Penderita diabetes sering dianjurkan untuk tidak mengonsumsi makanan manis dan yang tinggi gula karena bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Tapi, bagaimana dengan madu? Apakah pemanis yang katanya lebih baik dibanding gula ini baik juga dikonsumsi oleh pasien diabetes?

Apakah madu lebih sehat untuk penderita diabetes ketimbang gula biasa?

Anda harus ingat, diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan, namun bisa Anda kendalikan. Cara termudah untuk mengendalikan penyakit ini adalah dengan mengontrol kadar gula darah.

Nah, semua pemanis alami, baik itu gula maupun madu, merupakan jenis karbohidrat sederhana yang bisa meningkatkan kadar gula darah dalam seketika. Itu sebabnya, asupan pemanis tersebut perlu Anda kendalikan.

Menurut American Diabetes Association, sebenarnya masalah utama yang perlu menjadi perhatian bagi para penderita diabetes justru terletak pada asupan karbohidrat, dibandingkan masalah asupan gula itu sendiri. Pasalnya, mereka yang hidup dengan diabetes, kerap kali mengalami kenaikan kadar gula dalam darah karena mereka tidak bisa mengontrol asupan karbohidrat yang dikonsumsinya, ketimbang asupan gula.

Itu sebabnya, ada baiknya orang dengan diabetes memperhatikan terlebih dahulu kandungan karbohidrat dari madu yang akan mereka konsumsi. Beberapa produk madu terdaftar biasanya tertera pada tabel nutrisi yang tertera di dalam kemasan.

Madu bisa mempengaruhi glukosa darah dan insulin di tubuh Ana

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi madu dapat meningkatkan kadar insulin dan gula darah. Hal ini berdasarkan dari sebuah penelitian kecil yang dilakukan di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Dari penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa 75 gram madu mampu meningkatkan kadar gula darah dan insulin pada orang tanpa diabetes dalam waktu 30 menit. Sedangkan tes yang dilakukan menggunakan 75 gram gula putih pada orang tanpa diabetes, para peneliti menemukan bahwa kadar gula darah naik ke tingkat yang sedikit lebih tinggi.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan peningkatan kadar gula darah jauh lebih rendah pada kelompok madu, dibandingkan dengan kelompok gula putih. Namun dalam 2 jam setelah konsumsi, kadar gula darah menurun dan menetap dalam kisaran normal.

Sebuah studi yang dilakukan di King Saud University, Arab Saudi, juga meneliti hubungan antara madu dan glukosa darah. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan bahwa madu juga mampu menurunkan kadar gula darah puasa dan menaikan C-Peptida puasa (C-peptida adalah produk sampingan yang dibuat ketika insulin diproduksi.)

Bolehlah mengganti gula dengan madu bagi penderita diabetes?

Secara umum, madu adalah pemanis yang sehat, terutama jika dibandingkan dengan gula olahan seperti gula putih. Orang dengan diabetes tipe 2 yang ingin mengonsumsi madu dalam minuman atau makanan ada baiknya mengonsumsinya dengan sangat sedikit. Pasalnya, madu memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan gula putih sehingga meskipun penggunaannya yang sedikit, hal tersebut bisa mempermanis makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Bagi penderita diabetes, menggunakan madu dalam jumlah sangat kecil seharusnya tidak menyebabkan glukosa darah melonjak drastis. Jadi, penderita diabetes bisa mengonsumsi madu sebagai bagian dari bentuk pola makanan sehat asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit sambil melakukan pemantauan gula darah.

Selain mengonsumsi madu, Anda juga bisa menggunakan pemanis rendah kalori sebagai alternatif gula untuk diabetes. Anda bisa menggunakan pemanis rendah kalori dan mengandung kromium untuk meningkatkan fungsi insulin dalam tubuh, sehingga membantu orang dengan diabetes dalam mengontrol gula darah.

Namun ingat, biasanya pemanis rendah kalori memiliki rasa yang jauh lebih manis ketimbang pemanis alami, sehingga jangan terlalu banyak menambahkannya ke dalam minuman atau makanan Anda. Tetap gunakan secukupnya saja.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca