Apa Akibatnya Jika Kadar Insulin Rendah Sampai di Bawah Normal?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Insulin dibuat oleh pankreas untuk membantu mengubah glukosa menjadi sumber energi. Kadar insulin di dalam tubuh harus pas, tidak boleh terlalu tinggi atau terlalu rendah. Lantas, apa yang akan terjadi jika tubuh memiliki kadar insulin rendah di bawah normal?

Ini akibatnya jika kadar insulin rendah

mencegah diabetes meningkatkan sensitivitas insulin

Jika kadar insulin rendah, tubuh tidak bisa memindahkan glukosa dari darah ke sel. Akibatnya, kadar gula (glukosa) dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Jika kadar glukosa terlalu tinggi, maka kelebihannya akan masuk ke dalam urine. Akibatnya, Anda akan lebih sering buang air kecil dan rentan mengalami dehidrasi.

Selain itu, insulin yang terlalu sedikit juga membuat sel tidak bisa mengambil glukosa untuk dijadikan energi. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lelah dan mengalami penurunan berat badan secara tiba-tiba dalam jumlah besar. Jika dibiarkan terus-menerus kondisi ini bisa membuat Anda mengalami masalah kesehatan yang disebut dengan diabetes.

Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak mampu atau menghasilkan sangat sedikit insulin. Kondisi ini terjadi karena sel beta pembuat insulin dihancurkan oleh antibodi yang ada di dalam tubuh. Sementara diabetes tipe 2 biasanya terjadi karena dua faktor utama.

Pertama, karena sel beta mengalami masalah sehingga tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup. Kedua, insulin yang sudah ada tidak mampu berfungsi dengan baik dan kehilangan sensitivitasnya. Kedua faktor ini membuat tubuh kesulitan mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.

Meningkatkan kadar insulin dengan suntik insulin

Panduan cara pakai insulin adalah

Biasanya, salah satu pengobatan yang disarankan untuk membantu kerja insulin di dalam tubuh ialah dengan melakukan suntik insulin. Pada diabetes tipe 1, suntik insulin berfungsi untuk menggantikan kerja insulin yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.

Namun, tak hanya diabetes tipe 1 saja yang butuh suntik insulin, diabetes tipe 2 pun membutuhkannya. Akan tetapi, tidak semua orang dengan diabetes tipe 2 membutuhkan suntik insulin. Biasanya terapi insulin hanya diperlukan jika terapi pengobatan gagal dan tak mampu mengendalikan kadar gula darah di dalam tubuh.

Terapi atau suntik insulin membantu mencegah komplikasi diabetes yang membahayakan kesehatan Anda. Ini karena insulin tambahan yang disuntikkan membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Dokter akan menentukan jenis dan jumlah insulin yang dibutuhkan sesuai kondisi. Jenis diabetes yang dimiliki, kadar gula darah, hingga gaya hidup menjadi pertimbangan dokter untuk menentukan jenis dan jumlah insulin yang Anda butuhkan.

Suntik insulin biasanya diresepkan sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Sebaiknya Anda tidak melewatkan jadwal suntik karena bisa merugikan kesehatan dan membahayakannya.

Insulin tidak bisa disuntikkan di sembarang tempat

syok insulin adalah

Insulin harus disuntikkan ke jaringan lemak tepat di bawah kulit. Pasalnya, jika Anda menyuntikkannya terlalu dalam, tubuh akan menyerapnya terlalu cepat sehingga efeknya tidak akan bertahan lama. Selain itu, cara ini juga akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat.

Insulin juga tidak bisa disuntikkan di tempat yang sama setiap hari. Hal ini bisa menyebabkan kondisi yang dinamakan lipodistrofi. Kondisi ini membuat lemak rusak atau menumpuk di bawah kulit hingga menyebabkan benjolan yang bisa mengganggu penyerapan insulin.

Oleh karena itu, Anda bisa menggeser lokasi suntikan paling tidak 2,5 cm dari titik sebelumnya. Selain itu, Anda juga bisa menyuntikkan insulin ke bagian tubuh yang lain seperti perut, paha, lengan, dan juga bokong.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
diabetesi
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Jenis kopi apa yang Anda suka? Jenis kopi filter bisa mengurangi risiko terhadap diabetes. Simak penjelasan ilmiahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

diabetes insipidus adalah

Diabetes Insipidus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 12 menit
sering buang air kecil

8 Kondisi yang Menjadi Penyebab Sering Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
prostatitis

Prostatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 10 menit
penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit