Insulin erat kaitannya dengan penyakit diabetes. Tidak jarang, hal ini membuat banyak orang menganggap jika insulin merupakan perawatan medis yang menyakitkan dan menyeramkan. Padahal, tidak selalu begitu. Ketahui fakta lainnya seputar hormon insulin dalam artikel ini.

Apa fungsi hormon insulin dalam tubuh?

Sebelum mengetahui seputar insulin, ada baiknya Anda ketahui dulu fungsi insulin dalam tubuh. Insulin sebenarnya adalah hormon alami dalam tubuh yang dibuat di pankreas. Hormon insulin ini berfungsi untuk mengatur penggunaan glukosa sehingga glukosa dapat diubah menjadi energi. Selain itu, hormon ini juga berperan untuk membantu mengontrol kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh.

Fakta tentang hormon insulin

1. Tidak semua penderita diabetes selalu membutuhkan terapi suntik insulin

Pada kenyataannya, belum tentu. Orang dengan diabetes tipe 1 (sekitar 5% sampai 10% penderita diabetes) memang membutuhkan dan mengalami ketergantungan pada pengobatan insulin. Namun, kebanyakan orang yang memiliki diabetes tipe 2, tidak memerlukan insulin. Mereka umumnya bisa mengelola gula darah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan obat-obatan.

Bahkan menurut CDC, dari kebanyakan orang dewasa yang mengidap diabetes, hanya sekitar 14% yang menggunakan insulin, 13% lainnya menggunakan perawatan kombinasi antara suntik insulin dan obat oral, 57% memilih minum obat oral saja, dan 16% lainnya mengendalikan gula darah dengan melakukan cara diet dan olahraga.

2. Melakukan suntik insulin bukan berarti Anda “gagal” mengontrol diabetes

Ini merupakan mitos yang paling banyak beredar di kalangan masyarakat. Dikutip dari laman Health, seorang profesor kedokteran klinis Albert Einstein College of Medicine di New York, mengatakan kalau anggapan tersebut adalah sebuah mitos yang salah besar. Pasalnya, beberapa orang yang memang sudah melakukan diet ketat, olahraga, dan menurunkan berat badan tetap membutuhkan suntik insulin.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, suntik hormon insulin bergantung pada jenis diabetes yang alami. Penderita diabetes tipe 1 harus diberikan suntikan insulin agar kadar gula darahnya terkontrol. Sedangkan penderita diabetes tipe 2, suntik insulin ini diberikan ketika obat minum yang diberikan sudah tidak ampuh lagi untuk mengendalikan gula darahnya.

Oleh sebab itu, seseorang yang melakukan terapi hormon insulin bukan berarti ia mengalami kegagalan dalam mengontrol diabetesnya. Mengontrol asupan makanan dan olahraga memang penting, namun ingat, kebutuhan pengobatan bisa beragam tergantung kebutuhan dan kondisi penderitanya.

3. Katanya, suntik insulin itu menyakitkan

Pada dasarnya ini merupakan sugesti yang sering terbersit di pikiran banyak orang saat melihat jarum suntik. Itu sebabnya, banyak orang mengira kalau suntik insulin adalah hal yang menyakitkan.

Kenyataannya, tidak demikian. Kini, ada beberapa cara dalam pemberian suntik insulin, yaitu menggunakan jarum suntik atau dengan pena khusus. Penggunaan pena khusus untuk insulin ini dinilai lebih mengurangi sensasi rasa sakit dibandingkan dengan jarum suntik biasa. Bahkan, banyak orang yang mengaku kalau tidak merasakan apa-apa saat melakukan suntik insulin menggunakan pena khusus ini.

Selain minim rasa sakit, pena suntik insulin juga dinilai lebih mudah digunakan, bisa dipakai berulang-ulang, mudah untuk mengatur dosisnya, dan yang terpenting mudah dibawa-bawa sehingga bisa selalu siap sedia di tas Anda.

4. Insulin bisa menyebabkan kenaikan berat badan

Sebagian orang dengan diabates tipe 2 memang mengeluhkan mengalami kenaikan berat badan setelah memulai terapi insulin. Meski begitu, sebenarnya terapi insulin tidak memicu kenaikan berat badan.

Kenaikan berat badan yang dikeluhkan sebagian orang dengan diabetes tipe 2 terjadi karena respon pengobatan diabetes yang bekerja. Di mana tubuh mulai mengolah glukosa darah menjadi lebih normal, dan hasilnya bisa jadi pertambahan berat badan. Kabar baiknya, kenaikan berat badan karena pengaruh terapi insulin ini mungkin bersifat sementara.

5. Menjalani gaya hidup sehat merupakan kunci untuk mengontrol diabetes

Menjalani gaya hidup sehat sangat penting untuk mengontrol diabetes tipe 2, bahkan ketika Anda sudah melakukan terapi insulin. Pasalnya, penerapan gaya hidup yang tidak sehat justru membuat terapi insulin yang Anda lakukan tidak akan berjalan efektif.

Salah satu cara menerapkan pola hidup sehat yang paling mudah adalah dengan melakukan diet diabetes. Diet diabetes adalah pola makan sehat yang alami, kaya nutrisi, rendah lemak dan kalori dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Selain itu, penting untuk mengurangi makanan yang mengandung gula tinggi. Gunakan pemanis bebas gula dan rendah kalori untuk mencegah kenaikan kadar gula darah.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca