6 Pilihan Obat Sakit Pinggang di Apotek, dengan Atau Tanpa Resep Dokter

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Maret 9, 2020
Bagikan sekarang

Hampir setiap orang rasanya pernah mengalami sakit pinggang setidaknya sekali seumur hidup. Namun mungkin, setiap orang membutuhkan obat pereda nyeri yang berbeda tergantung penyebab sakit pinggang masing-masing. Sebagai contoh, obat sakit pinggang karena penyakit ginjal mungkin berbeda dengan dengan obat pereda nyeri pinggang akibat pegal linu. Cari tahu pilihan obat sakit pinggang terbaik di apotek yang tepat untuk Anda, baik dengan atau tanpa resep dokter

Pilihan obat untuk meredakan sakit pinggang di apotek

Sakit pinggang merupakan keluhan nyeri yang cukup umum dengan banyak penyebab. Kondisi ini sering menjadi pertanda adanya masalah dengan saluran kemih seperti ISK atau gangguan ginjal. Selain itu, kelainan bawaan pada tulang belakang serta kondisi medis tertentu seperti saraf kejepit, radang sendi panggul, osteoporosis, hingga obesitas juga bisa jadi penyebab sakit pinggang.

Rasa sakitnya juga mungkin dirasakan berbeda oleh masing-masing orang. Ada yang merasakn nyeri tumpul atau sangat parah dan tajam sehingga tidak bisa merasa nyaman selama beraktivitas. Rasa sakit dapat terpusat di satu area atau menyebar ke area lain.

Nah, pilihan pengobatan untuk sakit pinggang akan tergantung pada penyebab dan seberapa parah kondisi nyeri yang dirasakan. Istirahat, terapi fisik, dan olahraga ringan umumnya direkomendasikan jika rasa sakit disebabkan oleh kejang otot (keseleo).

Sementara jika rasa sakit pada pinggang sangat melemahkan atau disebabkan hal lain, Anda mungkin butuh minum obat khusus. Namun, perlu dipahami juga bahwa berbagai obat di bawah ini umumnya hanya untuk mengurangi rasa sakit, bukan menyembuhkan penyebab nyeri pinggang yang mendasarinya.

1. Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, atau naproxen dapat digunakan untuk mengobati sakit pinggang ringan yang bersifat akut.

Obat-obatan ini bekerja menghambat produksi prostaglandin yang menyebabkan sakit dan peradangan, kemudian mempercepat proses penyembuhan nyeri tersebut.

Obat-obatan pereda nyeri umumnya bisa Anda dapatkan di apotek atau toko obat tanpa harus menebus resep dokter. Jangan menunggu sampai sakitnya parah sebelum Anda minum obat.

Namun, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk dosis yang ada di kemasan. Menggunakan obat pereda nyeri secara berlebihan dapat menyebabkan efek samping berupa iritasi lambung atau perdarahan. Anda disarankan minum obat antinyeri setelah makan agar terhindar dari iritasi lambung.

Sementara itu, konsumsi ibuprofen dapat meningkatkan risiko serangan jantung fatal atau stroke jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, terutama jika Anda menggunakannya dalam jangka panjang atau dalam dosis tinggi.

Jika obat pereda nyeri tanpa resep tidak juga menghilangkan rasa sakit pinggang, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Dokter mungkin akan memberikan obat pereda nyeri dengan dosis yang lebih tinggi.

2. Koyo atau salep untuk nyeri otot

Orang Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan penggunaan koyo dan salep untuk meredakan nyeri otot.

Keduanya adalah jenis obat topikal untuk menghilangkan nyeri dari luar tubuh. Koyo digunakan dengan cara ditempelkan langsung pada kulit serupa stiker, sementara salep digunakan dengan cara dioles pada area yang terasa nyeri.

Koyo dan salep dibuat dari berbagai macam bahan kimia yang dirancang sedemikian rupa agar bisa cepat meresap ke kulit. Berbagai macam bahan kimia yang digunakan dalam obat topikal ini dapat berupa menthol, glycol salicylate, capsaicin, hingga salisilat yang semuanya bermanfaat untuk mengurangi nyeri otot dan/atau peradangan sendi.

Obat sakit atau nyeri pinggang jenis ini bisa dengan mudah Anda temukan di warung atau toko obat tanpa menggunakan resep dokter.

3. Relaksan otot

Relaksan otot bekerja mengendurkan otot-otot yang kaku atau kejang yang biasanya bersifat sementara (akut). Relaksan otot juga umumnya diresepkan dokter jika rasa nyerinya sampai mengganggu tidur Anda.

Beberapa obat relaksan otot yang umum termasuk baclofen, chlorzoxazone, metaxalone, methocarbamol, cyclobenzaprine (Flexeril ®), carisoprodol (Soma®), dan eperison (Myonal ®).

Namun, jarang ada bukti sahih yang mendukung efektivitas relaksan otot untuk mengatasi kejang otot. Kebanyakan contoh studi medis yang ada usianya sudah terlewat “tua” dan mungkin sudah tidak berlaku saat ini. Maka untuk alasan keamanan, dokter hanya akan meresepkan obat relaksan jika pengobatan lainnya terbukti gagal meringankan nyeri pinggang Anda.

Jika Anda diresepkan obat relaksan, pastikan Anda tidak berkendara atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi tinggi setelah mengonsumsi obat ini. Obat relaksan otot dapat membuat pusing dan mengantuk. Jadi, akan lebih baik jika Anda meminumnya pada malam hari sebelum tidur.

Beberapa menunjukkan bahwa obat pelemas otot yang diminum bersama paracetamol atau NSAID lain bekerja lebih baik meredakan sakit pinggang daripada hanya minum salah satunya saja.

4. Antidepresan

Antidepresan adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengobati depresi. Meski begitu, obat antidepresan juga dapat diresepkan dokter untuk meringankan sakit pinggang.

Sebuah studi hasil kolaborasi antara tim dokter di Australia dan Belanda menemukan penggunaan antidepresan dapat meredakan nyeri pinggang jika digunakan dalam jangka waktu pendek; hanya sekitar 6 bulan. Lebih dari itu, efektivitas obat justru akan berkurang.

Obat antidepresan bekerja meringankan nyeri pinggang dengan mengubah senyawa kimia serotonin dan norepinefrin yang berperan mengirim sinyal rasa sakit ke otak. Beberapa obat antidepresan yang bisa diresepkan dokter untuk mengatasi nyeri punggung adalah antidepresan trisiklik atau obat SNRI seperti duloxetine.

Perlu Anda ketahui bahwa penggunaan obat antidepresan secara sembarangan dapat menyebabkan efek samping, seperti mulut kering, pandangan kabur, tubuh berkeringat, telinga berdenging, dan lain-lain. Maka dari itu, jangan gunakan obat antidepresan untuk meredakan sakit pinggang tanpa persetujuan dari dokter.

5. Suntik kortison

Jika berbagai obat pereda nyeri di atas tidak juga membuat kondisi pinggang Anda membaik, dokter mungkin akan menyuntikkan kortison di sekitar sumsum tulang belakang. Kortison adalah agen anti-inflamasi yang kuat dan dapat membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan. Setelah peradangan mereda, nyeri akan bertahap menghilang.

Kebanyakan orang merasakan perbaikan kondisi dalam 1-5 hari setelah suntikan. Namun, ada pula yang bisa memakan waktu hingga mingguan sampai nyerinya sembuh. Cepat lambatnya efek suntikan kortison untuk meredakan sakit pinggang akan tergantung pada jenis injeksi, dosis, sifat nyerinya (akut atau kronis), dan faktor-faktor lainnya.

Jika Anda tidak juga merasa lebih baik setelah beberapa minggu, beri tahu dokter Anda. Anda dan dokter dapat mendiskusikan langkah-langkah perawatan untuk selanjutnya.

6. Opioid

Opioid merupakan penghilang rasa sakit kuat yang umumnya digunakan untuk nyeri sangat parah.

Opioid bekerja dengan menghalangi reseptor rasa sakit di otak. Hal ini juga dapat mempengaruhi detak jantung dan pernafasan. Beberapa contoh opioid antara lain morfin, fentanyl, oksikodon, dan kodein.

Bicarakan dengan dokter sebelum menjadikan opioid sebagai obat nyeri pinggang. Obat ini memerlukan resep dari dokter dan pemantauan berkala. Pemakaian obat ini secara sembarangan dalam jangka wwaktu panjang tanpa izin dokter dapat menyebabkan ketergantungan.

Kapan harus ke dokter jika obat tidak juga ampuh menghilangkan sakit pinggang?

Jika Anda mengalami sakit pinggang yang diakibatkan karena cedera ketika kecelakaan berkendara, olahraga, ataupun jatuh dari ketinggian, segeralah ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan medis yang tepat.

Begitu pula jika sakit pinggang Anda tidak kunjung membaik setelah minum obat pereda nyeri biasa. Kemungkinan, nyeri tersebut disebabkan oleh suatu kondisi medis tertentu yang sudah Anda miliki sebelumnya. Sebagai contoh, sakit pinggang karena penyakit ginjal biasanya membutuhkan pengobatan tambahan dengan antibiotik khusus untuk melawan infeksi. Infeksi pada ginjal itulah yang dapat memicu nyeri pada area sekitar pinggang.

Hubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika Anda mengalami:

  • Nyeri pinggang disertai demam tinggi, kedinginan, mual, atau muntah.
  • Urin berdarah.
  • Nyeri pinggang yang berlanjut dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Menilik Kandungan Herbavid-19, Ramuan Herbal untuk Pengobatan COVID-19

Satgas COVID-19 membagikan ribuan jamu Herbavid-19 ke beberapa rumah sakit rujukan COVID-19. Apakah khasiatnya sudah terbukti?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 Mei 8, 2020

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan Mei 7, 2020

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan Mei 4, 2020

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan Mei 1, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal tayang Mei 19, 2020
Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Mei 17, 2020
3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Monika Nanda
Tanggal tayang Mei 14, 2020
7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Tanggal tayang Mei 9, 2020