyakit yang tidak berbahaya dan tidak berlangsung lama. Bahkan, kondisi ini bisa menghilang dan pandangan Anda kembali normal seketika. 

Frekuensi dari kondisi ini sangat bervariasi. Namun, seringnya, penderita jenis migrain ini mengalaminya setiap beberapa bulan sekali.

Perbedaan migrain okular dengan migrain

Migrain ini berbeda dengan penyakit migrain biasa. Kondisi ini juga berbeda dan tidak sama seperti migrain dengan aura, meski sama-sama menyebabkan gangguan pada penglihatan.

Hal yang membedakan, migrain dengan aura biasanya disertai dengan gangguan penglihatan yang memengaruhi kedua mata, sedangkan migrain okular hanya timbul pada salah satu sisi mata saja.

Tanda dan gejala migrain okular

Beberapa gejala umum migrain okular antara lain:

1. Gangguan penglihatan

Kondisi ini bisa menimbulkan berbagai gangguan penglihatan yang dapat membatasi aktivitas harian, seperti gangguan penglihatan yang hanya terjadi pada satu mata, seperti melihat berkas cahaya, kehilangan penglihatan pada titik-titik tertentu, hingga kebutaan bisa jadi gejala migrain okular.

Gejala-gejala tersebut bisa berlangsung selama beberapa menit hingga 60 menit. Namun, kadang sulit membedakan apakah gejala ini hanya dirasakan pada satu mata atau keduanya.

Kalau Anda tidak yakin, tutup satu sisi mata Anda dan perhatikan gejalanya. Lalu ganti dengan mata satunya.

2. Sakit kepala

Sakit kepala yang terasa selama 4 hingga 72 jam yang:

  • Hanya menyerang satu sisi kepala (sakit kepala sebelah).
  • Terasa sakit atau sangat sakit.
  • Nyut-nyutan.
  • Tambah parah ketika Anda bergerak.

Gejala lain yang mungkin menyertai, termasuk:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sensitif terhadap cahaya silau atau suara kencang.

Selain itu, mungkin ada beberapa tanda dan gejala yang tak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap gejala tertentu, mohon konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satu tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter daripada melakukan diagnosis sendiri.

Apalagi jika Anda mengalami kehilangan kemampuan melihat pada mata. Lebih baik segera periksakan ke dokter mata, khususnya jika baru pertama kali Anda alami. Pasalnya, ada begitu banyak masalah kesehatan mata yang lebih berbahaya dan untuk mengetahui penyebab dari kondisi tersebut, dokter harus melakukan pemeriksaan secara langsung.

Penyebab migrain okular

Migrain okular disebabkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah pada mata, sehingga mengurangi aliran darah menuju mata.

Kondisi ini bisa terpicu karena beberapa hal berikut ini:

  • Stres.
  • Kebiasaan merokok.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Penggunaan obat kontrasepsi oral.
  • Olahraga.
  • Aktivitas membungkuk ke depan.
  • Berada di dataran tinggi.
  • Dehidrasi.
  • Tingkat gula darah rendah.
  • Sengatan panas matahari.

Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kondisi ini sebenarnya bukan kondisi yang berbahaya. Setelah pembuluh darah kembali rileks, aliran darah akan kembali menuju ke mata.

Biasanya, pasien yang mengalami kondisi ini tidak mengalami masalah atau kerusakan permanen pada mata setelah aliran darah kembali.

Diagnosis & pengobatan migrain okular

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana migrain okular didiagnosis?

Dokter akan menanyakan gejala-gejala dan memeriksa mata Anda. Dokter akan memastikan Anda tidak punya kondisi atau penyakit lain seperti:

  • Amaurosis fugax, kebutaan sementara karena kurangnya aliran darah ke mata. Ini bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah arteri ke mata.
  • Kejang arteri yang menyebabkan darah masuk ke retina.
  • Giant cell arteritis (arteritis sel raksasa), gangguan penglihatan atau kebutaan yang disebabkan oleh radang di pembuluh darah.
  • Gangguan pembuluh darah lain akibat penyakit autoimun.
  • Penyalahgunaan obat-obatan.
  • Penyakit yang mengganggu penggumpalan darah normal, seperti penyakit anemia sel sabit dan polisitemia.

Apa saja pilihan pengobatan untuk migrain okular?

Migrain okular biasanya hilang sendiri dalam waktu sekitar 30 menit. Saat migrain terjadi, istirahatkan dulu mata Anda sampai kondisinya kembali seperti semula. Kalau muncul sakit kepala, minum obat pereda nyeri yang dianjurkan dokter.

Baru ada sedikit penelitian yang membahas cara mengobati migrain okular. Namun, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan berikut ini.

  • Aspirin.
  • Obat epilepsi, seperti divalproex sodium (Depakote) atau topiramate (Topamax).
  • Antidepresan triklisik seperti amitriptyline (Elavil) atau nortriptyline (Pamelor).
  • Obat beta-blocker untuk obat tekanan darah tinggi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Pencegahan terhadap migrain okular

Meski migrain okular ini disebut-sebut tidak berbahaya, tapi Anda tentu tidak ingin merasakan kehilangan pandangan mata berkali-kali.

Jika Anda mengetahui pemicu dari kondisi yang dialami, di mana masing-masing orang memiliki pemicu yang berbeda, menghindarinya tentu adalah jalan yang bisa ditempuh.

Namun, jika kondisi ini juga disertai dengan rasa sakit di kepala yang menyebabkan rasa tak nyaman, mungkin Anda memang membutuhkan tindakan preventif atau pencegahan.

Tujuan dari pencegahan ini untuk mengurangi frekuensi munculnya kondisi ini serta tingkat keparahan dari sakit kepala yang ikut muncul.

Meski begitu, perlu Anda pahami bahwa tidak ada yang bisa memastikan bahwa tindakan preventif yang disarankan sudah pasti bekerja secara efektif. Artinya, tindakan pencegahan mungkin akan mengurangi frekuensinya menjadi lebih jarang, tapi tidak menjamin kondisi ini tidak akan terjadi lagi selamanya.

Konsumsi suplemen vitamin dan obat sebagai langkah pencegahan

Menurut Brigham and Women’s Hospital, ada beberapa tindakan preventif yang bisa dilakukan, seperti mengonsumsi vitamin B2 jika ingin mencegah terjadinya migrain okular. Apalagi, penggunaan vitamin ini tidak akan menimbulkan efek samping.

Anda bisa mengonsumsi vitamin ini sebanyak 100 miligram (mg) per hari untuk mengurangi rasa sakit kepala akibat kondisi ini. Efek samping yang mungkin muncul hanyalah warna urine yang berubah menjadi warna kuning cerah.

Sementara itu, penggunaan obat-obatan lain untuk pencegahan biasanya dapat menyebabkan efek samping jika dikonsumsi terlalu sering. Namun, jika ingin menggunakannya, Anda bisa mengonsumsi dalam dosis rendah dan menambahkannya secara perlahan.

Beberapa jenis obat yang bisa digunakan untuk mencegah migrain okular adalah amitriptyline, gabapentin, dan topiramate. Ada pula jenis obat lain yang tergolong lebih jarang digunakan, seperti asam valproat dan injeksi botulinum yang dilakukan pada kepala dan kulit kepala untuk mengurangi sakit kepala yang timbul.

Meski begitu, lebih baik selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker mengenai penggunaan obat-obatan ini sebelum mengonsumsinya. Hal ini penting untuk mencegah efek samping atau interaksi obat yang tidak diinginkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Kepala

Sakit kepala adalah keluhan nyeri yang umum. Cari tahu informasi tentang penyebab, gejala, pengobatan, serta cara pencegahannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 28 Desember 2020 . Waktu baca 13 menit

Funduskopi (Oftalmoskopi), Pemeriksaan untuk Diagnosis Berbagai Penyakit Mata

Funduskopi, atau oftalmoskopi, adalah tes untuk memeriksa mata bagian dalam. Apa saja penyakit yang bisa terdeteksi? Seperti apa prosesnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Mata, Perawatan Mata 23 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Mata Kering

Pemakai lensa kontak sudah biasa mengalami mata kering. Tapi tahukah bahwa penyebab mata kering Anda mungkin adalah pil KB yang Anda gunakan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Mata 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Buta Warna

Buta warna terjadi ketika Anda kesulitan membedakan warna merah, hijau, biru, atau campuran dari warna-warna tersebut. Umumnya, ini disebabkan keturunan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Mata, Gangguan Penglihatan 22 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
makanan pedas atasi migrain

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit