Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 03/03/2020
Bagikan sekarang

Mengalami kanker serviks bukan berarti menutup peluang hidup Anda. Berkat deteksi yang dilakukan sejak dini, disertai cara mengobati kanker serviks yang tepat, masih ada kemungkinan Anda untuk kembali sembuh. Setelah pengobatan selesai tugas Anda belum selesai. Anda masih masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Nah, seperti apa proses pemulihan kanker serviks? Apa saja yang perlu diperhatikan?

Seberapa besar peluang kesembuhan kanker serviks?

ciri keputihan kanker serviks

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI, kasus kanker serviks termasuk satu dari dua jenis kanker terbanyak di Indonesia. Akan tetapi, jangan langsung putus asa, karena sebenarnya peluang Anda untuk menjalani pengobatan dan penyembuhan kanker serviks masih terbuka lebar.

Biasanya, kemungkinan seorang wanita untuk sembuh setelah didiagnosis memiliki kanker serviks tergantung dari beberapa faktor. Melansir dari Cancer Research UK, faktor yang memperbesar peluang kesembuhan kanker serviks, meliputi stadium kanker, kondisi kesehatan, serta pengobatan yang pernah dijalani.

Secara keseluruhan, peluang hidup dan kesembuhan biasanya dikaitkan dengan stadium kanker serviks yang Anda miliki saat didiagnosis. Umumnya, seorang wanita didiagnosis mengalami kanker serviks pada stadium 1 atau stadium 2 memiliki peluang kesembuhan yang lebih besar.

Namun, dalam beberapa kasus lainnya, diagnosis kanker serviks mungkin baru disadari ketika sudah masuk stadium 3, atau bahkan stadium 4.

Berikut peluang penyembuhan alias angka harapan hidup kanker serviks berdasarkan masing-masing stadiumnya:

Stadium 1

Ada sekitar 95% wanita dengan kanker serviks stadium 1 yang kemungkinan punya harapan hidup atau peluang penyembuhan selama 5 tahun, bahkan mungkin saja lebih.

Stadium 2

Ada lebih dari 50% wanita dengan kanker serviks stadium 2 yang memiliki peluang sembuh atau angka harapan hidup selama 5 tahun. Pada tahap ini, angkanya juga bisa saja lebih.

Stadium 3

Ada hampir sekitar 40% wanita memiliki peluang sembuh dari kanker serviks selama 5 tahun atau bahkan lebih.

Stadium 4

Ada sekitar 5% wanita memiliki peluang penyembuhan atau pemulihan kanker serviks dalam kurun waktu 5 tahun atau bahkan lebih.

Berapa lama waktu pemulihan kanker serviks?

obat kanker serviks

Usai menjalani serangkaian pengobatan kanker serviks, kini Anda akan menjalani tahapan pemulihan kanker leher rahim. Waktu yang dibutuhkan setiap pasien untuk menjalani proses penyembuhan tidaklah sama.

Hal tersebut tergantung dari jenis pengobatan kanker serviks yang Anda jalani, entah itu histerektomi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi target, atau imunoterapi.

Pengobatan kanker serviks dengan histerektomi pun ada berbagai macam. Jenis operasi angkat rahim yang diambil akan memengaruhi proses penyembuhan atau pemulihan kanker serviks Anda. Walau demikian, Anda akan membutuhkan waktu sekitar 6-12 minggu.

Tips selama proses penyembuhan kanker serviks

Selama masa penyembuhan kanker serviks, Anda biasanya diminta untuk lebih memperbanyak waktu istirahat dan menghindari beberapa kegiatan tertentu.

Berikut berbagai anjuran penting yang perlu Anda perhatikan selama menjalani masa pemulihan atau penyembuhan  kanker serviks:

1. Pastikan Anda cukup istirahat

setelah kemoterapi selesai

Istirahat merupakan salah satu hal penting yang tidak boleh Anda lewatkan selama menjalani proses penyembuhan kanker serviks. Ibaratnya, tubuh telah bekerja cukup keras selama pengobatan kanker serviks berlangsung.

Setelah pengobatan selesai, tubuh butuh waktu kembali untuk berangsur-angsur pulih seperti sedia kala. Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk istirahat agar proses pemulihan diri dari kanker serviks berjalan dengan lebih cepat, terutama jika Anda usai menjalani kemoterapi dan radioterapi.

Dokter biasanya akan meminta anggota keluarga Anda untuk membebaskan Anda dari pekerjaan rumah yang mungkin akan menguras tenaga demi proses penyembuhan atau pemulihan kanker serviks ini.

Bahkan, dokter mungkin juga akan meminta Anda untuk rehat sejenak dari berbagai aktivitas selama proses penyembuhan kanker serviks, seperti bekerja. Dengan begitu, Anda bisa fokus beristirahat selama menjalani proses pemulihan.

2. Hindari berhubungan seksual untuk sementara waktu

berapa kali ganti seprai setelah berhubungan seks

Ada beberapa wanita yang kerap mengalami dilema soal waktu yang tepat untuk kembali berhubungan seks setelah menjalani pengobatan kanker serviks. Sebenarnya, melakukan hubungan seks setelah pengobatan kanker serviks terbilang aman dan tidak masalah.

Tak perlu khawatir, seks tidak akan membuat Anda kembali mengalami kanker serviks. Hanya saja, Anda tidak bisa langsung melakukan kegiatan intim ini segera setelah pengobatan kanker serviks selesai. Artinya, selama masa penyembuhan kanker serviks, Anda tidak bisa melakukan hubungan seksual untuk sementara waktu.

Umumnya, butuh waktu kurang lebih 6 minggu sampai Anda dapat kembali melakukan hubungan seksual. Namun, sebaiknya hindari melakukan hubungan seks kurang dari kurun waktu 4 minggu setelah pengobatan kanker serviks selesai.

Hal tersebut bisa saja membuat Anda berisiko mengalami infeksi. Selain itu, ada juga aturan lain yang perlu diketahui saat Anda melakukan hubungan seks setelah pengobatan kanker serviks, khususnya kemoterapi, yaitu menggunakan pasangan Anda sebaiknya menggunakan kondom.

Meski belum diketahui secara pasti apakah hubungan seks bisa berpengaruh pada pria atau tidak, 0bat kemoterapi dikhawatirkan bisa keluar melalui cairan vagina ataupun sperma.

Penggunaan kondom dianjurkan selama beberapa minggu sejak Anda memulai kembali melakukan hubungan seks dengan pasangan usai selama proses pemulihan. Bukan itu saja, Anda mungkin juga perlu mengonsultasikan dengan dokter seputar berhubungan seks usai menjalani kemoterapi.

Pasalnya, kemoterapi mungkin bisa mengakibatkan perubahan pada lapisan vagina. Akibatnya, vagina cenderung menjadi lebih rentan luka. Bahkan, beberapa wanita juga kerap mengeluhkan susah berhubungan seks, misalnya vagina menjadi kering dan menyempit, karena efek samping pengobatan.

Dalam kondisi ini, mungkin Anda memerlukan alat berupa dilator vagina untuk memudahkan proses penetrasi saat berhubungan seksual.

3. Hindari mengangkat beban berat

pengobatan kanker paru

Selama menjalani masa penyembuhan kanker serviks, dokter biasanya akan sangat menyarankan Anda untuk menghindari mengangkat beban berat dulu. Anda akan dilarang mengangkat tas belanjaan yang berat, menggendong anak-anak, mengangkat galon, dan lain sebagainya.

Anda juga akan diminta untuk tidak mengemudi sekitar 3-8 minggu selama masa pemulihan pengobatan kanker serviks, khususnya histerektomi.

Ada beberapa jenis histerektomi, dan biasanya Anda butuh waktu sekitar 8-12 minggu sampai benar-benar pulih kembali setelah melakukan histerektomi radikal.

4. Jaga berat badan tetap ideal

Selama masa penyembuhan atau pemulihan kanker serviks, Anda disarankan untuk menjaga berat badan. Menjaga berat badan yang sehat bukan hanya penting untuk kesehatan secara keseluruhan, tapi juga baik guna menurunkan risiko kekambuhan kanker serviks.

Sayangnya, beberapa pengobatan kanker serviks dinilai bisa berpengaruh terhadap berat badan dan ukuran lingkar pinggang Anda. Bahkan, berat badan yang meningkat cenderung lebih susah turun setelah melakukan perawatan kanker serviks. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh tubuh yang lelah, kurang fit, maupun hal lain yang Anda hadapi.

Terlepas dari peningkatan atau penurunan berat badan Anda, penting untuk mengusahakan berat badan kembali normal. Agar lebih mudah, Anda bisa menilai kategori berat badan Anda dengan menggunakan kalkulator indeks massa tubuh (BMI) dari Hello Sehat.

Jika pengobatan kanker serviks memengaruhi kemampuan Anda dalam makan sehingga membuat berat badan menurun, coba cari cara yang bisa membantu Anda untuk makan dengan baik. Pilihlah makanan sehat tapi tetap perhatikan gizinya.

Cara lainnya, Anda juga mungkin perlu mengubah kebiasaan makan harian. Anda bisa mulai menjajal porsi makan yang lebih sedikit tapi dalam frekuensi yang sering setiap harinya.

5. Pola makan seimbang

menentukan porsi makan siang ideal

Setelah melalui proses pengobatan kanker serviks, di masa penyembuhan ini Anda juga dianjurkan untuk memperbanyak makan makanan sumber serat, dari sayur dan buah-buahan.

Tak hanya serat, buah dan sayur juga kaya vitamin, mineral, bahkan antioksidan. Kandungan antioksidan ini dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan DNA dan sel-sel lainnya, sekaligus menghancurkan agen penyebab kanker dan sel kanker itu sendiri.

Bahkan karena buah dan sayur rendah kalori, bisa membantu Anda menjaga agar berat badan tetap ideal. Usahakan untuk makan berbagai macam buah dan sayur dalam porsi yang cukup.

Jika bosan dengan sayur atau buah segar, Anda bisa makan sayur atau buah kalengan. Namun perhatikan, sebaiknya cari buah atau sayur kalengan yang tidak diberi tambahan gula, garam, dan lemak.

Selain itu, batasi juga asupan daging merah dan daging olahan setiap harinya. Anda boleh makan daging, tapi dalam porsi yang terbatas. Pilihlah daging merah tanpa lemak, karena lebih kaya sumber seng, zat besi, protein, dan vitamin B12.

6. Atur perubahan emosi sebaik mungkin

nafsu makan menurun

Dibandingkan dengan anjuran proses penyembuhan atau pemulihan kanker serviks yang telah disebutkan sebelumnya, mengatur perubahan emosi diri kerap kali dikesampingkan. Padahal, tak jarang, pengobatan kanker serviks yang Anda jalani bisa saja berdampak pada emosional diri.

Alhasil, Anda mungkin sering merasa gelisah, tertekan, hingga membuat Anda uring-uringan dan murung seharian. Perubahan emosi tersebut bisa disebabkan oleh perasaan sedih, tertekan, dan stres, akibat dari kanker serviks yang pernah Anda alami.

Di sisi lain, hal tersebut juga mungkin terjadi karena Anda dibayang-bayangi oleh ketakutan dan kecemasan terhadap kejadian yang akan datang. Itulah mengapa tidak sedikit pasien kanker serviks yang setelah menjalani pengobatan, merasa bahwa hidupnya berbeda dengan saat belum didiagnosis mengalami penyakit ini.

Berbagai penyebab tersebut yang mungkin membuat Anda merasa sedih dan gelisah tanpa didasari oleh alasan yang jelas. Memang butuh waktu sampai Anda benar-benar bisa kembali mengelola emosi dan perasaan sendiri.

Namun dalam hal ini, jangan ragu untuk meminta bantuan dari orang-orang terdekat seperti keluarga, sahabat, maupun pasien kanker serviks lainnya. Tujuannya untuk memberikan dukungan, menyemangati, sekaligus membantu Anda merasa lebih baik.

Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan konseling dengan ahlinya terkait kondisi yang sedang Anda alami.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Tes IVA dan Pap Smear

IVA test dan pap smear sama-sama metode deteksi dini kanker serviks. Meski begitu, baik IVA test dan pap smear memiliki perbedaan yang beragam. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020