Sedikit Berbeda, Inilah Tanda Autisme Pada Wanita Menurut Penelitian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Autisme biasanya dideteksi lebih awal pada masa kanak-kanak. Laporan CDC (Center of Disease Control, and Prevention) menunjukkan bahwa jumlah anak laki-laki dengan autisme 4 kali lebih banyak dibanding anak perempuan. Periset meyakini jika kemungkinan besar anak perempuan tidak menunjukkan gejala yang kentara sehingga tidak ditangani lebih awal dan semakin bertambah buruk hingga ia dewasa. Jadi, apa saja gejala autisme pada wanita? Yuk, cari tahu jawabannya pada penjelasan berikut ini.

Gejala autisme yang umum terjadi

Gangguan spektrum autisme adalah suatu kondisi yang memengaruhi cara berperilaku, sosialisasi, dan komunikasi seseorang. Biasanya gejalanya akan muncul sebelum anak mencapai usia 2 tahun. Namun, tidak semua anak akan menujukkan gejala autisme yang sama. Apalagi jika kepedulian orangtua pada anak sangat rendah, autisme tentu akan lebih lambat terdeteksi.

Anak dan orang dewasa dengan autisme biasanya akan mengalami kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain. Nah, gejala autisme yang terjadi yang umumnya terjadi, meliputi:

  • Ketika dipanggil mereka tidak merespons
  • Sulit mendengarkan pembicaraan orang lain atau terkesan tidak perduli
  • Tidak mau menatap mata langsung lawan bicara
  • Kesulitan memulai percakapan atau melanjutkan pembicaraan
  • Membicarakan suatu hal yang ia sukai tanpa memerhatikan reaksi orang lain
  • Pola bicara yang tidak normal
  • Kesulitan memahami isyarat, seperti gerakan tubuh sederhana
  • Kesulitan mengikuti arahan seseorang
  • Kesulitan mengekspresikan emosi diri sendiri dan mengenali emosi yang ditunjukkan orang lain

Kemudian, gejala autisme juga memengaruhi pola perilaku seseorang, seperti:

  • Melakukan gerakan berulang, seperti menggerakkan kepala atau tangan
  • Sering melukai diri sendiri seperti suka menggigit, membenturkan kepala, atau memukul dirinya sendiri
  • Sering mengulangi kata atau frasa tertentu
  • Sangat mudah terpesona dengan sesuatu
  • Merasakan sensasi yang lebih kuat atau lemah pada suara atau cahaya
  • Saat melakukan sesuatu sangat sulit diganggu dan tidak mau diganggu

Gejala autisme pada wanita menurut penelitian

gejala gangguan kecemasan

Gejala autisme pada wanita sebenarnya tidak berbeda jauh dengan anak-anak dan pria. Namun, periset meyakini jika anak perempuan dan wanita lebih mungkin menyembunyikan gejala autisme. Inilah yang menyebabkan mereka lebih sulit didiagnosis. Ada beberapa cara mereka menyamarkan gejala tersebut, di antaranya:

  • Memaksakan diri untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara selama percakapan
  • Selalu menyiapkan lelucon sebelum memulai percakapan
  • Meniru perilaku sosial orang lain
  • Meniru ekspresi dan gerak tubuh orang lain

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of the America Academy of Child and Adolescent Psychiatry membandingkan gejala autisme pada wanita dengan pria. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita lebih mencenderung mengalami beberapa gejala berikut:

  • Lebih banyak mengalami kesulitan bersosialisasi dan berinteraksi
  • Kurang mampu untuk beradaptasi dengan baik
  • Cenderung fokus berlebihan pada suatu aktivitas
  • Lebih banyak mengalami masalah emosional
  • Lebih banyak mengalami masalah dalam berkomunikasi
  • Sering meniru dan menjadi agresif

Hingga kini, periset masih terus melakukan penelitian lebih dalam mengenai gejala autisme pada wanita. Terlebih tidak ada tes medis khusus yang dapat mendiagnosis autisme. Jika Anda merasa si kecil atau anggota keluarga menunjukkan gejala yang telah disebutkan, segera lakukan konsultasi ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Dokter Mendiagnosis Autisme Pada Anak?

Menegakkan diagnosis pada anak dengan autisme tidaklah mudah. Lalu, bagaimana cara dokter menentukan bahwa seorang anak mengalami kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Saraf, Health Centers 01/02/2020 . 5 menit baca

5 Jenis Terapi Perilaku untuk Anak dengan Autisme

Terapi perilaku anak autis sudah digunakan sejak lama untuk membuat anak menguasai keterampilan baru. Apa saja jenis terapi perilaku tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Anak, Parenting 09/12/2019 . 7 menit baca

5 Tips Aman Mengajak Anak Autisme Ke Acara Keluarga Besar

Merawat anak autisme memang penuh tantangan. Apalagi saat mengajaknya mendatangi acara keluarga. Supaya cara berjalan lancar, simak tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf, Health Centers 06/03/2019 . 4 menit baca

5 Penyakit Saraf Anak yang Sebaiknya Diwaspadai Orangtua

Penyakit saraf termasuk kasus yang cukup banyak ditemukan pada usia anak-anak. Kenali jenis-jenis penyakit saraf pada anak yang paling umum, plus gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Anak, Parenting 12/10/2018 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

bahan kimia kosmetik autisme

Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 3 menit baca
mencegah autisme saat hamil

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/04/2020 . 4 menit baca
ciri-ciri dan gejala autis pada bayi

5 Ciri dan Gejala Autisme pada Bayi yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020 . 6 menit baca
Terapi gratis anak autis di YCHI

Layanan Terapi Gratis untuk Anak Penyandang Autis di Jakarta

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27/02/2020 . 7 menit baca