4 Masalah Serius yang Menyebabkan Anak Nyeri Sendi, Plus Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Nyeri sendi bukan hanya keluhan orang dewasa saja, tapi juga anak-anak. Terutama anak yang aktif bergerak, sehingga sering terjatuh dan mengalami cedera pada sendi atau ototnya. Namun, gejala nyeri pada sendi dan otot bisa juga jadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius. Apa saja penyebab nyeri sendi pada anak dan bagaimana cara merawatnya? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Berbagai penyebab nyeri sendi pada anak

Nyeri sendi atau otot akibat kelelahan beraktivitas, umumnya akan pulih dengan cepat. Kondisi ini tidak berbahaya dan sangat umum terjadi pada anak. Namun, anak dengan masalah kesehatan tertentu merasakan gejala ini lebih sering dan bahkan lebih parah dari nyeri sendi biasa. Mereka biasanya mengeluhkan nyeri di area sekitar pahan lutut, siku, dan juga betis.

Rasa nyeri tersebut cenderung muncul di malam atau pagi hari dan disertai gejala lain seperti sakit kepala atau sakit perut. Jika Anda mendapati buah hati Anda mengalami kondisi demikian, jangan menyepelekan gejalanya. Kondisi tersebut bisa jadi tanda bahwa si kecil memiliki penyakit seperti berikut ini:

1. Juvenile idiopathic arthritis

infeksi bakteri pada anak

Mungkin banyak orang yang tidak tahu jika penyakit rematik juga bisa menyerang anak-anak di bawah usia 17 tahun. Anak dengan kondisi ini sering kali mengeluhkan nyeri pada tubuhnya sehingga membuatnya lemah dan tidak bergerak dengan bebas.

Peradangan yang terjadi pada sendi anak bisa menimbulkan gejala yang beragam. Jadi, tidak semua anak mengalami gejala yang sama. Kemungkinan besar sendi yang meradang akan memerah, bengkak, dan terasa sakit jika disentuh.

Penting untuk segera memeriksa kesehatan anak secepat mungkin pada dokter. Selain untuk meringankan gejala, pengobatan lebih dini juga bisa mencegah kerusakan lebih parah pada sendi dan tulang anak yang sedang tumbuh.

2. Lupus

anak kekurangan dopamin

Lupus atau systemic lupus erythematosus adalah gangguan autoimun yang memengaruhi hampir seluruh organ tubuh. Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan infeksi malah menyerang se-sel sehat di dalam tubuh.

Anak dengan kondisi ini biasanya merasakan tangan atau kaki yang nyeri, kaku, dan membengkak di pagi hari. Selain itu, tubuh juga terasa lelah walaupun sudah beristirahat dengan cukup. Gejala tersebut mungkin hampir menyerupai gejala rematik pada anak.

Bedanya, lupus akan menyebabkan demam disertai ruam di sekitar hidung. Ruam tersebut juga akan bertambah parah jika anak terpapar sinar matahari.

3. Lyme disease

gejala rematik pada anak

Lyme disease adalah infeksi bakteri Borrelia burgdorferi akibat gigitan kutu. Bila anak terinfeksi gigitan kutu ini, akan ada ruam melingkar yang memerah. Selain itu, anak akan mengalami demam, tubuh kelelahan, nyeri sendi atau otot serta kelumpuhan pada wajah.

Ruam pada kulit, biasanya akan muncul dalam waktu tiga minggu setelah digigit oleh kutu. Walaupun gejalanya beragam, kadang nyeri sendi adalah gejala yang paling awal dirasakan oleh anak. Bahkan, bisa jadi satu-satunya gejala yang mereka rasakan.

4. Leukimia

Adanya sel kanker pada sumsum tulang belakang juga bisa menjadi penyebab nyeri sendi pada anak. Sel kanker yang berkembang di sumsum bisa menyerang dan merusak produksi sel darah. Kondisi ini umum menyerang anak-anak, di antara penyakit kanker lainnya.

Selain nyeri pada tubuh, penyakit leukimia bisa menimbulkan gejala lain, seperti tubuh mudah memar dan berdarah. Anak jadi mudah terinfeksi dan mengalami demam terus-menerus. Kondisi ini disertai juga dengan tubuh kelelahan, kesulitan bernapas, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit perut.

Apa yang harus orangtua lakukan jika si kecil mengeluh nyeri sendi?

Keluhan nyeri pada sendi anak, sebaiknya tidak boleh Anda sepelekan. Anda bisa meringankan kondisi anak dengan berbagai cara, misalnya:

  • Mengompres bagian yang terasa nyeri dengan handuk yang direndam air hangat.
  • Memijat dan membelai lembut area yang terasa sakit.
  • Mengajaknya berendam atau mandi air hangat.
  • Memberinya obat pereda nyeri, seperti acetaminophen atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada anak-anak karena berisiko menimbulkan sindrom Reye.
  • Menemani dan memberinya pelukan supaya ia merasa nyaman.

Perawatan di atas bisa membantu Anda memulihkan sendi atau otot anak yang kelelahan. Jika rasa nyeri tidak kunjung hilang disertai gejala lain seperti ruam, pembengkakan, demam, penurunan berat badan, serta kelemahan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan membantu Anda untuk menentukan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi dan Anak-Anak

Orangtua pasti cemas bukan main melihat anaknya bolak-balik BAB. Tenang dulu. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengobati diare pada anak di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Kawasaki

Penyakit kawasaki adalah penyakit langka yang sering terjadi pada anak-anak. Cari tahu gejala, penyebab, serta pengobatan penyakit kawasaki di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 30 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Memaksa Anak Jago Olahraga

Banyak orangtua yang memaksa anak untuk berprestasi dalam olahraga. Ambisi orang tua yang lebih besar membuat olahraga bagi anak kehilangan manfaat aslinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kebugaran, Hidup Sehat 9 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hemofilia hemophilia

Hemofilia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
pelukan bayi dari orangtua distrofi otot muscular dystrophy adalah

Distrofi Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ciri cacingan pada anak

Ciri-Ciri Anak Cacingan Berdasarkan Jenis Cacingnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
imunisasi bayi dan anak

Penjelasan Lengkap Imunisasi, Mulai dari Pengertian, Manfaat, Sampai Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit