Pengobatan Psoriasis: Fototerapi dan Pulse Dye Laser

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Mengobati psoriasis biasanya membutuhkan metode yang berbeda-beda, seperti perubahan gaya hidup, nutrisi, dan obat-obatan. Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan gejala, usia, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya. Dokter akan mencoba beberapa metode sebelum menemukan penanganan yang tepat pada pasien, karena psoriasis tidak bisa disembuhkan, hanya bisa dicegah kekambuhannya dan dikurangi gejalanya.

Pilihan pengobatan untuk psoriasis tergantung pada faktor berikut:

  • Tingkat keparahan psoriasis
  • Sebanyak apa bagian tubuh yang terpengaruh
  • Jenis psoriasis
  • Seberapa baik respon kulit pada pengobatan awal

Banyak obat-obatan yang ditujukan untuk mengobati gejala penyakit. Obat-obatan tersebut meredakan gatal dan mengelupasnya kulit, serta mengurangi kekambuhan. Penggunaan rutin pelembap setelah mandi dapat menjaga kelembapan kulit, namun tidak menghilangkan penyebab peradangan.

Dermatolog juga merekomendasi penderita psoriasis menggunakan sabun, deterjen, dan pelembap tanpa pewangi dan pewarna untuk menghindari iritasi pada kulit.

Fototerapi

Fototerapi merupakan prosedur di mana kulit diekspos pada sinar ultraviolet (UV) alami atau buatan. Namun, fototerapi jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker kulit. Penting untuk Anda diskusikan dengan dokter kulit sebelum Anda melakukan fototerapi. Jangan coba untuk menangani sendiri dengan tanning bed atau berjemur.

Sinar matahari

Sumber alami sinar UV adalah matahari. Matahari memproduksi sinar UVA. Sinar UV mengurangi produksi sel T dan membunuh sel T aktif, yang memperlambat respon pembengkakan dan pergantian sel kulit. Paparan singkat terhadap cahaya matahari dapat memperbaiki psoriasis. Namun, paparan sinar matahari yang intens atau jangka panjang dapat memperburuk gejala dan merusak kulit, serta meningkatkan risiko kanker kulit.

Fototerapi UVB

Terapi buatan dengan sinar UVB dapat dilakukan pada kasus psoriasis yang ringan. Box pemancar sinar UVB digunakan pada jenis perawatan ini, area tubuh yang lebih kecil dapat diekspos tanpa perlu mengekspos pada seluruh tubuh. Efek samping meliputi kulit yang gatal dan kering, serta kemerahan pada area yang dilakukan perawatan.

Terapi Goeckerman

Mengkombinasikan perawatan UVB dengan tar batubara dapat membuat kedua terapi lebih efektif dari satu jenis terapi saja. Tar batubara membuat kulit lebih reseptif pada sinar UVB. Terapi ini digunakan pada kasus tahap ringan sampai sedang.

Excimer Laser

Kemajuan yang menggembirakan dalam perawatan psoriasis tahap ringan dan sedang adalah terapi laser. Laser dapat menargetkan konsentrasi sinar UVB pada bagian psoriasis tanpa mempengaruhi bagian sekitarnya. Laser ini berguna untuk mengobati bagian yang kecil karena laser tidak dapat mencakup area yang besar.

Fotokemoterapi, Psoralen Plus Ultraviolet A (PUVA)

Psoralen adalah pengobatan light-sensitizing yang dapat dikombinasikan dengan terapi sinar UVA sebagai pengobatan untuk psoriasis. Pasien menggunakan obat atau mengoleskan krim pada kulit dan kemudian masuk ke dalam box sinar UVA. Pengobatan ini lebih agresif dan hanya digunakan pada pasien dengan psoriasis tahap sedang sampai lanjut.

Pulsed Dye Laser

Dokter dapat merekomendasikan pulsed dye laser jika perawatan lainnya tidak berhasil. Dye laser adalah laser yang menggunakan pewarna organik yang dicampur dengan pelarut. Proses ini menghancurkan pembuluh darah kecil pada area sekitar psoriasis, menghentikan aliran darah, dan mengurangi pertumbuhan sel pada area tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Urat menonjol pada permukaan kulit memang kerap ditemui pada orang berusia lanjut. Lalu apa artinya kalau masih muda sudah mengalami kondisi ini?

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 25 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

    Banyak orang yang cukup was-was saat hendak pergi ke rumah sakit di tengah pandemi. Untungnya, teledermatologi hadir saat pandemi COVID-19. Apa itu?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 4 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan memang bukan tugas mudah. Jangan khawatir, simak panduannya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 1 Juli 2020 . Waktu baca 10 menit

    Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

    Eits, kata siapa semua bayi pasti pernah kena ruam popok? Dengan cara-cara berikut, Anda bisa mencegah ruam popok pada si buah hati, lho.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    dokter spesialis kulit dermatolog

    Serba-serbi Informasi Seputar Dokter Spesialis Kulit yang Perlu Anda Ketahui

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 5 menit
    penyebab penyakit kulit

    Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
    cara kerja sunblock

    Bagaimana Cara Kerja Sunblock dalam Melindungi Kulit?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    alergi makanan

    Alergi Makanan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 14 menit