home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kaki Terasa Lemas Tiba-Tiba? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Kaki lemas dan terasa gemetar, bisa menandakan ada yang salah dengan tubuh Anda. Tak jarang, kondisi ini bisa mengakibatkan hilangnya keseimbangan dan akhirnya terjatuh. Parahnya, kondisi kaki lemas ini bisa berdampak tidak bisa jalan atau berdiri secara kuat. Apa yang menyebabkan kaki lemas tak bertenaga?

Kenapa kaki lemas secara tiba-tiba?

Kaki lemas bisa jadi tanda gangguan kesehatan tertentu. Masalah ini dapat dialami oleh siapa saja terlepas seberapa sering dan kerasnya seseorang menggunakan kakinya dalam beraktivitas sehari-hari.

1. Gejala stroke

Kaki yang terasa lemah mendadak bisa menjadi salah satu gejala stroke. Lemah pada kaki akibat gejala stroke ini terjadi ketika stroke menyebabkan kerusakan di otak, terutama di daerah yang mengendalikan sinyal saraf yang dikirim ke kaki.

Kerusakan ini mengakibatkan penurunan pergerakan yang disebut dengan paresis atau plegia yang berarti kelumpuhan total.

2. Diabetes

Kaki yang lemas bisa menjadi salah satu adanya gejala komplikasi pada pengidap diabetes. Terkadang penderita diabetes mengalami suatu bentuk kerusakan saraf yang dikenal sebagai neuropati.

Kerusakan saraf ini memengaruhi tungkai bawah dan menyebabkan kaki jadi lemah. National Diabetes Information Clearinghouse memperkirakan bahwa sekitar 60 persen penderita diabetes memiliki beberapa bentuk kerusakan saraf seperti ini yang membuat kaki jadi lemah.

3. Gejala sindrom piriformis

Sindrom piriformis adalah kelainan neuromuskular yang terjadi ketika otot piriformis menekan saraf siatikus. Otot piriformis adalah otot datar berbentuk band yang terletak di bokong dekat bagian atas sendi pinggul. Otot ini penting dalam gerakan tubuh bagian bawah karena menstabilkan sendi panggul dan mengangkat dan memutar paha dari tubuh.

Otot inilah yang membantu Anda untuk berjalan, menggeser berat badan kita dari satu kaki ke kaki lainnya, dan menjaga keseimbangan. Hal ini juga digunakan dalam olahraga yang melibatkan mengangkat dan memutar paha dan ada hampir di setiap gerakan pinggul dan kaki. Tak jarang kondisi ini juga bisa membuat kaki terasa lemas.

4. Masalah pada tulang belakang

Kondisi medis, yang memengaruhi sumsum tulang belakang dan saraf dapat menyebabkan kelemahan kaki disertai gejala lainnya, seperti rasa terbakar, nyeri, kesemutan atau mati rasa. Beberapa masalah tulang belakang yang bisa menyebabkan kelemahan kaki meliputi:

  • Radang sendi tulang belakang.
  • Cedera pada sumsum tulang belakang.
  • Abses atau tumor di sumsum tulang belakang.
  • Penyakit degeneratif pada tulang belakang (spondilosis).

Bagaimana mengobati kaki lemas?

Berdasarkan beberapa contoh kaki lemas di atas, pengobatan tersebut bisa berdasarkan pada penyebab kondisi medis yang menyebabkannya. Misalnya jika kelemahan kaki disebabkan oleh patah tulang di kaki atau masalah pada tulang belakang, maka penanganan lewat pembedahan atau fisioterapi akan membantu meringankan kondisi tersebut.

Jika penyebab kelemahan kaki adalah beberapa gangguan neurologis, maka konsultasi dengan ahli saraf untuk perawatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x