Waspada, Gula Darah Tinggi Bisa Bikin Kolesterol dan Trigliserida Naik

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Kadar gula yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya obesitas, dan diabetes melitus. Namun, gula darah tinggi juga bisa merambat ke kondisi lain seperti kolesterol dan trigliserida. Kedua komponen ini tidak jauh hubungannya dengan penyakit jantung. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati jika kadar gula darah tinggi, bisa-bisa terjadi komplikasi penyakit lainnya. Sudah tahu apa hubungannya gula darah tinggi dengan kolesterol dan trigliserida? Simak ulasan di bawah ini.

Apa hubungannya kadar gula darah, kolesterol, dan trigliserida?

Dilansir dari laman Healthline, bahwa orang yang memiliki gula darah yang tinggi akan memiliki kolesterol HDL (kolesterol baik) yang lebih rendah, dan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida yang lebih tinggi.

Kolesterol LDL adalah kolesterol yang akan diedarkan dari hati ke berbagai organ tubuh yang memerlukan kadar kolesterol. Jika kadar kolesterol LDL ini terlalu banyak dalam aliran darah, kondisi ini bisa meningkatkan risiko aterosklerosis alias penumpukan plak pada pembuluh darah.

Kolesterol HDL adalah kolesterol yang bekerja untuk mengembalikan kelebihan kolesterol LDL di dalam aliran darah kembali ke organ hati, agar tidak terjadi penyumbatan di aliran darah karena LDL menumpuk.

Oleh karena itu, kadar HDL sangat penting untuk menjaga keseimbangan kolesterol di dalam darah. Turunnya HDL dan meningkatnya LDL berarti risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pun naik.

Trigliserida adalah jenis lemak di mana kadar ini akan meningkat setelah makan. Tubuh akan menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk trigliserida. Trigliserida didapatkan dari makanan apa pun yang menghasilkan kalori bukan hanya lemak.

Di antara waktu makan, ketika Anda sedang butuh energi, maka trigliserida dilepaskan dari sel sel lemak dan beredar di aliran darah. Sel-sel lemak ada di mana-mana, seperti di bawah kulit atau di sela-sela organ tubuh. Trigliserida ini memang dibutuhkan tubuh, tapi trigliserida dalam jumlah yang tinggi akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan menjadi tanda adanya sindrom metabolik.

Dengan kondisi-kondisi ini, itu artinya semakin tinggi gula darah Anda maka akan akan semakin meningkatkan risiko mengalami penyakit jantung akibat peningkatan LDL dan trigliserida, bersamaan dengan penurunan kolesterol HDL.

Bagiamana bisa gula darah memengaruhi kadar kolesterol dan trigliserida?

Menurut dr. Elizabeth Klodas, FACC dalam laman WebMD, ketika kadar gula tinggi, tubuh akan merespon dengan melepaskan jumlah insulin yang tinggi. Insulin adalah hormon penting untuk memetabolisme gula dan kolesterol (lemak) dalam darah. Insulin berfungsi untuk membuat gula yang beredar di darah dapat diangkut ke sel-sel tubuh. Namun, efek pelepasan jumlah hormon insulin bukan hanya menyebabkan gula darah disimpan. Jika kadar insulin naik, kolesterol LDL ikut naik sedangkan kolesterol HDL akan turun.

Lalu, jika tubuh sudah menyimpan semua gula sesuai kebutuhan, namun masih banyak beredar gula darah di dalam aliran darah, maka insulin membantu mengubah gula tersebut menjadi trigliserida. Itu mengapa, saat gula darah tinggi, lemak di tubuh dalam bentuk trigliserida juga bisa ikut naik.

Karena gula darah, kolesterol, dan trigliserida saling berhubungan, maka khusus untuk orang dengan diabetes melitus yang cenderung memiliki tingkat gula darah tinggi, harus lebih waspada dengan kondisi ini.

Bagaimana caranya mencegah gula darah tinggi?

Karena kadar gula darah yang tinggi ternyata bisa memberikan efek membahayakan, penting untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh tetap stabil. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

  • Mempertahankan berat badan ideal
  • Mengonsumsi makanan berserat tinggi
  • Berolahraga minimal 30 menit sehari, setidaknya 4 hari dalam seminggu
  • Berhenti merokok
  • Cek gula darah, tekanan darah, kolesterol, dan trigliserida secara berkala

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca