Penyebab Psoriasis dan 9 Faktor Pemicunya yang Perlu Dihindari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/04/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Psoriasis adalah peradangan kulit kronis yang bersifat kambuhan ketika kulit terpapar oleh pemicunya. Gejala psoriasis ditandai dengan kulit yang menebal, kering, pecah-pecah, dan bersisik keperakan. Ruam atau bercak merah pada kulit juga bisa muncul sebagai tanda terjadinya peradangan. Kulit yang meradang bisa terasa gatal, panas seperti terbakar, atau perih yang tidak tertahankan. Apa sebetulnya penyebab dari penyakit psoriasis?

Penyebab penyakit psoriasis

Penyebab utama dari penyakit psoriasis belum dapat dipastikan. Meski begitu, berdasarkan National Psoriasis Foundation, bukti-bukti studi ilmiah yang ada sampai saat ini mengaitkan kemunculan gejala penyakit psoriasis terkait erat dengan faktor genetik dan gangguan pada respon sistem imun tubuh.

1. Genetik

Masih dari data National Psoriasis Foundation, para ilmuwan percaya bahwa setidaknya 10% orang di dunia ini terlahir mewarisi satu atau lebih gen yang dapat menyebabkan psoriasis. Namun, hanya 2-3% dari populasi tersebut yang pada akhirnya hidup dengan penyakit ini.

Gen berperan penting dalam seluruh fungsi fisiologis tubuh. Jika ada satu gen dalam tubuh Anda mengalami kelainan atau bermutasi abnormal, seluruh kerja sistem dan sel-sel yang berakitan dengan gen tersebut dapat terpengaruh.

Lantas, gen apa yang membuat seseorang berpotensi mengalami psoriasis? Hingga kini peneliti masih mencoba mencari tahu pastinya gen apa yang menjadi penyebab kemunculan penyakit psoriasis.

Studi yang dilakukan Washington University School of Medicine menemukan mutasi pada gen CARD14 dapat memicu kemunculan psoriasis vulgaris (psoriasis plak). Di belahan dunia lain, penelitian yang dilakukan NPF Discovery di Inggris menemukan mutasi gen yang diduga menjadi penyebab psoriasis pustulosa.

2. Autoimun

Psoriasis merupakan salah satu jenis penyakit autoimun. Penyakit autoimun itu sendiri adalah gangguan pada fungsi sistem imun tubuh yang justru berbalik menyerang dan menghancurkan sel-sel tubuh yang sehat. Seharusnya, sistem imun hanya merespon terhadap serangan mikroorganisme berbahaya, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Gangguan ini menyebabkan sel T dalam sel darah putih bereaksi secara berlebihan sehingga memproduksi sitokin dalam jumlah berlebih. Produksi zat kimia ini memicu terjadinya peradangan pada kulit dan organ-organ lainnya.

Peradangan kronis menyebabkan melebarnya pembuluh darah, penumpukan sel darah putih dan regenerasi keratinosit, yaitu sel pada lapisan kulit terluar, secara cepat.

Pada kulit yang normal dan sehat, pertumbuhan sel-sel karatinosit baru berlangsung dalam hitungan bulan. Namun, dalam kasus psoriasis, proses regenerasi sel kulit ini hanya berlangsung dalam 3-5 hari.

Akibatnya, permukaan kulit menebal, muncul bercak merah, dan terbentuk sisik kulit berwarna keperakan yang menjadi ciri-ciri penyakit psoriasis.

Faktor risiko penyebab penyakit psoriasis 

Para peneliti percaya bahwa agar seseorang bisa memiliki psoriasis, orang itu harus memiliki kombinasi mutasi gen penyebab psoriasis dan terpapar pada faktor-faktor eksternal spesifik yang dikenal sebagai pemicu.

Pemicu kemunculan psoriasis pada setiap orang bisa berbeda-beda. Satu orang mungkin saja sangat sensitif terhadap paparan faktor tertentu sehingga psoriasisnya rentan kambuh, tapi orang lain belum tentu bisa terpengaruh oleh faktor tersebut. Gejala psoriasis pada orang itu mungkin lebih mudah terpicu oleh paparan hal lainnya.

Berikut adalah beberapa faktor risiko pemicu psoriasis yang umum:

1. Stres

Stres adalah salah satu faktor risiko penyebab psoriasis kambuh yang harus Anda waspadai. Tubuh akan bereaksi terhadap stres yang Anda alami. Secara psikologis, stres bisa memicu gatal-gatal dan rasa nyeri serta pembengkakan pada kulit.

Ini karena ada banyak ujung saraf yang terhubung dengan kulit, sehingga kulit Anda pun akan ikut bereaksi ketika sistem saraf pusat di otak mendeteksi adanya bahaya karena stres.

Beberapa orang bisa merasa gatal-gatal saat sedang stres karena otak juga memicu produksi keringat berlebih. Apalagi jika Anda berada di lingkungan yang panas, lembap, atau sirkulasi udaranya tidak lancar.

Keringat akan terperangkap di dalam lapisan kulit dan tidak bisa menguap. Hal ini kemudian membuat kulit jadi makin gatal-gatal dan teriritasi.

Penelitian menunjukkan bahwa stres dapat menjadi penyebab psoriasis semakin parah, namun psoriasis juga dapat membuat Anda stres. Pasalnya, rasa sakitnya dapat menambah tingkat stres.

Hidup dengan psoriasis juga dapat membuat Anda merasa tidak percaya diri dan malu. Pengobatan psoriasis pun memakan banyak biaya dan berlangsung seumur hidup.

Tanpa disadari, faktor-faktor ini ikut meningkatkan stres Anda yang kemudian dapat menjadi penyebab kambuhnya penyakit psoriasis.

2. Infeksi

Infeksi jamur atau bakteri bisa menyebabkan psoriasis semakin memburuk. Selain itu, infeksi tertentu seperti radang tenggorokan atau tonsilitis, sariawan, dan infeksi saluran pernapasan bagian atas bisa menjadi faktor risiko dari penyebab psoriasis. Gejala psoriasis juga bisa menjadi penyakit komplikasi HIV

3. Trauma pada kulit

Trauma pada kulit, seperti luka gores, memar, luka bakar, benjolan, tato, dan kondisi kulit lainnya, dapat menjadi penyebab gejala psoriasis kambuh di lokasi luka. Kondisi ini disebut sebagai fenomena Koebner.

4. Cuaca dingin dan kering

Cuaca dingin bisa menjadi penyebab penyakit psoriasis makin memburuk. Pasalnya, cuaca dingin cenderung membuat suhu sekitar lebih kering yang dapat mengakibatkan kulit Anda rentan mengering. Kulit kering dapat memicu gejala psoriasis kambuh.

Agar psoriasis tidak semakin memburuk di cuaca dingin, sebaiknya jaga kelembapan kulit Anda dengan baik. Pakailah krim pelembap kulit untuk mencegah kulit Anda mengering. Kelembaban kulit sangat penting untuk menenangkan gejala psoriasis.

Selain itu, pertimbangkan juga untuk menyetel mesin pelembap ruangan (humidifier) untuk menjaga kelembapan ruangan, khususnya kamar tidur.

Menempatkan tanaman hidup di ruangan Anda juga dapat membantu meningkatkan kelembapan ruangan agar kulit Anda tidak kering.

Sebaliknya, cuaca panas dan cerah dapat membantu mengendalikan gejala psoriasis pada kebanyakan orang.

5. Alkohol

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan psoriasis cenderung minum lebih banyak alkohol sebagai pelarian dari stresnya.

Namun, alkohol termasuk salah satu pemicu psoriasis yang harus diwaspadai. Sejumlah penelitian menemukan bahwa orang dengan psoriasis yang sering mengonsumsi miras menunjukkan gejala yang lebih sering kambuh dan menyebar.

6. Merokok

Penelitian melaporkan bahwa merokok tembakau menjadi penyebab psoriasis mudah kambuh dan membuat gejalanya semakin parah.

Semakin banyak batang rokok yang Anda isap, semakin parah dan meluas gejala psoriasis hingga bagian tubuh lain (yang biasanya hanya muncul di tangan dan kaki)

Dengan berhenti merokok, Anda bisa mengurangi tingkat keparahan dari psoriasis.

7. Obat-obatan

Beberapa obat tertentu dapat menjadi faktor pemicu dari psoriasis sekaligus penyebab gejalanya semakin memburuk. Obat-obat tersebut seperti:

Jika Anda diresepkan obat-obatan ini, beri tahu dokter tentang psoriasis Anda.

Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk kemungkinan mengganti resep obat atau menurunkan dosisnya guna mencegah risiko psoriasis kambuh makin sering selama pengobatan.

8. Berat badan berlebih

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko psoriasis sekaligus membuat gejalanya semakin parah. Sebuah penelitian di JAMA Dermatology  menemukan kaitan antara diet rendah kalori dan penurunan penyebaran psoriasis.

Orang yang mengalami obesitas cenderung mendapatkan plak di lipatan-lipatan kulitnya yang bisa memerangkap bakteri, keringat, dan minyak sehingga memunculkan iritasi dan gatal-gatal yang dapat memperparah gejala psoriasis.

9. Perubahan hormon

Psoriasis bisa muncul pada pria dan wanita pada usia berapa pun. Namun, risiko psoriasis paling rentan terjadi di masa puber, usia 20-30an, dan antara usia 50-60 tahun (usia wanita menopause).

Ini karena perubahan hormon selama puber dan menopause juga bisa menjadi pemicu psoriasis. Namun memang, perubahan hormon yang jadi penyebab penyakit psoriasis tidak selalu dapat dihindari. Psoriasis biasanya dapat membaik pada saat hamil, dan dapat muncul kembali setelah melahirkan.

Psoriasis merupakan penyakit kulit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, penyebab dan risiko kambuhnya psoriasis bisa dikendalikan dengan menghindari beberapa faktor yang berasal dari lingkungan. Faktor-faktor ini dapat memicu sekaligus memperparah peradangan kulit yang sebisa mungkin harus dihindari. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Berbagai hal bisa memicu kambuhnya psoriasis, salah satunya adalah penggunaan obat. Oleh sebab itu, hindarilah konsumsi obat-obatan pemicu psoriasis ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 26/05/2020 . 4 menit baca

Penanganan Psoriasis Arthritis dengan Tips Menjalani Hidup Sehat

Psoriasis arthritis memicu berbagai gejala mengganggu. Meski tidak bisa disembuhkan, ada cara yang bisa dilakukan untuk penanganan psoriasis arthritis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 23/05/2020 . 4 menit baca

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 menit baca

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Seringkali Anda menyamakan arti dari hydrating dan juga moisturizing. Agar tidak salah lagi, kenali perbedaan produk skincara hydrating dan moisturizing!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Perawatan Kulit, Hidup Sehat, Kecantikan 08/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit mata pada psoriasis

Komplikasi Penyakit Mata yang Biasa Terjadi pada Pasien Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 4 menit baca
terapi untuk psoriasis arthritis

Pilihan Terapi Alternatif untuk Bantu Meringankan Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
memilih kosmetik untuk kulit sensitif

Tips Memilih Kosmetik yang Aman bagi Kulit Sensitif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . 5 menit baca
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . 5 menit baca