Kenapa Saya Diare Saat Sedang Haid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kram perut, emosi yang naik-turun, sakit kepala, dan gampang lapar adalah “seperangkat” gejala PMS yang paling umum dan terkadang bisa berlanjut sampai menstruasi Anda selesai. Meski begitu, beberapa orang juga mengalami diare saat haid berlangsung. Apa, ya, penyebabnya?

Diare saat haid, apakah normal?

Ya. Pada dasarnya, diare saat menstruasi adalah “efek samping” yang normal dan mungkin saja dialami oleh beberapa wanita.

Selama sedang mens, tubuh Anda memproduksi senyawa prostaglandin yang memicu kontraksi rahim. Senyawa inilah yang sebenarnya menjadi dalang di balik kram perut menyebalkan yang Anda alami selama menstruasi. Nah, prostaglandin secara tidak langsung juga memengaruhi kerja saluran pencernaan. Prostaglandin menyebabkan perut menjadi lebih bergas saat sedang haid. Akibatnya, Anda akan lebih sering BAB bahkan diare saat haid ketimbang di hari-hari normal lainnya.

Sering BAB atau diare saat haid juga dipengaruhi oleh kadar hormon progesteron yang meningkat selama rentang waktu ini. Progesteron akan memuncak tepat sebelum hari pertama menstruasi Anda, lalu akan turun drastis setelahnya. Saat hormon ini berada di kadar tertingginya, Anda lebih rentan sembelit, karena progesteron bekerja menghambat kerja usus untuk mencerna dan menyebabkan makanan jadi menumpuk dalam perut. Ketika progesteron menurun drastis, hal yang sebaliknya akan terjadi. Anda justru cenderung lebih sering bolak-balik BAB.

Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya?

Diare saat haid memang membuat kewalahan, terutama jika aktivitas sedang padat. Namun Anda bisa menyiasatinya dengan memperbanyak asupan cairan (air putih, sup kaldu, jus, minuman elektrolit, hingga oralit) dan makan makanan kaya serat (buah, sayuran, biji-bijian). Pilih juga makanan yang mengandung probiotik, yang dapat meningkatkan jumlah bakteri sehat dalam usus untuk melawan kuman dalam saluran pencernaan Anda.

Di samping lewat makanan segar, asupan suplemen vitamin B6 dan kalsium selama beberapa hari menjelang hari-H menstruasi juga dipercaya dapat menurunkan risiko diare saat haid nantinya. Meski begitu, tanyakan dulu pada dokter untuk memastikan apakah suplemen itu aman untuk Anda konsumsi dan jika ya, berapa dosisnya yang tepat.

Terakhir, lebih giatlah berolahraga saat menstruasi. Olahraga dapat membantu mengembalikan fungsi saluran pencernaan jadi normal.

Jika kondisi Anda tidak membaik bahkan setelah menstruasi selesai, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan perawatan yang tepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 29, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Yang juga perlu Anda baca