Bolehkah Ditemani Orang Lain Saat Terapi Atau Konsultasi ke Psikolog?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Saat sedang frustrasi berat atau memiliki gangguan pada kesehatan mental, melakukan konsultasi ke psikolog bisa membantu Anda. Sebab psikolog memiliki keahlian untuk mengajari Anda teknik dan cara terbaik untuk menghadapi masalah dan mengurangi gejala dari penyakit tersebut. Namun, saat konsultasi ke psikolog atau menjalani terapi,  bolehkah ditemani orang lain? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut.

Buat apa konsultasi ke psikolog atau menjalani terapi?

Saat Anda memiliki tekanan dalam hidup yang membuat Anda memiliki kecemasan akan suatu hari terjadinya hal buruk dan sudah melakukan berbagai cara untuk menenangkan diri Anda namun tidak berhasil. Apalagi jika Anda sudah membicarakan hal ini dengan orang terdekat, tapi pada akhirnya mereka merasa terbebani dengan permasalahan sehingga Anda beralih mengalih suasana hati dengan merokok atau mengonsumsi alkohol. Ini sudah saatnya Anda harus mengunjungi ahli psikologi untuk membantu Anda dalam menyelesaikan masalah yang Anda miliki.

Konsultasi ke psikolog membantu seseorang untuk mendapatkan cara bagaimana untuk mengatasi atau menghadapi sebuah masalah lebih cepat. Ini biasanya berkaitan dengan bagaimana mengatur stres atau kecanduan dan dilakukan dalam jangka pendek.

Sementara terapi sifatnya jangka panjang dan biasanya digunakan sebagai pengobatan. Ini bukan sekadar mengajari seseorang untuk memecahkan masalah tetapi juga membentuk pola pikir, emosi, dan perilaku seseorang. Seseorang yang memiliki gangguan pada kesehatan mental, mengikuti psikoterapi dan pengobatan merupakan kombinasi terbaik untuk mengurangi gejala.

Perlu diketahui bahwa seseorang awalnya akan menjalani konsultasi terlebih dahulu, bila masalah yang mendasarinya dikaitkan dengan penyakit maka orang tersebut akan menjalani terapi sebagai pengobatan bukan lagi konseling.

Bolehkah ditemani oleh orang lain saat melakukan konsultasi atau terapi pada psikolog?

Dilansir dari Good Therapy, boleh atau tidaknya seseorang ikut dengan pasien dalam sesi konseling atau terapi tergantung dari jenis terapi apa yang dilakukan dan keadaan pasien. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis terapi.

  • Terapi individual. Terapi ini mengutamakan interaksi psikolog dengan klien, supaya klien bisa melakukan pendekatan dengan psikolog dan dapat terlibat dalam proses refleksi diri terhadap emosi dan tingkah lakunya.
  • Terapi pasangan. Ini melibatkan pasangan untuk memperbaiki pola komunikasi di antara keduanya, bila terjadi adanya permasalahan keluarga. Pada psikolog pasangan, psikolog secara langsung akan melihat cara hidup, rutinitas, dan kebiasaan dari pasangan tersebut. Setelah itu, psikolog akan menganalisis dan memberikan saran untuk memperbaiki hubungan keduanya. Terapi ini biasanya dilakukan lebih rutin dibanding terapi individual.
  • Terapi kelompok. Ini dilakukan untuk membantu peserta memahami proyeksi yang mereka hadapi terhadap anggota lain.

Kemudian, ketika seseorang yang menjalani terapi atau konseling merasa sangat cemas atau tertekan sehingga tidak dapat menjalani terapi sendirian, psikolog akan mengizinkan seseorang menemaninya. Ini berlaku juga khususnya pada anak-anak. Dengan catatan, orang yang menemani adalah orang yang sangat dipercaya dan menghormati hak-hak Anda. Bukan orang yang mengintimidasi atau suka mengatur.

Jika Anda menjalani terapi individual dan ingin seseorang untuk menemani Anda, penting untuk mendiskusikan hal ini terlebih dahulu dengan psikolog sebelum Anda menghadiri sesi terapi berikutnya. Terlepas dari jenis terapi yang Anda lakukan, tidak atau ditemaninya Anda selama sesi terapi atau konsultasi bisa disesuaikan dengan kenyamanan Anda; apakah orang yang bersama Anda mengganggu kelancaran sesi terapi atau tidak. Bila tidak mengganggu dan disetujui oleh psikolog, bicarakan mengenai peraturan atau kebijakan yang diterapkan selama sesi terapi kepada orang yang menemani Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca