Bisakah Autisme Muncul Saat Usia Dewasa? Apa Saja Gejalanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Autisme adalah suatu gangguan mental yang ditandai dengan kesulitan berkomunikasi dan keterbatasan untuk membentuk suatu hubungan dengan orang lain. Gejala autisme pada umumnya timbul dan dikenali di masa kanak-kanak. Meski demikian, kesulitan untuk bersosialisasi juga umum terjadi pada orang dewasa. Lalu, apa ini artinya kita juga bisa mengidap autisme begitu beranjak dewasa?

Apakah autisme mungkin timbul pada orang dewasa?

Untuk seseorang bisa dikatakan memiliki gangguan autisme, gejala autisme seperti kesulitan berbicara dan berkomunikasi harus sudah ada pada diri pengidap semenjak ia berusia anak-anak atau bahkan lebih muda lagi.

Autisme tidak dapat muncul dengan sendirinya atau diperoleh saat seseorang sudah melewati masa pertumbuhannya. Sehingga jika seseorang secara tiba-tiba mengalami gangguan untuk berkomunikasi dan gangguan perilaku sosial saat usia remaja akhir atau dewasa  maka hal tersebut bukanlah autisme.

Tapi gejala autisme bisa terlambat dideteksi

Gejala autisme pada dasarnya sudah muncul dan berkembang semenjak dalam masa tumbuh kembang anak, tapi dapat tersamarkan karena gejalanya bisa tidak muncul sepenuhnya. Gejala autisme pada usia dewasa dapat dikenali ketika tuntutan hidup yang dihadapi telah melebihi kapasitas kemampuan pengidap autisme tersebut. Gejala autisme juga cenderung dapat menyaru dengan perilaku unik masing-masing individu yang dipelajari seiring dengan bertambahnya usia.

Autisme pada remaja dapat tersamarkan karena pola perilaku dan emosi tipikal remaja yang cenderung naik-turun karena pubertas. Masa puber pada umumnya menyebabkan seorang remaja normal merasa kewalahan atau kebingungan untuk beradaptasi, namun pada pengindap autisme, hal tersebut dapat berdampak lebih serius hingga dapat menyebabkan gangguan kecemasan dan depresi.

Namun demikian, mereka yang didiagnosis memiliki autisme baru saat dewasa cenderung dapat bekerja dan hidup mandiri dengan kemampuan mereka sendiri. Hal ini tentu berkaitan erat dengan sejauh mana tingkat kecerdasan dan keterampilan mereka untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Tingkat kecerdasan yang rendah membuat pengidap autisme dewasa membutuhkan lebih banyak bantuan untuk bisa lancar berkomunikasi. Pengidap autisme dewasa yang dapat hidup mandiri dan sukses dalam berprofesi pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang di atas rata-rata.

Tanda dan gejala autisme yang muncul pada orang dewasa

Memastikan gejala autisme pada orang dewasa tergolong lebih sulit karena tingkah pola dan perilaku mereka yang sudah terbentuk dari pengalaman hidupnya. Ada sejumlah karakteristik khusus yang ditunjukkan oleh orang dewasa dengan autisme. Namun perlu diingat bahwa adanya beberapa tanda dibawah ini pada diri seseorang bukan berarti ia mengalami autisme.

Punya sedikit teman

Orang-orang yang memiliki autisme mengalami kesulitan berbahasa juga menunjukkan perilaku unik yang tidak wajar ditampilkan oleh orang dewasa normal pada umumnya sehingga mereka cenderung menarik diri dari orang lain.

Keterbatasan dalam berbahasa

Keterbatasan berbahasa ditandai dengan kesulitan untuk melakukan percakapan, menemukan kata untuk mengekspresikan kebutuhan mereka, dan kesulitan untuk memproses suatu pikiran.

Gangguan minat dan perhatian

Gejala autisme pada orang dewasa bisa ditandai dengan sedikitnya minat atau hal yang disukai, namun mereka memiliki pengetahuan yang sangat mendalam akan satu bidang yang sangat spesifik, seperti bidang penerbangan, mekanik, asal mula kata, atau sejarah serta cenderung sangat sulit untuk mengekspresikan minat pada hal lainnya.

Kesulitan menemukan pasangan

Hal ini disebabkan karena kesulitan untuk berkomunikasi dengan baik dan tidak dapat memahami bahasa non-verbal atau maksud gerak-gerik dari orang lain.

Sulit berempati

Autisme menyebabkan mereka cenderung sulit untuk memahami perasaan atau pemikiran yang dimiliki oleh orang lain sehingga mengalami kesulitan untuk membaur dengan lingkungan sosial.

Rentan mengalami gangguan tidur

Hal ini dapat dipicu oleh kecemasan dan gangguan mental kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi, mengatur emosi dan depresi.

Gangguan memproses informasi

Autisme menyebabkan pengidapnya tidak dapat merespon rangsangan dari luar seperti gerakan atau suara orang lain berbicara, ataupun hal lainnya seperti penglihatan, aroma, dan informasi yang diberikan dari lingkungan sekitar.

Pola perilaku berulang

Orang dewasa dengan autisme dapat mengulang-ulang hal yang mereka lakukan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan orang normal dalam durasi hitungan hari. Hal tersebut menyebabkan mereka cenderung lebih sedikit bersosialiasi dan berkomunikasi.

Terlalu bergantung dengan rutinitas

Autisme pada orang dewasa menyebabkan mereka sangat saklek terhadap rutinitasnya hingga detil terkecil sekalipun dan melakukan hal yang sama berulang kali setiap hari, sehingga mereka enggan untuk mencoba hal baru. Mereka juga cenderung tidak menyukai aktivitas yang mengharuskan mereka bepergian ke tempat baru, mencoba makanan atau restoran baru. Perubahan jadwal atau rutinitas mendadak membuat mereka merasa tidak nyaman.

Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala autisme pada orang dewasa?

Hingga saat ini autisme tidak memiliki pengobatan spesifik. Namun ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir peluang munculnya gejala autisme pada orang dewasa. Hal ini dapat dilakukan dengan serangkaian terapi seperti pendidikan khusus bagi individu dengan autisme, modifikasi perilaku, dan terapi keterampilan dan kemampuan sosial. Orang dewasa dengan autisme mungkin juga membutuhkan pengobatan untuk mengatasi gangguan kecemasan, gangguan tidur, atau obat penenang lainnya untuk mencegah mereka membahayakan dirinya sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Efek Samping Aromaterapi yang Harus Diwaspadai

Terlepas manfaatnya bagi tubuh, romaterapi ternyata menyimpan efek buruk yang dapat merugikan kesehatan. Simak efek samping aromaterapi berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Komplikasi Asam Urat yang Berbahaya untuk Kesehatan dan Perlu Diwaspadai

Asam urat Anda sering kambuh? Yuk, segera obati. Jika tidak, hal ini bisa memicu komplikasi akibat asam urat yang bahaya bagi tubuh. Apa saja itu?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Salah satu cara mengatasi masalah anemia adalah dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen penambah darah. Apa saja vitamin untuk kurang darah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

apa itu intuisi

Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
eksim kering dan eksim basah

Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab telinga gatal

5 Penyebab Telinga Gatal dan Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit