Mengapa Ada Orang yang Kena Demam Berdarah dan Tipes Sekaligus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Februari 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sampai saat ini, demam berdarah masih menjadi penyakit infeksi yang cukup sering dan banyak terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Penyakit infeksi ini tentunya harus ditangani dan diobati dengan cepat, karena jika tidak bisa mengancam nyawa.

Belum banyak yang tahu kalau penyakit infeksi ini bisa ‘berkolaborasi’ dengan penyakit infeksi lainnya dan membuat kondisi tubuh semakin parah. Ya, salah satu kasus yang terkadang ditemukan adalah saat seseorang kena demam berdarah dan tipes (demam tifoid) dalam waktu yang bersamaan. Kenapa ini bisa terjadi?

Penyebab demam berdarah dan tipes menyerang bersamaan

Sebenarnya, kedua penyakit infeksi ini mempunyai perbedaan yang cukup mencolok, dari cara penularan hingga penyebabnya yang berbeda. Demam berdarah disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, sedangkan tipes muncul akibat kontaminasi bakteri pada makanan karena kebersihan lingkungan yang buruk.

Namun, keduanya dapat terjadi bersamaan dan cukup sering ditemukan ketika musim hujan atau perubahan cuaca ekstrem terjadi, seperti saat datangnya angin muson yang kerap kali menerpa Indonesia.

Meski belum diketahui secara pasti dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, berikut adalah kesimpulan dari para ahli terkait penyebab mengapa orang bisa kena demam berdarah dan tipes dalam waktu yang bersamaan:

1. Kena demam berdarah bikin sistem kekebalan tubuh jadi lemah

Ketika seseorang kena demam berdarah, maka secara otomatis sistem imunnya akan sangat menurun. Jadi, saat virus yang dibawa oleh nyamuk itu masuk ke dalam tubuh, maka secara otomatis sel-sel darah putih yang menjadi ‘pasukan’ utama sistem kekebalan tubuh akan sibuk menyerang virus tersebut.

Bila sel darah putih kalah dan virus menang, maka saat itu Anda akan mengalami demam berdarah. Maka itu, salah satu kondisi yang timbul saat seseorang kena demam berdarah adalah leukopenia, yaitu keadaan di mana sel darah putih menurun dari kadar normal.

Nah, kekalahan ini yang juga membuat sistem kekebalan tubuh secara umum menurun, sehingga sangat mudah terserang penyakit infeksi lainnya, entah itu disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit lainnya.

2. Kerusakan dinding usus akibat demam berdarah bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri

Infeksi demam berdarah ternyata juga dapat mengakibatkan kerusakan pada dinding usus. Ketika ini terjadi, perlindungan diri usus terhadap bakteri-bakteri jahat yang terdapat pada makanan menjadi menurun. Akibatnya, tubuh akan rentan mengalami infeksi bakteri yang berasal dari makanan. Nah, salah satu bakteri yang mungkin menginfeksi adalah bakteri Salmonella typhi.

Jika makanan yang dikonsumsi tidak dijaga kebersihannya, lingkungan tidak bersih, dan tidak menjaga kebersihan diri, maka bukan tidak mungkin Anda akan terserang penyakit infeksi seperti tipes atau tifoid. Ingat juga, infeksi ini paling sering terjadi di musim hujan seperti halnya demam berdarah. Meskipun jarang, bukanlah hal yang mustahil bila seseorang dapat terinfeksi demam berdarah dan demam tifoid dalam waktu yang sama.

Maka, kebersihan diri dan lingkungan harus tetap dijaga. Kebersihan makanan juga harus diperhatikan karena menjadi alat penularan utama pada demam tifoid atau tipes. Karena kesehatan Anda dan keluarga menjadi menjadi prioritas utama, alangkah baiknya apabila Anda melengkapi perlindungan kesehatan dengan proteksi terhadap penyakit demam berdarah dan tipes.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit infeksi pada anak

9 Penyakit Infeksi pada Anak yang Rentan Menyerang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit