7 Cara Terbaik untuk Mengobati Dermatitis Seboroik (Eksim di Kulit Kepala)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kulit kepala gatal, berminyak, dan berketombe parah hingga tampak berisik? Bisa jadi Anda mengalami dermatitis seboroik. Gejala dermatitis seboroik kadang dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Meski demikian, membiarkan kulit kepala terus bermasalah tentu akan mengganggu penampilan. Untungnya, ada banyak cara untuk mengobati dermatitis seboroik di rumah, juga lewat terapi dari dokter. Seperti apa?

Berbagai jenis terapi untuk mengobati dermatitis seboroik 

Hampir semua bagian tubuh bisa terkena dermatitis (eksim) seboroik. Namun, area yang paling sering terkena adalah kulit kepala. Eksim seboroik juga bisa menyerang wajah, terutama di kelopak mata dan sekitar hidung.

Jenis terapi yang terbaik untuk mengatasi dermatitis seboroik dapat berbeda-beda pada setiap orang. Pilihannya tergantung dari apa penyebab eksim seboroik Anda dan seberapa parah gejala yang Anda alami.

Gejala-gejala yang masih dalam taraf ringan hingga sedang bisa diatasi dengan perawatan rumahan seperti memakai shampo dan sabun berformula khusus, atau menggunakan produk skincare khusus kulit berminyak. Gejala yang ringan juga mungkin masih bisa ditangani dengan bahan-bahan alami dan cara rumahan lainnya.

Sementara itu, mengobati gejala dermatitis seboroik yang sudah lebih parah dan berlangsung lama kemungkinan butuh terapi pakai obat-obatan resep dokter. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

1. Keramas dengan sampo antiketombe

Pada umumnya, kulit kepala gatal akibat ketombe yang disebabkan oleh eksim seboroik dapat diatasi dengan keramas pakai sampo antiketombe. Carilah sampo antiketombe yang memiliki kandungan utama atau beberapa kombinasinya dari:

  • Selenium sulfida
  • asam salisilat
  • Zinc pyrithione
  • Tar batubara (charcoal tar)
  • Asam salisilat dan sulfur

Keramas dengan shampo antiketombe harus dilakukan setiap hari sejak Anda pertama kali menemukan gejalanya agar terapi ini efektif mengobati dermatitis seboroik.

Terapi keramas ampuh mengobati dermatitis seboroik dengan menggosok busa sampo ke kulit kepala secara menyeluruh dan diamkan selama lima menit sebelum dibilas. Namun, setiap produk sampo mungkin memiliki aturan pakai yang berbeda. Maka pastikan juga untuk mengikuti semua instruksi pada botol sampo.

Setelah ketombe tampak berkurang, Anda juga bisa mengurangi frekuensi keramas dengan sampo antiketombe. Dari awalnya keramas setiap hari, Anda bisa menguranginya hingga 2-3 kali seminggu saja; sesuai kebutuhan, sampai ketombe benar-benar hilang.

2. Keramas dengan sampo antijamur

Penyebab dermatitis seboroik belum diketahui. Namun, masalah kulit kepala ini dapat dipicu oleh pertumbuhan jamur Malassezia pada kulit berminyak.

Jika infeksi jamur adalah penyebabnya, dokter akan menyarankan terapi keramas dengan sampo antijamur untuk mengobati dermatitis seboroik Anda.

Shampo antijamur untuk dermatitis seboroik biasanya mengandung ketoconazole (Nizoral) 2 persen dan/atau ciclopirox 1 persen. Dokter biasanya akan meresepkan dua shampo ini untuk digunakan bergantian.

Jangan lupa gosok juga bagian lain yang berketombe atau berkerak, seperti belakang telinga atau wajah.

Jika shampo antijamur tidak membuat banyak perubahan, dokter dapat memberikan obat antijamur dalam bentuk pil untuk diminum. Namun, obat antijamur minum biasanya hanya diberikan jika kondisi kulit kepala sudah parah.

3. Oleskan krim kortikosteroid

Krim, salep, atau losion hidrokortison (kortikosteroid) merupakan terapi utama untuk mengobati dermatitis seboroik. Obat kortikosteroid bekerja meredakan peradangan yang menyebabkan kulit kepala gatal bersisik.

Fluocinolone, clobetasol, dan desonide terbilang sebagai obat hidrokortison yang cukup efektif untuk mengobati gejala dermatitis seboroik. Gunakan obat sesuai dosis dan aturan pakai yang diinstruksikan dokter.

Pasalnya, kebanyakan krim kortikosteroid dapat memunculkan risiko efek samping berbahaya jika dipakai berlebihan dalam jangka waktu panjang. Efek samping yang biasanya sangat terlihat yaitu penipisan kulit.

Guna menghindari risiko tersebut, dokter dapat meresepkan krim nonkortikosteroid mengandung tacrolimus dan pimecrolimus sebagai terapi dermatitis seboroik yang lebih aman.

4. Pakai tea tree oil

Sebagai selingan dari obat dokter, Anda bisa sesekali beralih pada minyak pohon teh (tea tree oil). Minyak pohon teh terkenal dengan sifat antimikroba, antijamur, dan antiradangnya untuk mengobati dermatitis seboroik.

Namun sebelum mulai, pastikan Anda tidak alergi terhadap minyak ini dengan mengoleskan sedikit pada punggung tangan dan diamkan 24 jam. Jika tidak terjadi apa-apa, Anda boleh lanjutkan terapi dengan tea tree oil untuk mengobati dermatitis seboroik di rumah.

Untuk melakukannya, campurkan dua sampai tiga tetes tea tree oil dengan satu sendok makan minyak kelapa kemudian oleskan pada kulit kepala dan pijat ringan. Ulangi terapi ini beberapa kali dalam satu sampai dua minggu sampai gejala dermatitis seboroik Anda berangsur membaik.

Anda juga bisa menuangkan 2-3 tetes minyak ini ke dalam sebaskom air untuk dipakai membilas rambut sehabis keramas.

Apabila selama terapi dermatitis seboroik dengan tea tree oil timbul reaksi gatal, merah, atau kulit kepala melepuh, segera hentikan cara rumahan ini.

5. Konsumsi probiotik

Probiotik adalah jenis bakteri yang baik untuk kesehatan manusia.

Probiotik diduga kuat dapat membantu mengatasi eksim atopik. Sejauh ini memang belum ada pembuktian medis sahih yang dapat mendukung khasiatnya untuk mengobati dermatitis seboroik.

Namun, kemampuan probiotik untuk meningkatkan kerja sistem imun sekaligus meredakan peradangan di dalam tubuh sayang untuk dilewatkan sebagai terapi alternatif dermatitis seboroik.

6. Oles lidah buaya

Lidah buaya dapat dimanfaatkan sebagai terapi alami untuk mengobati gejala dermatitis seboroik.

Penggunaan lidah buaya dalam terapi dermatitis seboroik adalah dengan mengaplikasikan ekstrak atau cairannya secara langsung pada kulit yang meradang.

Namun cara mengobati dermatitis dengan lidah buaya tak bisa sembarang dilakukan pada anak-anak di bawah usia 10 tahun karena terdapat beberapa reaksi efek samping termasuk alergi.

Selalu konsultasikan terlebih dahulu pada dokter mengenai keamanan dari terapi dermatitis seboroik ini dan dosis lidah buaya yang tepat.

7. Hindari pemicu kulit kepala gatal

Sementara mencoba berbagai terapi dermatitis seboroik di atas, Anda juga perlu mencegah agar kondisinya tidak semakin semakin parah.

Menurut National Eczema Association, berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan selama masa terapi dermatitis seboroik berlangsung:

  • Hindari iklim dingin dan udara kering
  • Cegah stres
  • Hindari paparan sinar matahari terlalu banyak
  • Hindari memakai deterjen atau sabun dengan bahan yang keras
  • Usahakan sebisa mungkin untuk tidak menggaruk bagian yang gatal (Menggaruk meningkatkan risiko perdarahan atau infeksi yang akan meningkatkan iritasi kulit)

Share now :

Direview tanggal: April 25, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 12, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca