8 Penyebab Nyeri Saraf yang Sering Terjadi

Oleh

Penyebab nyeri saraf bermacam-macam, mulai dari gangguan fungsi saraf, hingga penyakit. Sistem saraf yang terlibat dalam segala tubuh bertugas untuk mengatur dan mengontrol cara kerja otot dan sensitivitas pada tubuh Anda. Saat merasakan panas dan dingin, di sisi tubuh kita terdapat saraf yang bertindak sebagai reseptor sensasi ataupun efektor untuk menggerakkan atau menjalankan fungsi bagian-bagian tubuh tersebut.

Nyeri saraf pada tubuh seharusnya menjadi peringatan bagi tubuh untuk bertindak defensif. Begini cara kerjanya: ketika tangan Anda terlalu dekat dengan kompor, saraf mengirim sinyal rasa sakit ke otak dan Anda menarik tangan sebelum api membakar Anda. Tapi jika Anda memiliki kerusakan saraf, sistem ini tidak bekerja. Saraf yang rusak dapat mengirimkan sinyal palsu dan Anda akan sering kali merasakan nyeri tanpa alasan. Saraf yang rusak juga dapat mengakibatkan Anda tidak merasa sakit ketika Anda cedera.

Kerusakan saraf dapat menyebabkan hilangnya sensasi atau mati rasa di jari, sehingga sulit untuk melakukan hal-hal dengan tangan Anda. Memegang sesuatu, memasak, atau bahkan mengangkat gayung dapat menjadi sulit. Banyak orang dengan kerusakan saraf mengatakan bahwa indera peraba merasa tumpul atau kebas.

Beberapa penyebab nyeri saraf

1. Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit sering dikaitkan dengan penyebab nyeri saraf. Jika nyeri saraf muncul pada orang yang menderita diabetes, maka kondisi ini lebih dikenal dengan istilah neuropati diabetik. Kondisi ini akan lebih parah jika diabetes tidak terkendali, penderita mengalami obesitas, atau bahkan hipertensi

2. Penyakit yang menyerang imun tubuh

Misalnya penyakit lupus. Studi menunjukkan bahwa adalah mungkin bagi lupus untuk mempengaruhi sistem saraf. Pasien dengan lupus mungkin mengalami kebingungan kesulitan berkonsentrasi, sakit kepala, kelelahan, stroke atau tanda-tanda lain yang menunjukkan penyebab nyeri saraf dan gangguan sistem saraf pada tubuh.

3. Beberapa infeksi virus maupun bakteri

Misalnya HIV/AIDS. Virus HIV juga dapat mengganggu sistem saraf pusat manusia. Kelainan ini dapat disebabkan virus HIV itu sendiri, atau terdapat infeksi bakteri atau jamur yang menyerang organ otak. Akibat rusaknya sistem imun yang berat, tubuh sama sekali tidak dapat melawan infeksi mikroorganisme yang sebetulnya tidak berbahaya bagi orang normal.

4. Kanker dan tumor lainnya

Ketika tumbuh, tumor dapat menekan saraf di sekitarnya. Kanker juga bisa tumbuh dari saraf sendiri. Kadang-kadang, pengobatan untuk kanker seperti kemoterapi dapat merusak saraf, sehingga menimbulkan rasa nyeri.

5. Stroke

Stroke merupakan salah satu penyebab gangguan saraf yang terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Stroke iskemia merupakan stroke yang paling sering terjadi, yang disebabkan karena adanya sumbatan pembuluh darah otak dan adanya hipoperfusi jaringan otak yang signifikan. Pada kondisi ini, saraf tidak bisa mempertahankan sel-selnya sehingga menjadi gagal berfungsi.

6. Obat-obatan

Saat Anda mengonsumsi obat-obatan untuk terapi kanker, seperti vincristine dan antibiotik, kandungannya dapat menimbulkan kerusakan pada bagian saraf.

7. Minuman keras

Jika Anda suka mengonsumsi minuman keras, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada saraf. Anda akan mengalami kekurangan nutrisi dan vitamin, sehingga akan timbul kerusakan yang menjadi penyebab nyeri saraf tanpa alasan pada bagian tubuh tertentu

8. Racun

Beberapa racun bisa menyebabkan kerusakan pada saraf manusia, misalnya pestisida dan merkuri. Jika kedua zat tersebut dicerna dalam tubuh, akan segera timbul nyeri saraf yang akan menimbulkan keracunan bahkan kelumpuhan.

Cara mengobati nyeri saraf

  • Berikan istirahat yang cukup untuk tubuh Anda. Mandi air hangat atau panas untuk melemaskan otot yang kejang.
  • Kompres panas dan dingin pada tempat yang sakit. Kadang-kadang es akan bekerja lebih baik dari panas.
  • Menghindari otot-otot yang tegang. Anda tidak dianjurkan membawa benda-benda berat. Hindari kegiatan khusus olahraga yang menyebabkan Anda untuk membuat gerakan yang menggerakan seluruh anggota tubuh, seperti sepak bola, basket, dan berenang.
  • Akupuntur, dengan memasukkan jarum kecil ke bagian tubuh (titik saraf) tertentu. Mekanismenya masih belum jelas dan beberapa ahli masih meragukan efektivitasnya.
  • Melakukan pengobatan kognitif (misalnya hipnotis atau distraksi) bisa membantu mengurangi nyeri dengan mengubah rasa nyeri menjadi sesuatu yang bisa dialihkan.
  • Pembedahan yang dilakukan oleh ahli, hal ini dilakukan jika sakit yang diderita sudah melampui tahap yang berbahaya

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 25, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca