Gula Khusus Diabetes: Apakah Benar Dapat Menurunkan Gula Darah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/12/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Sudah banyak produk gula khusus untuk penderita diabetes yang dipasarkan dengan tujuan agar penderita diabetes dapat tetap menikmati makanan manis tanpa khawatir gula darahnya akan naik. Produk gula khusus diabetes ini mengandung pemanis buatan atau juga biasa disebut dengan pemanis rendah kalori, pengganti gula, atau pemanis non-nutrisi. Pemanis buatan ini tidak mengandung kalori, tetapi mengandung rasa manis beratus kali lipat dari gula biasa.

Namun, apakah benar gula khusus ini dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes?

Apa itu pemanis buatan?

Pemanis buatan adalah pengganti gula yang memiliki nol kalori dan tidak dapat meningkatkan kadar gula darah dengan pemakaian secukupnya. Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan beratus kali lipat dari gula biasa, sehingga pemakaian dalam jumlah sedikit saja sudah dapat membuat makanan atau minuman Anda manis. Karena sifatnya ini, maka pemanis buatan menjadi pilihan sebagai pengganti gula bagi penderita diabetes atau bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan.

Beberapa produk pemanis buatan yang dikhususkan untuk orang dengan diabetes biasanya mengandung pemanis buatan aspartam. Aspartam adalah pemanis buatan yang lebih baik digunakan untuk makanan dingin. Makanan dengan suhu tinggi atau panas dapat menurunkan efek pemanisnya.

Penggunaan aspartam dikatakan aman untuk semua orang, termasuk wanita hamil dan anak-anak. Namun, penggunaannya dilarang untuk orang yang menderita fenilketonuria. Fenilketonuria adalah kondisi di mana seseorang tidak dapat mencerna fenilalanin (salah satu kandungan dalam aspartam). Walaupun penggunaan aspartam sudah dikatakan aman oleh badan pengawas obat dan makanan di beberapa negara, namun hal ini masih menjadi kontroversi.

Pemanis buatan untuk penderita diabetes

Konsumsi gula untuk penderita diabetes memang harus dikontrol agar gula darah penderita diabetes tetap dalam batasan normal. Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan penyakitnya bertambah buruk dan bisa menyebabkan berbagai komplikasi.

Salah satu cara untuk tetap dapat menikmati rasa manis tanpa mengurangi asupan gula adalah dengan mengganti gula biasa dengan pemanis buatan atau pemanis rendah kalori. Selain untuk penderita diabetes, pemanis buatan ini juga dapat dipakai bagi Anda yang ingin mengurangi berat badan atau ingin mengurangi asupan kalori.

Pemanis buatan dapat dimasukkan sebagai bagian dari diet diabetes, dengan catatan Anda tetap harus mengontrol asupan makanan yang mengandung lemak dan kalori tinggi. Jika Anda tetap mengonsumsi makanan dengan kalori dan lemak tinggi, maka tetap saja Anda akan kesulitan untuk mengontrol gula darah Anda.

Yang harus Anda perhatikan adalah makanan atau minuman yang menemani penggunaan pemanis buatan tersebut, apakah makanan tersebut mempengaruhi kadar gula darah Anda atau tidak. Perlu diingat bahwa pemanis buatan hanya sebagai pengganti gula agar Anda tetap bisa menikmati makanan manis, tanpa bisa membantu menurunkan kadar gula darah Anda.

Penelitian yang dilakukan oleh American Diabetes  Association dan American Heart Association tahun 2013 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara penggunaan pemanis rendah kalori dengan ukuran standar dengan pemanis lainnya terhadap respon glikemik tubuh. Penelitian lainnya yang diterbitkan oleh Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics juga menyimpulkan bahwa konsumsi pemanis rendah kalori tidak berdampak pada kadar gula darah di orang dengan diabetes.

Jadi, kesimpulannya adalah Anda tetap harus mengontrol asupan Anda, terutama makanan yang mengandung karbohidrat, untuk tetap menjaga kadar gula darah Anda, walaupun Anda sudah mengonsumsi pemanis buatan. Keseimbangan asupan makanan yang Anda makan adalah kuncinya.

Apakah pemakaian pemanis buatan dapat menyebabkan risiko kesehatan?

Walaupun pemanis buatan bermanfaat dan dinyatakan aman. Namun, tetap saja penggunaan pemanis buatan masih menjadi kontroversi. Pemanis buatan tidak dapat meningkatkan kadar gula darah Anda dalam jangka pendek, namun risiko kesehatan dalam jangka panjang masih belum diketahui.

Penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Nature tahun 2014 menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemanis buatan dengan perubahan pada bakteri di usus. Penelitian ini dilakukan pada tikus yang diberi minum pemanis buatan selama 11 minggu. Hasilnya adalah tikus yang diberi minum pemanis buatan memiliki kadar gula darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan tikus yang diberi minum air gula atau air saja. Selan itu, juga terjadi perubahan negatif pada fungsi bakteri di usus tikus yang diberi minum pemanis buatan.

Namun, hasil penelitian ini belum diujikan kepada manusia. Lagipula, hanya ada satu penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara aspartam dengan perubahan bakteri di usus. Jadi, hasil dari penelitian ini belum bisa dibuktikan dengan kuat. Intinya adalah pemanis buatan, khususnya aspartam, masih aman digunakan dan tidak akan meningkatkan kadar gula darah dalam jangka pendek, tetapi dampak jangka panjangnya belum diketahui dengan pasti.

Jadi, Anda masih bisa mengonsumsi pemanis buatan dengan aman, terutama bagi Anda yang menderita diabetes. Tapi, ingat pemanis buatan hanya sebagai pengganti gula Anda. Anda tetap harus memperhatikan asupan yang Anda makan sebagai upaya untuk menjaga kadar gula darah Anda.

 

BACA JUGA

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    diabetesi
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

    Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    camilan untuk penderita diabetes
    Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

    Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

    Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Konten Bersponsor
    makanan untuk mencegah diabetes
    Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    frozen yogurt vs es krim sehat mana

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    resep sorbet

    Dua Resep Sorbet, Camilan Segar Sehat yang Mudah Dibuat

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    penyakit kulit diabetes

    5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    efek samping buah kurma

    Makan Kurma Terlalu Banyak Ternyata Ada Efek Sampingnya, Lho!

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 5 menit