3 Pilihan Obat Dermatitis Seboroik yang Efektif Atasi Kulit Kepala Gatal Bersisik

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020 . 6 menit baca
Bagikan sekarang

Dermatitis seboroik adalah peradangan kronis yang membuat kulit kepala kering, memerah, dan bersisik. Penyakit kulit ini tidak membahayakan, tapi dapat sangat mengganggu penampilan sehari-hari. Rasa gatal yang ditimbulkannya pun bisa membuat beraktivitas sangat tidak nyaman. Nah, bagaimana pengobatannya? Ada banyak obat yang dapat digunakan untuk mengatasi eksim di kulit kepala akibat dermatitis seboroik, umumnya berupa obat topikal seperti salep. Namun, obat mana yang dapat Anda gunakan dan bagaimana aturan pakainya tentu harus berdasarkan anjuran dokter.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pengobatan dermatitis seboroik untuk orang dewasa dan bayi mungkin berbeda. Gejala dermatitis seboroik pada bayi biasanya dapat hilang sendiri. Pun demikian, ketika butuh menggunakan obat jenisnya mungkin tidak sama dengan apa yang dipakai orang dewasa. Berikut info lengkapnya.

Obat dermatitis seboroik untuk dewasa 

Peradangan kulit kepala akibat dermatitis seboroik disebabkan oleh produksi minyak pada kelenjar kulit yang berlebih. Peradangan paling sering memunculkan gejala kulit kepala gatal dan kering bersisik yang berwarna putih seperti ketombe. Gejala dermatitis seboroik juga mungkin muncul pada bagian dahi, wajah, ketiak, dan pangkal paha.

Penting untuk dipahami dulu bahwa sejumlah obat di bawah ini, baik yang berupa krim maupun salep, tidak berfungsi untuk menyembuhkan dermatitis seboroik sepenuhnya. Pengobatan ini bertujuan hanya untuk mengendalikan gejala.

Pengobatan dermatitis seboroik semata bertujuan untuk menghilangkan kulit bersisik, meredakan peradangan dan pembengkakan, sekaligus menghilangkan ketombe dan meredakan rasa gatalnya.

1. Krim antijamur

Obat antijamur topikal berupa krim dapat dokter resepkan untuk mengatasi gejala dermatitis seboroik yang masih ringan. Infeksi jamur Malassezia yang muncul pada kulit berminyak diketahui dapat memengaruhi timbulnya gejala dermatitis seboroik.

Jenis obat antijamur yang digunakan untuk dermatitis seboroik biasanya mengandung ketoconazole dan ciclopirox.  Obat ini tidak memiliki efek samping yang serius.

Gejala seperti ruam kemerahan, kulit kering bersisik, dan rasa gatal bisa diredakan dengan mengoleskan krim antijamur untuk secara rutin, setelah mandi atau membersihkan bagian kulit yang terdampak.

2. Sampo

Selain obat oles, dokter juga dapat menganjurkan Anda untuk keramas menggunakan shampo khusus dermatitis seboroik.

Pilihan utamanya dapat berupa sampo antiketombe atau sampo antijamur yang mengandung kandungan obat seperti:

Sampo bisa membantu menghilangkan sisik-sisik putih yang menempel di kulit kepala. Bersihkan kulit kepala dua kali seminggu menggunakan sampo khusus tersebut. Setelah mengoleskan sampo pada permukaan kulit kepala, biarkan sampo meresap ke dalam kulit kepala selama 5-10 menit sebelum digosok dan dibilas.

Agar hasilnya lebih maksimal, teruslah keramas rutin dengan sampo sampai kulit kepala tidak lagi bersisik. Hasil efektif dari sampo ini biasanya akan terlihat setelah 2-4 minggu pemakaian. Ikuti aturan pemakaian yang tertera pada kemasan produk atau anjuran dokter apabila diresepkan.

Penggunaan sampo ini bisa diteruskan sekalipun gejala telah hilang untuk mencegah kambuhnya dermatitis seboroik.

3. Salep kortikosteroid

Dua pilihan obat di atas tergolong efektif untuk mengatasi gejala dermatitis seboroik yang ringan jika rutin digunakan. Namun apabila gejala tidak kunjung membaik atau malah bertambah buruk, Anda butuh obat lain.

Dokter bisa meresepkan obat topikal berupa salep kortikosteroid berpotensi kuat untuk kasus dermatitis seboroik yang lebih parah.

Cara menggunakannya adalah mengoleskan salep tipis-tipis pada kulit yang terdampak untuk 1-2 kali daam sehari. Pastikan Anda mengoleskannya dalam kondisi tangan yang bersih. 

Penggunaan obat ini bisa dikombinasikan dengan krim pelembab antijamur dan sampo untuk meredakan gejala dermatitis seboroik dengan lebih cepat.

Tidak ada aturan khusus apakah obat ini perlu dioleskan setelah atau sebelum penggunaan pelembap. Pastikan saja Anda ingat untuk memberi jeda sekitar 30 menit di antara kedua waktu pemakaian obat tersebut.

Tidak seperti krim pelembab atau sampo yang bisa digunakan secara menerus, obat untuk dermatitis seboroik ini hanya boleh digunakan dalam pengobatan jangka pendek. Salep dermatitis seboroik dengan potensi steroid kuat bisa menimbulkan efek samping serius jika dipakai dalam waktu lama.  Selalu ikuti aturan pemakaian yang dianjurkan oleh dokter.

Pilihan obat dermatitis seboroik untuk bayi

Dermatitis seboroik yang terjadi pada kulit kepala bayi pada usia di bawah 3 bulan dikenal dengan sebutan cradle cap. Gejala cradle cap biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan.

Menggunakan sampo lembut khusus bayi, terutama yang tidak mengandung pewangi, sudah cukup untuk menjaga kebersihan kulit kepalanya. Namun jika eksim pada kulit kepala bayi tidak juga hilang atau makin memburuk, bawalah si kecil ke dokter.

Jika diperlukan, dokter akan meresepkan salep atau krim antijamur, seperti clotrimazoleeconazole, atau miconazole untuk mengatasi dermatitis seboroik pada kulit kepala bayi. Dokter mungkin juga menganjurkan Anda membersihkan kepala si kecil dengan shampo khusus yang mengandung obat ketoconazole, selenium sulfida, coal tar, atau zink pyrithione.

Bagi bayi yang mengalami gejala dermatitis seboroik cukup parah, dokter dapat menganjurkan Anda untuk mengoleskan obat oles berupa salep steroid potensi rendah. Krim tersebut biasanya membantu membersihkan ruam dan kemerahan serta mengatasi kulit bayi berminyak yang sudah cukup parah. Salep dengan potensi steroid ringan dapat dioleskan 1-2 kali pada bagian kulit bayi yang terdampak dermatitis seboroik.

Menurut National Eczema Society, pemberian obat untuk dermatitis seboroik pada kulit kepala bayi dapat bekerja lebih efektif jika dikombinasikan dengan perawatan rumahan seperti:

  1. Mandikan bayi dengan air yang dicampurkan beberapa tetes emolien yang berguna untuk melembutkan kulit bersisik.
  2. Saat membersihkan kulit kepala usahakan tidak menggosoknya terlalu keras.
  3. Jaga kelembapan kulit bayi dengan mengoleskan krim pelembab atau emolien secara rutin guna menghindari iritasi dan infeksi kulit.
  4. Pilih krim pelembab khusus untuk kulit sensitif yang tidak mengandung pewangi atau bahan lain yang memicu iritasi kulit.
  5. Hindari menggunakan sabun dengan pewangi saat memandikan bayi, beralihlah menggunakan sabun yang mengandung pelembab atau emolien.
  6. Jangan mencabut sisik kulit yang menempel untuk mencegah terjadinya infeksi.
  7. Jika kulit yang bersisik masih belum hilang, Anda bisa mengoleskan petroleum jelly sebelum membersihkan rambut si kecil.

Jika masih ada pembengkakan khas dermatitis seboroik pada kulit kepala bayi bahkan setelah pakai obat atau salep, jangan ragu segera periksakan si kecil ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 18/05/2020 . 7 menit baca

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 17/05/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 menit baca
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 6 menit baca
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . 8 menit baca