7 Penyebab Rasa Sakit di Belakang Lutut yang Tak Boleh Disepelekan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Rasa sakit di belakang lutut bukanlah hal yang normal sekalipun Anda aktif berolahraga. Kondisi ini justru bisa menjadi tanda dari cedera otot, jaringan yang robek, hingga penyakit peradangan pada area tersebut. Agar tidak keliru dalam menanganinya, berikut adalah berbagai kondisi yang dapat menyebabkan rasa sakit pada bagian belakang lutut Anda

Apa yang menyebabkan rasa sakit di belakang lutut?

1. Kram pada kaki

Kram pada kaki dapat menjadi penyebab dari rasa sakit di belakang lutut. Orang yang mengalami gangguan pada saraf kaki, penyakit pada hati, infeksi, serta dehidrasi lebih rentan mengalami hal ini.

Rasa sakit yang khas akibat kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga sepuluh menit. Walaupun sakitnya telah menghilang, Anda masih mungkin merasakan nyeri pada otot-otot kaki selama beberapa jam setelahnya. Cobalah memberikan kompres air hangat dan merilekskan kaki Anda untuk mengatasi kram pada kaki dan mencegahnya muncul kembali.

2. Lutut terkilir

Kecelakaan, benturan, maupun insiden jatuh dapat menggeser posisi tulang dan jaringan ikat lutut Anda sehingga menimbulkan rasa sakit. Jika rasa sakit di belakang lutut disebabkan karena Anda terkilir, segera periksakan kondisi Anda ke dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih parah.

3. Cedera tendinitis lutut

Dikenal juga dengan sebutan patellar tendonitis, tendinitis lutut terjadi saat otot penghubung tempurung lutut dan tulang betis mengalami cedera. Kondisi yang memiliki sebutan lain jumper’s knee ini biasanya terjadi saat Anda melompat atau berganti arah secara tiba-tiba. Karena itu, atlet dan orang-orang yang berolahraga secara aktif lebih rentan mengalaminya.

4. Iliotibial band syndrome

Anda yang sangat gemar bersepeda mungkin perlu lebih berhati-hati, sebab Anda lebih berisiko mengalami iliotibial band syndrome. Kondisi ini ditandai dengan bergesekannya jaringan ligamen bagian luar paha dengan tulang di bagian belakang lutut. Lama-kelamaan, gesekan tersebut menyebabkan iritasi, pembengkakan, serta menimbulkan rasa sakit di belakang lutut.

5. Kista Baker

Kista Baker terbentuk dari kumpulan cairan pelumas sendi yang terdapat di belakang lutut. Cairan pelumas ini sebenarnya bermanfaat untuk melindungi sendi lutut dari gesekan, tapi produksinya dapat menjadi berlebihan bila Anda mengalami artritis atau cedera lutut.

Cairan ekstra tersebut kemudian menggumpal dan membentuk kista. Kista ini masih mungkin hilang dengan sendirinya. Namun jika ukuran kista cukup besar dan disertai nyeri, Anda mungkin perlu berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

6. Artritis (penyakit radang sendi)

Pada penderita artritis, jaringan tulang rawan yang menjadi bantalan antartulang sendi mengalami kerusakan sehingga menimbulkan rasa sakit di belakang lutut. Berdasarkan penyebabnya, artritis dapat dibedakan menjadi rematik dan osteoartritis.

Rematik terjadi akibat kesalahan pada sistem kekebalan tubuh sehingga menyerang jaringan sehat pada persendian lutut. Sementara itu, osteoartritis merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang banyak menyerang lansia dan penderita obesitas.

7. Cedera otot hamstring

Otot hamstring merupakan sekumpulan otot yang terdapat pada bagian belakang paha. Jika tertarik terlalu jauh, otot hamstring dapat mengalami cedera atau robek sehingga menimbulkan rasa sakit, termasuk di bagian belakang lutut. Proses pemulihan otot hamstring biasanya dapat memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Rasa sakit di belakang lutut umumnya terjadi akibat cedera, otot yang robek, atau penyakit pada persendian lutut. Anda bisa meredakan sakitnya dengan metode RICE yang terdiri dari resting (beristirahat), icing (memberikan kompres dingin), compressing (menekan area yang cedera dengan perban), dan elevating (mengangkat kaki yang cedera).

Namun, bila rasa sakit tidak kunjung hilang, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan atau menentukan terapi yang diperlukan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca