Benarkah Bahan Kimia Kosmetik Tingkatkan Risiko Autisme pada Janin?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Autisme adalah kelainan perkembangan otak dan saraf yang memengaruhi kemampuan berpikir dan berperilaku seseorang. Hingga kini penyebab kini dari autisme tidak diketahui secara pasti. Namun, periset percaya ada berbagi faktor yang meningkatkan risiko autisme, salah satunya bahan kimia pada kosmetik. Benarkah demikian? Yuk, pahami lebih dalam pada ulasan berikut ini.

Alasan bahan kimia kosmetik bisa tingkatkan risiko autisme

Studi terbaru yang diterbitkan pada jurnal Environmental Health Perspectives menemukan adanya keterkaitan bahan kimia, yakni phthalates dalam produk kecantikan dengan autisme.

Sebanyak 2001 ibu hamil trimester pertama yang rata-rata berusia 33 tahun diamati kadar phthalates pada urinenya. Semua ibu hamil tersebut merupakan partisipan dari Maternal-Infant Research on Environmental Chemicals (MIREC), yakni kelompok studi jangka panjang yang berfokus pada kehamilan di Kanada.

Proses pengamatan bahan kimia kosmetik dengan autisme ini dilakukan selama 3 tahun, dari tahun 2008 hingga 2011.

Periset kemudian melakukan penilaian lebih lanjut pada 610 anak yang lahir ketika mereka berusia 3 hingga 4 tahun. Penilaian ini menggunakan Social Responsiveness Scale-2 (SRS-2), yakni skor pengukuran sifat autisme dan gangguan sosial.

Bila hasil skala menunjukkan angka yang tinggi, tandanya anak lebih banyak memiliki sifat-sifat yang mengarah pada kelainan autisme.

Lalu, periset membandingkan konsentrasi zat phthalates pada urine sang ibu hamil dengan skor SRS anak. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar bahan kimia kosmetik yang tinggi dikaitkan dengan meningkatkan skor penilaian autisme pada anak.

Namun, efeknya ini hanya terlihat pada anak laki-laki saja. Di samping itu, efeknya cukup rendah pada ibu hamil yang mengonsumsi asam folat yang cukup, yakni 400 mikrogram selama kehamilan trimester pertama.

Periset beranggapan bahwa gangguan endokrin adalah penyebabnya. Paparan bahan kimia tertentu selama kehamilan dapat mengganggu kinerja endokrin, yakni sistem kontrol kelenjar yang menghasilkan hormon yang disirkulasikan ke seluruh tubuh.

Meskipun menunjukkan hasil demikian, studi ini masih memiliki memiliki beberapa kekurangan sehingga pengamatan lebih lanjut.

Upaya mencegah autisme akibat paparan bahan kimia kosmetik

Dengan adanya temuan ini, membuat para calon ibu harus berhati-hati dalam memilih produk sehari-hari. Bukan hanya kosmetik, phthalates juga ditemukan pada sabun, sampo, atau cat kuku.

Phthalates biasanya ditambahkan pada produk agar zat-zat lebih cepat menyerap dan masuk ke kulit. Oleh karena itu, carilah produk yang dilabeli bebas phthalates.

Sekalipun bayi telah lahir, Anda harus meminimalkan paparan kimia ini pada anak, terutama pada mainan anak dan botol bayi. Pada benda-benda ini, phthalates berfungsi untuk membuat plastik jadi lebih fleksibel dan sulit dihancurkan.

Bahan kimia pada kosmetik ini tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko autisme, tapi juga berdampak buruk juga pada perkembangan bahasa dan keterampilan motorik anak.

Selain itu, agar janin terhindar dari autisme maupun masalah kesehatan lainnya, ibu hamil perlu mencukupi asupan asam folat seperti yang direkomendasikan, yakni 400 mcg per hari. Asupan folat ini harus dipenuhi sebelum kehamilan dan 12 minggu pertama kehamilan.

Asam folat bisa didapat dari suplemen dan makanan, seperti alpukat, tomat, kacang-kacangan, dan daging merah. Jangan lupa, lakukan pemeriksaan kehamilan Anda secara rutin untuk memantau kesehatan dan perkembangan janin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengenali dan Menghitung Pergerakan Janin dalam Kandungan

Menghitung pergerakan janin perlu dilakukan setiap ibu hamil. Lantas, mengapa ini perlu dilakukan dan bagaimana cara menghitung gerakan janin yang mudah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 25/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 02/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Bisakah Epilepsi Dideteksi Sejak Janin Dalam Kandungan?

Epilepsi merupakan gangguan saraf yang dapat mengganggu perkembangan anak. Namun, bisakah mendeteksi epilepsi sejak janin di dalam kandungan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 31/03/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Ciri dan Gejala Autisme pada Bayi yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Autis (autisme) pada bayi sulit untuk didiagnosis karena ciri-ciri yang timbul nampak samar. Memang, seperti apa saja gejala autis pada bayi? Simak di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Saraf, Health Centers 08/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

botol plastik hangat

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit
memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . Waktu baca 5 menit