Aturan Minum Obat HIV agar Selalu Tepat Waktu dan Tidak Pernah Terlupa

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Hidup dengan HIV dan AIDS mengharuskan Anda untuk mematuhi jadwal pengobatan. Dengan begitu banyak obat yang diresepkan, kadang ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mengingat kapan perlu minum obat HIV. Kami ingin berbagi beberapa tips yang dapat membantu Anda mengikuti aturan minum obat HIV secara tepat waktu.

Kenapa penting untuk minum obat HIV tepat waktu?

Menjalani pengobatan HIV dengan antiretroviral (ARV) tidak bisa sepenuhnya menghilangkan virus HIV dari dalam tubuh. Namun, ARV begitu penting dalam memperlambat proses replikasi virus HIV yang sangat mudah bermutasi untuk menyerang sistem kekebalan tubuh.

Virus HIV mereproduksi salinan dirinya ketika virus tersebut masuk ke dalam tubuh Anda. Obat-obatan HIV dapat mencegah virus melakukan proses ini.

Dokter akan segera menganjurkan Anda minum obat HIV segera setelah terdiagnosis positif HIV guna menekan jumlah virus HIV atau viral load sedini mungkin. Semakin cepat pengobatan ARV dilakukan, maka akan semakin memangkas durasi dalam menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh.

Namun, minum obat HIV dalam dosis yang tidak tepat  akan membuat obat jadi tidak efektif. Virus HIV memiliki kemampuan tinggi untuk bermutasi, membentuk berbagai varian virus HIV di dalam tubuh. Akibatnya, obat ARV akan kesulitan untuk menarget virus yang sebelumnya dikenali.

Dengan kata lain, ARV tidak lagi bisa menahan virus untuk bereplikasi. Bahayanya, kondisi ini akan mengarah pada kondisi resistansi obat yang menyebabkan kegagalan pengobatan.

Setelah Anda menjadi kebal terhadap suatu obat HIV, Anda harus berhenti mengonsumsinya dan menggantinya dengan obat yang lain. Pemeriksaan resistensi obat HIV, dapat membantu dokter menentukan obat jenis apa yang efektif dalam menekan jumlah virus HIV.

Kendala cara pengobatan HIV

Mengapa penderita HIV kerap terlupa untuk minum obat HIV atau menyalahi aturan dosis obat HIV yang ditentukan dokter? Salah satu penyebabnya adalah jumlah obat ARV yang mesti dikonsumsi.

Obat HIV terdiri dari beberapa kelas  yang mana masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda dalam meredakan infeksi virus HIV. Pada umumnya, penderita HIV pada fase infeksi awal akan diberikan dua jenis obat ARV dalam kelas yang berbeda.

Dilansir dari NAM, berikut ini adalah beberapa jenis obat HIV yang biasanya diberikan. Obat ini dikelompokan berdasarkan tahapan atau stadium infeksi HIV yang berkembang di dalam tubuh.

1. Nucleoside/nucleotide reverse transcriptase inhibitors (NRTIs): Obat HIV yang menghambat fase awal replikasi virus.

2. Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs): Obat HIV yang menghambat fase akhir replikasi virus.

3. Integrase inhibitors: Menghalangi proses virus ketika mengintergrasi sel inang yaitu ketika menghancurkan kode genetik sel inang.

4. Entry inhibitors: Menghentikan proses virus HIV masuk ke dalam sel tubuh. Terdapat dua tipe, yaitu CCR5 inhibitors dan fusion inhibitors.

5. Protease inhibitors (PIs): Menghalangi jalanya proses akhir virus dalam bereplikasi

6. Booster drugs: Obat yang bekerja untuk meningkatkan efek protase inhibitor.

7. Single-tablet regimens: Obat kombinasi yang terdiri dari dua hingga tiga jenis antiretroviral yang disatukan dalam satu pil, biasanya diminum dengan dosis satu kali sehari.

Masing-masing obat ini memiliki aturan minum  obat HIV yang berbeda-beda, mulai dari dosis hingga waktu minum, sehingga kerap menyulitkan penderita HIV untuk mengingatnya.

Kendala lainnya yang dapat membuat penderita HIV lalai menaati aturan minum obat HIV adalah:

  • Sakit karena efek samping dari obat ARV
  • Sibuk bekerja atau menjalani aktivitas harian yang terlampau padat
  • Sedang dalam perjalanan atau berpergian jauh
  • Pola tidur dan makan yang tidak teratur
  • Mengalami depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol membuat penderita melupakan jadwal minum obat HIV
  • Tidak memahami pentingnya mengonsumsi obat secara teratur dan bahaya yang menyertainya apabila melanggar aturannya

Aturan minum obat HIV

Konsultasikan dengan dokter mengenai aturan minum obat HIV  untuk menghindari risiko resistensi obat yang berbahaya.

Petunjuk penggunaan obat juga akan membantu Anda dalam memahami aturan minum obat HIV. Berikut adalah beberapa petunjuk umum untuk aturan minum obat HIV:

Minum obat HIV dua kali sehari

Dosis pertama harus diminum pada pagi hari dan dosis kedua untuk digunakan sekitar 12 jam kemudian. Misalnya, jika Anda minum dosis pertama pada jam 8 pagi, dosis kedua harus dikonsumsi pada jam 8 malam.

Minum obat HIV tiga kali sehari

Ketiga dosis harus diminum dengan jarak per 8 jam. Jika dosis pertama diminum pada jam 7 pagi, Anda harus minum dosis kedua 8 jam kemudian pada jam 3 sore. Dosis ketiga harus diminum 8 jam kemudian, yaitu pada jam 11 malam.

Minum obat HIV setelah makan atau Minum dengan makanan

Anda harus makan sesuatu sebelum minum obat HIV Anda. Jika Anda tidak ingin makan seporsi penuh, makanlah camilan besar, seperti roti lapis selai kacang, biskuit dengan susu, atau granola bar dan yogurt.

Minum obat HIV denga perut kosong

Anda harus minum obat tersebut setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah Anda makan camilan atau makanan berat.

Tips menaati aturan minum obat HIV

Berikut merupakan beberapa tips yang berguna untuk Anda mengingat untuk minum obat HIV dengan tepat waktu dan dosis yang sesuai:

  • Lakukanlah “uji coba” sebelum Anda mulai minum obat HIV untuk melihat jika Anda mengalami kesulitan untuk taat pada aturan konsumsi obat. Anda dapat menggunakan permen sebagai pengganti obat dalam “uji coba” ini.
  • Gunakanlah kotak pil dengan kotak yang terpisah untuk setiap harinya dalam seminggu
  • Kelompokan pil sesuai dosis yang dianjurkan dokter dalam satu kompartemen
  • Buatlah rincian jadwal harian untuk waktu untuk minum obat, waktu untuk makan, dan apa yang harus dimakan.
  • Pilihlah satu aktivitas harian, seperti berangkat kerja atau menonton acara TV kesukaan Anda, dan minum pil Anda di waktu tersebut setiap harinya
  • Gunakanlah jam tangan dengan alarm. Atur alarm untuk setiap waktu Anda harus minum obat HIV.
  • Ajaklah seseorang yang juga mengonsumsi obat-obatan HIV sehingga untuk saling mengingatkan satu sama lain supaya tetap mengikuti jadwal.
  • Simpan bersama semua informasi resep obat-obatan HIV Anda di satu tempat
  • Pastikan persediaan obat HIV selalu ada dengan membelinya jauh-jauh hari sebelum  persediaan obat HIV habis.

Jangan biarkan pemikiran bahwa dengan memiliki HIV, Anda tidak bisa menjalani rutinitas dengan normal. Mengikuti aturan minum obat HIV dengan teratur merupakan bagian yang penting dalam memerangi penyakit yang menyerang sistem imun ini.

Dengan begitu, Anda akan mendapatkan manfaat optimal dari obat-obatan tersebut dan memiliki peluang terbaik untuk mengalahkan HIV.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020

3 Cara Jitu Mencegah Mimpi Basah Saat Puasa

Baik laki-laki remaja maupun pria dewasa sama-sama bisa mengalami mimpi basah. Lantas, adakah cara untuk mencegah mimpi basah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Jangan Sembarangan, Berikut Cara Menyimpan Obat Padat yang Benar

Obat-obatan padat atau pil yang terdiri dari beragam jenis tentunya membutuhkan cara menyimpan yang sesuai agar tidak merusak kualitasnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Cara Merawat Anak yang Terkena HIV/AIDS

Pasti Anda sedih bila tahu anak Anda kena virus HIV. Namun, Anda harus tetap melakukan perawatan kepada anak sebaik mungkin. Apa tips merawat anak HIV/AIDS?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
HIV/AIDS 21/03/2020

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit berisiko pada ODHA

Penyakit yang Paling Berisiko Dialami oleh Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020
nyamuk menularkan hiv

Bisakah HIV Menular Melalui Gigitan Nyamuk?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
air mani keluar saat puasa

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020