Aturan Minum Obat HIV agar Selalu Tepat Waktu dan Tidak Pernah Terlupa

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Hidup dengan HIV dan AIDS mengharuskan Anda untuk mematuhi jadwal pengobatan. Dengan begitu banyak obat yang diresepkan, kadang ini bisa membuat Anda kewalahan untuk mengingat kapan perlu minum obat HIV. Kami ingin berbagi beberapa tips yang dapat membantu Anda mengikuti aturan minum obat HIV secara tepat waktu.

Kenapa penting untuk minum obat HIV tepat waktu?

Menjalani pengobatan HIV dengan antiretroviral (ARV) tidak bisa sepenuhnya menghilangkan virus HIV dari dalam tubuh. Namun, ARV begitu penting dalam memperlambat proses replikasi virus HIV yang sangat mudah bermutasi untuk menyerang sistem kekebalan tubuh.

Virus HIV mereproduksi salinan dirinya ketika virus tersebut masuk ke dalam tubuh Anda. Obat-obatan HIV dapat mencegah virus melakukan proses ini.

Dokter akan segera menganjurkan Anda minum obat HIV segera setelah terdiagnosis positif HIV guna menekan jumlah virus HIV atau viral load sedini mungkin. Semakin cepat pengobatan ARV dilakukan, maka akan semakin memangkas durasi dalam menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh.

Namun, minum obat HIV dalam dosis yang tidak tepat  akan membuat obat jadi tidak efektif. Virus HIV memiliki kemampuan tinggi untuk bermutasi, membentuk berbagai varian virus HIV di dalam tubuh. Akibatnya, obat ARV akan kesulitan untuk menarget virus yang sebelumnya dikenali.

Dengan kata lain, ARV tidak lagi bisa menahan virus untuk bereplikasi. Bahayanya, kondisi ini akan mengarah pada kondisi resistansi obat yang menyebabkan kegagalan pengobatan.

Setelah Anda menjadi kebal terhadap suatu obat HIV, Anda harus berhenti mengonsumsinya dan menggantinya dengan obat yang lain. Pemeriksaan resistensi obat HIV, dapat membantu dokter menentukan obat jenis apa yang efektif dalam menekan jumlah virus HIV.

Kendala cara pengobatan HIV

Mengapa penderita HIV kerap terlupa untuk minum obat HIV atau menyalahi aturan dosis obat HIV yang ditentukan dokter? Salah satu penyebabnya adalah jumlah obat ARV yang mesti dikonsumsi.

Obat HIV terdiri dari beberapa kelas  yang mana masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda dalam meredakan infeksi virus HIV. Pada umumnya, penderita HIV pada fase infeksi awal akan diberikan dua jenis obat ARV dalam kelas yang berbeda.

Dilansir dari NAM, berikut ini adalah beberapa jenis obat HIV yang biasanya diberikan. Obat ini dikelompokan berdasarkan tahapan atau stadium infeksi HIV yang berkembang di dalam tubuh.

1. Nucleoside/nucleotide reverse transcriptase inhibitors (NRTIs): Obat HIV yang menghambat fase awal replikasi virus.

2. Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs): Obat HIV yang menghambat fase akhir replikasi virus.

3. Integrase inhibitors: Menghalangi proses virus ketika mengintergrasi sel inang yaitu ketika menghancurkan kode genetik sel inang.

4. Entry inhibitors: Menghentikan proses virus HIV masuk ke dalam sel tubuh. Terdapat dua tipe, yaitu CCR5 inhibitors dan fusion inhibitors.

5. Protease inhibitors (PIs): Menghalangi jalanya proses akhir virus dalam bereplikasi

6. Booster drugs: Obat yang bekerja untuk meningkatkan efek protase inhibitor.

7. Single-tablet regimens: Obat kombinasi yang terdiri dari dua hingga tiga jenis antiretroviral yang disatukan dalam satu pil, biasanya diminum dengan dosis satu kali sehari.

Masing-masing obat ini memiliki aturan minum  obat HIV yang berbeda-beda, mulai dari dosis hingga waktu minum, sehingga kerap menyulitkan penderita HIV untuk mengingatnya.

Kendala lainnya yang dapat membuat penderita HIV lalai menaati aturan minum obat HIV adalah:

  • Sakit karena efek samping dari obat ARV
  • Sibuk bekerja atau menjalani aktivitas harian yang terlampau padat
  • Sedang dalam perjalanan atau berpergian jauh
  • Pola tidur dan makan yang tidak teratur
  • Mengalami depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol membuat penderita melupakan jadwal minum obat HIV
  • Tidak memahami pentingnya mengonsumsi obat secara teratur dan bahaya yang menyertainya apabila melanggar aturannya

Aturan minum obat HIV

Konsultasikan dengan dokter mengenai aturan minum obat HIV  untuk menghindari risiko resistensi obat yang berbahaya.

Petunjuk penggunaan obat juga akan membantu Anda dalam memahami aturan minum obat HIV. Berikut adalah beberapa petunjuk umum untuk aturan minum obat HIV:

Minum obat HIV dua kali sehari

Dosis pertama harus diminum pada pagi hari dan dosis kedua untuk digunakan sekitar 12 jam kemudian. Misalnya, jika Anda minum dosis pertama pada jam 8 pagi, dosis kedua harus dikonsumsi pada jam 8 malam.

Minum obat HIV tiga kali sehari

Ketiga dosis harus diminum dengan jarak per 8 jam. Jika dosis pertama diminum pada jam 7 pagi, Anda harus minum dosis kedua 8 jam kemudian pada jam 3 sore. Dosis ketiga harus diminum 8 jam kemudian, yaitu pada jam 11 malam.

Minum obat HIV setelah makan atau Minum dengan makanan

Anda harus makan sesuatu sebelum minum obat HIV Anda. Jika Anda tidak ingin makan seporsi penuh, makanlah camilan besar, seperti roti lapis selai kacang, biskuit dengan susu, atau granola bar dan yogurt.

Minum obat HIV denga perut kosong

Anda harus minum obat tersebut setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah Anda makan camilan atau makanan berat.

Tips menaati aturan minum obat HIV

Berikut merupakan beberapa tips yang berguna untuk Anda mengingat untuk minum obat HIV dengan tepat waktu dan dosis yang sesuai:

  • Lakukanlah “uji coba” sebelum Anda mulai minum obat HIV untuk melihat jika Anda mengalami kesulitan untuk taat pada aturan konsumsi obat. Anda dapat menggunakan permen sebagai pengganti obat dalam “uji coba” ini.
  • Gunakanlah kotak pil dengan kotak yang terpisah untuk setiap harinya dalam seminggu
  • Kelompokan pil sesuai dosis yang dianjurkan dokter dalam satu kompartemen
  • Buatlah rincian jadwal harian untuk waktu untuk minum obat, waktu untuk makan, dan apa yang harus dimakan.
  • Pilihlah satu aktivitas harian, seperti berangkat kerja atau menonton acara TV kesukaan Anda, dan minum pil Anda di waktu tersebut setiap harinya
  • Gunakanlah jam tangan dengan alarm. Atur alarm untuk setiap waktu Anda harus minum obat HIV.
  • Ajaklah seseorang yang juga mengonsumsi obat-obatan HIV sehingga untuk saling mengingatkan satu sama lain supaya tetap mengikuti jadwal.
  • Simpan bersama semua informasi resep obat-obatan HIV Anda di satu tempat
  • Pastikan persediaan obat HIV selalu ada dengan membelinya jauh-jauh hari sebelum  persediaan obat HIV habis.

Jangan biarkan pemikiran bahwa dengan memiliki HIV, Anda tidak bisa menjalani rutinitas dengan normal. Mengikuti aturan minum obat HIV dengan teratur merupakan bagian yang penting dalam memerangi penyakit yang menyerang sistem imun ini.

Dengan begitu, Anda akan mendapatkan manfaat optimal dari obat-obatan tersebut dan memiliki peluang terbaik untuk mengalahkan HIV.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Untuk Apa Cuci Darah, dan Siapa yang Harus Rutin Cuci Darah?

Mendengar istilah cuci darah dapat membuat bulu kuduk merinding. Tapi satu hal yang pasti, prosedur medis ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Waktu Bercinta Terbaik Bagi Pasangan Usia 20, 30, dan 40-an

Waktu bercinta yang paling ideal ternyata bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung usia Anda dan pasangan. Apa alasannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Seks & Asmara 19 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Anyang-anyangan bikin kita harus bolak-balik ke WC sehingga jadi tidak nyaman beraktivitas. Psstt... Intip di sini pilihan obat anyang-anyangan yang ampuh!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Obat-obatan yang Bisa Digunakan untuk Mengatasi Penyakit Prostat

Memiliki masalah di sekitar daerah intim sering membuat pria enggan konsultasi ke dokter. Lantas, obat penyakit prostat apa yang bisa digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Urologi, Prostat 5 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hemodialisis

Hemodialisis, Prosedur Cuci Darah untuk Penyakit Gagal Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
syarat-donor-ginjal

Tertarik untuk Donor Ginjal? Simak Baik-Baik Prosedur dan Syaratnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2020 . Waktu baca 7 menit
arti warna darah haid bagi kesehatan

Normalkah Jika Darah Haid Saya Berwarna Cokelat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 6 menit
cek obat

4 Hal yang Perlu Anda Cek Sebelum Membeli Obat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit