Saat ini, memilih pemanis sebagai pengganti gula sudah mulai marak dilakukan. Bahkan, ada banyak jenis dan berbagai merek pemanis yang tersedia sehingga bisa membuat bingung. Namun, jika Anda menderita diabetes, seperti apa pemanis yang terbaik dan sehat?

Mengapa penderita diabetes perlu menggunakan pemanis khusus?

Sebelum memilih pemanis untuk diabetes, ada baiknya Anda ketahui seluk beluk pemanis beserta jenisnya.

Mengapa orang dengan diabetes perlu pemanis khusus? Orang dengan diabetes tipe 2 perlu membatasi jumlah kalorinya. Gula pasir memiliki kalori yang tinggi dan insulin tidak mampu mengaturnya jika Anda mengidap diabetes, karena Anda memiliki masalah pada insulin. Ini akan menyebabkan kadar gula yang tinggi dalam darah. Tingginya kadar gula darah dalam darah akan membuat berbagai komplikasi berbahaya, misalnya kebutaan hingga sulitnya luka untuk sembuh.

Bagi penderita diabetes, tentu sangat penting untuk senantiasa menjaga kadar gula darah agar tetap terkontrol, untuk mencegah komplikasi yang berbahaya. Penggunaan pemanis untuk menggantikan gula pasir yang tinggi kalori adalah salah satu hal wajib bagi pasien diabetes. Namun, saat ini sudah banyak pilihan pemanis untuk pasien diabetes. Bagaimana cara memilihnya?

3 tips memilih pemanis untuk diabetesi

1. Ketahui kandungannya dan pilih yang rendah gula

Seperti yang telah Anda ketahui sebelumnya, penting bagi pasien diabetes untuk memilih gula yang berkalori rendah. Bagaimana caranya?

Caranya adalah ketahui kandungan dari berbagai jenis pemanis. Pilihlah yang memiliki serendah-rendahnya karbohidrat (gula) serta seberapa banyak kandungan kalori pada karbohidrat tersebut.

Semakin rendah jumlah kalori yang ada, maka semakin baik bagi Anda, terutama bagi Anda yang masih makan nasi atau karbohidrat lainnya. Bahkan, beberapa jenis pemanis juga memberikan label zero calories, berarti kalorinya adalah sebesar nol. Dengan kata lain, pemanis ini tidak punya kandungan gula sama sekali.  

2. Pilihlah pemanis yang alami

Ternyata, pemanis khusus untuk diabetes tak hanya sintetis atau buatan, namun juga bisa berasal dari berbagai bahan alami seperti tumbuhan. Penting untuk memilih yang berasal dari tumbuh-tumbuhan karena beberapa pemanis buatan ternyata juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Sebuah riset yang dipublikasikan oleh James Yarmolinsky dkk pada tahun 2016 di The Journal of Nutrition membuktikan bahwa terdapat kenaikan gula darah atau kadar glukosa darah bagi mereka yang secara rutin mengonsumsi pemanis buatan tertenty. Riset ini menggunakan survei pada 12884 partisipan.

Selain itu, menurut sebuah artikel publikasi Nature tahun 2014 yang risetnya dilakukan dilakukan oleh Jotham Suez dkk, beberapa jenis pemanis buatan seperti sakarin dapat mengubah komposisi bakteri pada usus. Ini dapat menyebabkan glucose intolerance sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa pada darah.

Maka dari itu, Anda bisa memilih pemanis yang berasal dari tumbuhan seperti tumbuhan jagung dan tumbuhan stevia. Stevia berasal dari tumbuhan di Paraguay, Amerika Selatan dan telah lama digunakan oleh suku Indian di sana.

Riset telah membuktikan bahwa stevia tidak menimbulkan zat yang membahayakan tubuh dan tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Bahkan, pemanis dengan bahan stevia juga dapat digunakan untuk memasak karena rasa manisnya tidak akan hilang ketika dipanaskan, seperti misalnya pada aspartam. Selain itu, stevia juga adalah pemanis yang mengandung nol kalori, sehingga baik untuk menjaga berat badan Anda.

3. Hindari pemanis yang memiliki efek samping yang membahayakan kesehatan

Ternyata, pemanis untuk diabetes dapat memiliki efek yang berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda, salah satunya jenis sakarin. Menurut Diabetes.co.uk, sakarin yang terbuat dari molekul minyak bumi dapat meningkatkan risiko kanker. Telah dilakukan sebuah riset eksperimental pada hewan untuk membuktikan hal ini. Ternyata banyak hewan yang terkena kanker pada kandung kemihnya.

Selain itu, hindari pula pemanis dengan jenis aspartam. Glassman mengatakan bahwa aspartam dapat menimbulkan berbagai efek negatif, seperti migrain, leukimia, limfoma, dan kanker payudara. Aspartam juga tidak baik bagi orang-orang dengan fenilketonuria (PKU). Orang dengan gangguan ini tidak mampu memetabolisme komponen penting dari aspartam, yaitu fenilalanin.

Selain sakarin dan aspartam, ternyata pemanis sodium cyclamat atau biasa disebut dengan siklamat juga memiliki efek samping yang serius. Pemanis buatan yang biasa ditambahkan pada sakarin karena punya rasa yang lebih mirip gula pasir ini sudah dilarang di Amerika Serikat sejak tahun 1969 karena dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih hingga kemandulan pada pria.

Maka dari itu, cek kemasan produk dan ketahui kandungan apa yang ada pada pemanis Anda untuk menghindari efek negatifnya. Anda bisa memilih pemanis sorbitol, selain karena memiliki rasa yang enak dan tidak menimbulkan rasa pahit juga tidak menimbulkan efek pada gigi Anda. Sorbitol saat ini banyak digunakan sebagai pemanis khusus bagi diabetes.

Selain itu, Anda juga bisa memilih pemanis Sukralose. Sukralose tidak akan berefek pada kadar gula darah Anda serta tidak akan kehilangan kemanisannya karena panas sehingga baik untuk digunakan memasak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca