Oleh karena penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah kondisi kronis, pengobatan Anda, yang sebagian besar akan mencakup pengendalian gejala, dapat mencegahnya semakin memburuk. Pengobatan PPOK yang baik dapat membantu Anda menjadi aktif dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan, serta mencegah dan mengobati komplikasi.

Ada empat pendekatan utama untuk pengobatan PPOK, tergantung pada tingkat keparahan penyakit Anda: perubahan gaya hidup, terapi, rehabilitasi paru, obat-obatan dan yang terakhir, operasi.

Mengobati PPOK dengan perubahan gaya hidup

Dalam kasus PPOK yang ringan, kebanyakan dokter akan menganjurkan perubahan gaya hidup. Bahkan dengan kondisi yang sedang atau parah, Anda akan masih harus menata kembali gaya hidup Anda. Perubahan pertama adalah berhenti merokok.

Jika Anda tidak merokok, jangan memulainya. Cobalah untuk menghindari asap rokok dan iritan lainnya di udara seperti debu, asap pembakaran, dan bahan kimia beracun lainnya. Pastikan udara yang Anda hirup bersih dan bebas dari pemicu PPOK. Anda dapat mempelajari cara-cara untuk membuat rumah Anda lebih ramah PPOK.

Perubahan kedua adalah perihal olahraga. Anda pasti akan dianjurkan oleh dokter untuk menghindari atau membatasi olahraga karena Anda tidak dapat bernapas dengan sangat baik dengan PPOK. Anda memang harus membatasi jumlah olahraga yang Anda lakukan, tetapi Anda tidak boleh berhenti berolahraga sepenuhnya. Olahraga dapat memperkuat diafragma (otot di antara paru-paru dan perut yang membantu Anda bernapas). Konsultasikan pada dokter mengenai aktivitas fisik yang tepat bagi Anda.

Perubahan ketiga adalah perihal diet. Anda mungkin merasa kesulitan untuk menelan makanan keras, atau kelelahan bisa membuat makan menjadi sulit. Anda dapat mendapatkan nutrisi dengan makan dalam porsi lebih kecil dan menggunakan vitamin dan suplemen mineral. Beristirahat sebelum makan mungkin juga bisa membantu.

Mengobati PPOK dengan terapi

PPOK merusak kemampuan Anda untuk bernapas. Terapi oksigen dapat membuat napas Anda menjadi lebih mudah dan memasok cukup oksigen bagi paru-paru. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai terapi oksigen di sini.

Terapi oksigen dapat membantu Anda:

  • mengurangi gejala PPOK
  • memasok oksigen bagi darah dan organ lainnya
  • memudahkan untuk tidur
  • mencegah gejala dan memperpanjang masa hidup

Mengobati PPOK dengan rehabilitasi paru

Rehabilitasi paru (rehabilitasi pernapasan) adalah program khusus bagi para penderita penyakit paru. Anda bisa mempelajari cara untuk mengendalikan pernapasan melalui olahraga, nutrisi dan pikiran positif.

Mengobati PPOK dengan obat-obatan

Berbagai jenis obat-obatan bisa digunakan untuk mengobati gejala PPOK.

Bronkodilator

Bronkodilator adalah obat untuk membuka saluran bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru dari jalan napas). Inhaler atau nebulizer dapat digunakan dengan obat ini. Jika Anda tidak tahu cara untuk menggunakan perangkat ini, berikut panduan cara penggunaan inhaler dan cara penggunaan nebulizer. Perangkat ini akan menghantarkan obat secara langsung ke paru-paru dan jalan napas.

Berikut dua kelas bronkodilator: β-agonis dan antikolinergik.

  • β-agonis bisa berbentuk kerja cepat (misalnya albuterol) atau kerja lambat (misalnya salmeterol). β-agonis kerja cepat sering disebut sebagai “inhaler penyelamat” karena dapat digunakan untuk memperbaiki pernapasan dengan cepat saat terjadi flare-up PPOK. β-agonis kerja lambat, yang digunakan dua kali sehari, merupakan bagian dari terapi pemeliharaan.
  • Obat-obatan antikolinergik, seperti Atrovent, bekerja dengan memblokir bahan kimia acetylcholine, yang menyebabkan penyempitan saluran napas. Anda dapat menggunakan obat ini setiap 6 jam.

Kortikosteroid

Kortikosteroid, seperti prednisone, adalah obat yang terkenal untuk mengurangi peradangan di paru-paru yang disebabkan oleh infeksi atau iritan seperti asap rokok, suhu udara yang ekstrem, atau asap yang berbahaya. Kortikosteroid dapat digunakan dalam inhaler, nebulizer, tablet, atau injeksi.

Antibiotik dan vaksin

Antibiotik digunakan untuk mencegah infeksi PPOK. Terkena infeksi saat menderita PPOK bisa membuat bernapas, yang awalnya sudah merupakan pekerjaan berat, menjadi lebih sulit. Antibiotik hanya bekerja pada bakteri dan tidak pada virus. Untuk mencegah infeksi virus, Anda harus menjalankan vaksinasi untuk penyakit seperti flu atau pneumonia.

Berhati-hatilah terhadap efek antibiotik pada kesehatan anda. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Anda hanya boleh menggunakan antibiotik jika dibutuhkan.

Obat yang membantu berhenti merokok

Jika Anda kesulitan untuk berhenti, Anda dapat menggunakan obat untuk berhenti merokok. Obat-obatan ini bertujuan untuk menggantikan nikotin dalam batang rokok dengan bahan kimia lain yang tidak begitu berbahaya bagi tubuh. Pengobatan pengganti nikotin bisa tersedia dalam bentuk permen karet, patch, dan bahkan inhaler.

Dalam beberapa kasus, antidepresan dapat membantu pasien berhenti merokok, tetapi Anda harus menanyakan pada dokter tentang efek samping sebelum menggunakannya. Dokter mungkin juga akan memberikan tips untuk berhenti merokok, seperti mengunyah permen karet, atau memperkenalkan kelompok rehabilitasi untuk Anda.

Anxiolitik (obat anti-kecemasan)

PPOK adalah penyakit kronis. Seiring perkembangannya, Anda bisa mengalami kecemasan atau depresi akibat gejalanya. Obat-obatan untuk mengatasi kecemasan seperti diazepam (Valium) dan alprazolam (Xanax) telah terbukti menenangkan pasien pada stadium akhir dan terminal PPOK, sehingga menghasilkan peningkatan kualitas hidup.

Opioid

Opioid, disebut juga obat-obatan narkotik atau anti nyeri. Obat-obatan ini memiliki kegunaan lain yaitu mengurangi kebutuhan oksigen (atau “lapar udara”) dengan memblokir sinyal dari tubuh ke otak. Opioid sering diberikan hanya untuk PPOK tingkat lanjut karena bisa jadi adiktif.

Opioid paling sering diberikan dalam bentuk cairan dan diserap melalui selaput di mulut.

Selama menderita PPOK, Anda mungkin perlu menambahkan atau menyingkirkan obat tertentu dari resep Anda. Anda dan dokter harus berdiskusi obat apa yang terbaik untuk kebutuhan Anda dan yang paling efektif dalam mengurangi gejala yang menyusahkan dan memperlambat perkembangan penyakit ini. Dokter dapat memberi tahu Anda lebih lanjut mengenai kombinasi obat-obatan yang mungkin tepat bagi Anda.

Mengobati PPOK dengan operasi

Beberapa kasus PPOK bisa memanfaatkan operasi. Tujuan pengobatan dengan operasi adalah untuk membantu paru-paru bekerja dengan lebih baik. Secara umum ada tiga jenis operasi:

Bullectomy

Jika mengalami kerusakan, paru-paru bisa meninggalkan kantung udara di area dada. Kantung udara ini disebut bulla. Prosedur untuk mengangkat kantung udara ini disebut bullectomy. Operasi ini dapat membuat paru-paru berfungsi dengan lebih baik.

Operasi pengurangan volume paru (LVRS)

Sesuai namanya, prosedur ini mengurangi ukuran paru-paru dengan mengangkat bagian yang rusak. Operasi ini mengandung banyak risiko dan tidak selalu efektif. Meskipun begitu, pada beberapa pasien, operasi ini dapat meningkatkan pernapasan dan kualitas hidup.

Transplantasi paru

Dalam PPOK yang parah, Anda mungkin membutuhkan transplantasi paru untuk dapat bernapas dan hidup. Operasi ini mengandung banyak risiko. Anda bisa terkena infeksi. Tubuh Anda bisa menolak paru yang baru. Kedua risiko tersebut bisa jadi fatal. Ketika berhasil, operasi ini dapat meningkatkan fungsi paru dan kualitas hidup.

Meskipun tidak pernah ada jaminan bahwa setiap pengobatan akan efektif, kebanyakan menunjukkan hasil positif pada pasien. PPOK Anda unik dan memerlukan pengobatannya sendiri. Diskusikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai apa yang terbaik bagi Anda, dan lanjutkan dengan follow-up untuk membuat perubahan seiring waktu.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca