9 Obat Herbal untuk Mengatasi Asam Urat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Asam urat adalah peradangan pada persendian di area kaki (pergelangan kaki, jempol kaki, lutut, dan telapak kaki) serta area tangan (siku, pergelangan tangan, lengan, dan ibu jari). Asam urat umumnya dapat ditangani dengan obat dari dokter, meski beberapa orang juga masih percaya akan khasiat obat herbal. Lantas, apa saja obat alami nan tradisonal yang terbukti dapat meringankan asam urat?

Obat asam urat yang alami dan tradisional

Obat yang terbuat dari bahan alami dianggap lebih aman untuk mengatasi penyakit, seperti asam urat, karena minim risiko efek samping. Namun, belum tentu semua obat tradisional dapat digunakan untuk mengatasi gejala asam urat.

Berikut beberapa contoh obat herbal yang sudah pernah diteliti secara medis manfaatnya untuk asam urat.

1. Jahe

Jahe adalah tanaman herbal yang salah satu manfaatnya dipercaya sebagai obat pereda nyeri asam urat alami, ungkap studi dalam jurnal Annals of Biological Research. Manfaat ini diduga datang dari zat aktif antiradangnya, yaitu gingerols dan shogaol.

Sebuah penelitian juga menemukan bahwa efek antinyeri jahe lebih unggul dari obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) seperti paracetamol atau ibuprofen.

Pasalnya, NSAID hanya bekerja menghalangi pembentukan senyawa peradangan prostaglandin dan leukotrien. Jahe dilaporkan dapat menghalangi pembentukan keduanya sementara juga memecah peradangan dan keasaman dalam cairan di persendian.

Pengidap asam urat yang teratur mengonsumsi jahe tiap hari melaporkan perbaikan yang signifikan dalam rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan sendi.

2. Cuka apel

Keasaman cuka apel disinyalir dapat membantu mengurangi rasa sakit akibat peradangan asam urat.

Sementara itu, sebuah penelitian di Jepang tahun 2010 menemukan bahwa cuka apel dapat meningkatkan alkalinitas (kebasaan) tubuh. Kadar pH tubuh yang bersifat basa kemudian turut memengaruhi kadar pH cairan urine.

Perubahan kadar pH urin yang kini jadi lebih basa (alkali) disimpulkan oleh penelitian tersebut efektif untuk membuang kelebihan asam urat dari dalam tubuh.

Akan tetapi, belum jelas juga apakah menambahkan cuka apel di dalam asupan makanan Anda dapat memengaruhi keasaman urin. 

3. Biji seledri

Seledri sering digunakan sebagai obat tradisional untuk mengobati masalah kandung kemih. Namun, ekstrak biji seledri kini juga dipercaya sebagai obat herbal untuk meredakan sakit asam urat

Biji seledri mengandung senyawa aktif seperti luteolin dan 3-n-butylphthalide (3nB). Kedua senyawa ini sudah diteliti bermanfaat untuk mengatasi peradangan dan mengendalikan produksi asam urat.

Satu penelitian dari Journal of Biomedical Research melaporkan kandungan luteolin pada biji seledri dapat mengurangi produksi oksida nitrat yang dihasilkan oleh asam urat. Oksida nitrat adalah senyawa penting dalam tubuh, tetapi dapat menghasilkan stres oksidatif yang menyebabkan peradangan dalam jumlah besar.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada kemungkinan luteolin dari seledri dapat memberikan perlindungan pada persendian dari peradangan yang disebabkan kristal asam urat. Meski demikian, penelitian ini baru diuji pada hewan. Masih dibutuhkan lebih banyak penelitian lanjutan lainnya pada manusia untuk memastikan manfaatnya.

Sementara itu, penelitian dari Experimental and Therapeutic Medicine menemukan senyawa 3-n-butylphthalide (3nB) dari seledri bermanfaat melawan peradangan yang disebabkan oleh asam urat. 

4. Tanaman jelatang

Tanaman jelatang, atau dalam bahasa latin disebut sebagai urtica dioica, adalah tanaman herbal yang dipercaya dapat menjadi obat herbal alami untuk asam urat. 

Menurut Arthritis Foundation, sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa ekstrak tanaman jelatang mengandung zat antiradang bernama hox alpha. Hox alpha diamati dapat menekan pelepasan sitokin yang memicu peradangan pada persendian.

Jelatang (Stinging nettle) juga kaya akan kalium, kalsium, dan magnesium. 

Meski demikian, masih belum jelas keabsahan manfaat tanaman jelatang sebagai obat alami untuk asam urat.

5. Bunga dandelion

Dikutip dari Healthline, teh herbal atau ekstrak bunga dandelion dipercaya bisa dijadikan obat asam urat alami. 

Penelitian tahun 2016 dari jurnal Reinal Failure menemukan bahwa bunga dandelion dapat menurunkan kadar asam urat pada mereka yang berisiko sakit ginjal.

Namun hal ini belum ditemukan kebenarannya secara medis. Masih dibutuhkan banyak penelitian lagi untuk memastikan manfaat bunga dandelion untuk mengatasi asam urat.

6. Kunyit

Curcumin adalah senyawa kimia antiradang dalam kunyit yang membantu meredakan peradangan.

Studi yang diterbitkan tahun 2019 oleh jurnal Arthritis Research & Therapy mendapati bahwa curcumin dapat menekan protein yang disebut faktor nuklir-kappa B (NF-kappa B) dalam uji coba hewan.

Protein NF-kappa B adalahh zat yang menghasilkan peradangan dalam tubuh. Ketika produksi protein tersebut ditekan, peradangan yang disebabkan oleh pengkristalan asam urat di sendi pun dapat mereda.

Sebuah uji coba yang dilakukan pada manusia juga menemukan hal serupa setelah memurnikan ekstrak curcumin menjadi fexofytol. Uji coba tersebut diterbitkan dalam Open Journal of Rheumatology and Autoimmune Diseases tahun 2013. Hasilnya, fexofytol efektif memblokir NF-kappa B.

Namun, ada baiknya konsultasi dulu ke dokter sebelum menggunakan kunyit sebagai obat herbal untuk asam urat. Pasalnya pada beberapa kasus, kunyit dapat menyebabkan efek samping.

7. Kembang sepatu

Kembang sepatu atau hibiscus semakin banyak diyakini untuk menjadi obat alami pereda asam urat.

Menurut penelitian dari Journal of Functional Foods tahun 2012, kadar asam urat pada tikus yang diberikan ekstrak kembang sepatu menurun cukup signifikan.

Biasanya kembang sepatu dikonsumsi dengan cara dimakan dan juga dijadikan teh. Akan tetapi, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas penggunaannya sebagai obat asam urat alami pada manusia.

8. Brotowali 

Melansir studi ulasan dari Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry pada tahun 2017, ekstrak jus batang brotowali dapat menjadi obat herbal alami untuk asam urat. Brotowali diyakini dapat membantu menetralkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

Selain itu, penelitian tahun 2014 dari Journal Clinical and Evaluation Research menunjukkan brotowali dapat menjadi obat pereda nyeri alami untuk serangan asam urat setelah diujicoba pada tikus. Namun sayang, penelitian ini belum dilakukan pada manusia.

Konsultasi ke dokter untuk penggunaan lebih lanjut. 

9. Meniran hijau

Menurut Kidney Atlas, meniran hijau yang populer sebagai obat herbal untuk batu ginjal dan batu empedu juga bisa untuk mengatasi asam urat.

Meniran hijau dipercaya dapat menghambat produksi asam urat berlebih dalam tubuh, sekaligus memecah dan membilas penumpukan kristal asam urat. Dengan begitu, obat alami ini dapat mencegah terjadinya serangan asam urat.

Akan tetapi, konsultasikan dulu pada dokter sebelum menggunakan obat tradisional ini untuk mengatasi asam urat. Pasalnya, belum ditemukan jelas penelitian yang menyatakan bahwa meniran hijau benar-benar ampuh dan bebas efek samping.  

Jangan sembarangan minum obat herbal untuk asam urat

Sudah cukup banyak penelitian yang melaporkan manfaat beberapa obat herbal untuk mengatasi asam urat. Namun, Anda tetap harus periksa dan konsultasi ke dokter sebelum menggunakan obat apapun. Anda juga bisa meminta rekomendasi dokter mengenali obat herbal atau suplemen apa yang aman dikonsumsi untuk kondisi asam urat Anda.

Jika dokter sudah memperbolehkan Anda untuk minum obat tradisional, jangan menggunakannya sebagai satu-satunya pengobatan asam urat. Pada dasarnya obat alami bukanlah obat paten yang pasti menyembuhkan asam urat. 

Pengobatan asam urat tetap harus dilakukan dengan obat medis. Obat herbal fungsinya hanya sebagai terapi komplementer, untuk meredakan gejala asam urat dan meningkatkan kesehatan tubuh secara holistik.

Ingat untuk selalu memeriksa informasi seputar cara pakai, penyimpanan, dan dosis takaran obat herbal.

Apabila Anda tidak yakin apakah obat herbal yang Anda gunakan aman atau tidak, cek di situs http://cekbpom.pom.go.id/. Pastikan obat herbal Anda telah terdaftar dan teruji keamanannya. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 9, 2017 | Terakhir Diedit: Januari 23, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca