4 Pilihan Pengobatan untuk Endometriosis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/02/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Endometriosis merupakan gangguan kesehatan pada perut bagian bawah. Kondisi yang dialami oleh wanita ini terjadi karena jaringan pada bagian dalam rahim bernama endometrium tumbuh melapisi bagian luar rahim. Sebagian wanita tidak menyadari bahwa mereka memiliki endometriosis, namun banyak juga yang kerap merasakan nyeri saat menstruasi atau saat berhubungan seksual. Bagi Anda yang memiliki endometriosis, berikut adalah berbagai pengobatan yang bisa Anda lakukan.

Berbagai pilihan pengobatan endometriosis

pengobatan endometriosis
Sumber: CBS News

Pengobatan untuk endometriosis dapat disesuaikan dengan keparahan kondisinya. Namun, perlu diketahui bahwa endometriosis tidak dapat disembuhkan. Oleh karena itu, pengobatan ini hanya akan menghambat pertumbuhan jaringan di luar rahin dan mengatasi rasa sakit yang disebabkan oleh endometriosis agar tidak mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Obat pereda nyeri

Jika gejala endometriosis masih ringan, Anda dapat menggunakan obat nyeri. Biasanya obat yang disarankan adalah obat golongan NSAID (obat antiinflamasi non-steroid) seperti ibuprofen atau naproxen.

Obat pereda nyeri ini bisa dibeli di apotek dan biasanya tidak menimbulkan efek samping yang serius. Anda juga dapat menggunakan perpaduan dua jenis obat seperti ibuprofen dan parasetamol untuk nyeri yang lebih parah.

Jika rasa nyeri tak kunjung hilang, dokter mungkin akan memberikan resep obat khusus yang lebih kuat.

Terapi hormon

Endometriosis dapat terjadi karena adanya estrogen yang mendorong pertumbuhan jaringan endometrium dalam tubuh. Maka dari itu, pengobatan dengan terapi hormon mencegah implan baru jaringan endometrium dengan membatasi atau menghentikan produksi estrogen dalam tubuh.

Namun, terapi hormon tidak akan meningkatkan kesuburan dan kebanyakan malah akan mengurangi kesempatan untuk hamil selama Anda menggunakannya. Gejala endometriosis juga masih bisa muncul lagi setelah Anda menghentikan pengobatan.

Berikut adalah berbagai jenis terapi hormon yang bisa Anda lakukan:

  • Kontrasepsi hormonal: pil, implan, dan cincin KB dapat membantu mengendalikan hormon yang menyebabkan penumpukan jaringan endometrium. Selama menggunakan kontrasepsi hormonal, durasi menstruasi menjadi lebih pendek dan volume darah yang keluar lebih sedikit. Efeknya, nyeri saat haid pun berkurang.
  • Terapi progestin: serupa dengan kontrasepsi hormonal, bedanya terapi ini hanya mengandung progestin. Beberapa jenisnya bisa berupa pil, suntikan, dan IUD.
  • Analog hormon pelepas gonadotropin: pengobatan endometriosis dengan terapi hormon jenis ini disarankan jika obat pereda nyeri dan kontrasepsi tidak bekerja. Analog hormon pelepas gonadotropin akan menghambat ovarium dalam memproduksi estrogen. Hasilnya, jaringan endometrium akan menyusut. Namun, pengobatan ini akan berdampak pada menopause sementara sehingga tidak disarankan bagi Anda yang sedang merencanakan program kehamilan.
  • Danazol: danazol berfungsi untuk menghentikan pelepasan hormon yang menyebabkan menstruasi. Obat ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sayangnya, danazol tidak disarankan pada ibu hamil karena dapat menimbulkan efek yang berbahaya untuk janin.

Operasi endometriosis

Jalan terakhir untuk pengobatan endometriosis adalah dengan melakukan operasi. Operasi dilakukan dengan mengangkat atau menghancurkan jaringan endometrium. Jenis operasi yang sering menjadi pilihan adalah laparoskopi dan histerektomi.

Operasi laparoskopi

Laparoskopi merupakan prosedur paling umum dalam pengobatan endometriosis. Operasi ini juga dapat digunakan untuk mendiagnosis endometriosis. Nantinya, dokter membuat sayatan kecil untuk memasukkan tabung kecil ke dalam perut yang akan menghancurkan jaringan endometrium dengan bantuan dari laser atau panas. Laparoskopi dilakukan di bawah pengaruh bius total.

Operasi histerektomi

Jika kasusnya parah, Anda mungkin harus menjalani operasi histerektomi atau pengangkatan rahim. Operasi ini hanya disarankan jika Anda sudah tidak memiliki rencana untuk memiliki anak. Konsultasi pada dokter juga diharuskan mengingat operasi ini juga dapat menimbulkan berbagai efek samping.

Hasil dari operasinya pun permanen dan tidak dapat dikembalikan ke sedia kala. Meski begitu, operasi ini tidak dapat menghilangkan endometriosis sepenuhnya.

Pengobatan lainnya

Jika endometriosis hanya muncul selama beberapa saat dan tidak terlalu parah, Anda mungkin dapat mencoba pengobatan lainnya. Penelitian yang dilakukan untuk melihat efek pengobatan alternatif untuk mengobati endometriosis memang belum cukup, namun beberapa pasien dikabarkan berhasil mengurangi rasa nyeri setelah menjalani akupuntur.

Anda juga dapat mengurangi rasa nyeri dengan berendam dalam air hangat. Air hangat dapat membantu membuat otot-otot di sekitar panggul menjadi lebih rileks sehingga akan mengurangi kram.

Hal yang harus diperhatikan sebelum menjalani pengobatan endometriosisDokter memeriksa gejala hepatitis B

Seperti yang sudah dijelaskan, ada baiknya bagi Anda untuk mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memilih jenis pengobatan endometriosis yang tepat.

Berbagai faktor tersebut meliputi usia, gejala yang Anda alami, terutama jika Anda sedang menjalani program kehamilan. Beberapa metode pengobatan seperti operasi tentunya sangat memerlukan diskusi dengan dokter Anda.

Perawatan yang lebih intens tidak akan diperlukan bila gejala endometriosis yang Anda alami masih ringan atau bila Anda sudah mendekati menopause. Kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya. Meski demikian, Anda tetap harus sadar akan gejala-gejala yang muncul agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perut Kembung Setelah Berhubungan Seks, Apa Penyebabnya?

Apa yang biasanya Anda rasakan setelah seks? Capek dan ngantuk, tapi bahagia? Atau malah kembung dan begah? Apa penyebab kembung setelah berhubungan seks?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Seks & Asmara 17/10/2018 . 4 mins read

Tips Agar Hubungan Seks Tetap Panas Meski Punya Endometriosis

Endometrisos sering membuat hubungan seks terasa tidak nyaman. Namun, bukan berarti Anda harus menghindarinya, coba tips bercinta ini untuk mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/10/2018 . 4 mins read

Tips Bercinta Tanpa Rasa Sakit untuk Wanita yang Punya Endometriosis

endometriosis bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks. Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Baca tipsnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 26/09/2018 . 4 mins read

Berbagai Pilihan Pengobatan Penyakit Rahim, Tak Harus Dengan Operasi

Tidak semua penyakit rahim harus berujung pada histerektomi atau operasi angkat rahim. Hal ini dapat diobati dengan jenis operasi lain yang lebih mudah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 19/08/2018 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial mengatasi endometriosis

Ampuhkah Minyak Esensial untuk Mengatasi Gejala Endometriosis?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 31/10/2019 . 4 mins read
mengatasi gejala endometriosis

4 Cara Alami Mengatasi Gejala Endometriosis di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 30/12/2018 . 3 mins read
penyakit endometriosis

Endometriosis Bikin Seks Jadi Menyakitkan? Atasi Dengan 3 Trik Ini

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 28/12/2018 . 3 mins read
Obat primolut adalah

Primolut

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 05/11/2018 . 8 mins read