6 Rekomendasi Obat Tradisional untuk Atasi Dermatitis Seboroik

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020
Bagikan sekarang

Dermatitis seboroik adalah peradangan kronis pada kulit kepala yang membuatnya menjadi kering, memerah, dan mengalami ruam dengan bercak bersisik terasa gatal. Eksim seboroik juga dapat menyebabkan kulit kepala mengelupas sehingga memunculkan ketombe yang membandel. Nah, banyak orang percaya bahwa eksim di kulit kepala akibat dermatitis seboroik akan lebih cepat teratasi apabila pengobatan medisnya dilengkapi dengan pemakaian obat tradisional.

Apa saja bahan-bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat dermatitis seboroik?

Berbagai jenis obat tradisional untuk dermatitis seboroik

Gejala dermatitis seboroik berbeda-beda, tergantung dari bagian tubuh yang terdampak. Ya! Kulit kepala bukan satu-satunya bagian kulit tubuh yang dapat mengalami seboroik. Eksim seboroik juga dapat memengaruhi kulit wajah, sisi hidung, alis, telinga, kelopak mata, dan area lain yang rentan berminyak.

Pada kulit kepala gejala utamanya adalah kemunculan sisik kering mengkilap yang kenampakkannya mirip dengan ketombe. Namun pada bagian tubuh yang lain, gejala muncul dalam bentuk ruam kemerahan yang mengilap. Beberapa penggunaan obat tradisional diyakini dapat membantu mengendalikan gejala dermatitis seboroik tersebut.

Obat alami juga diklaim lebih aman dan minim efek samping pada kulit yang meradang. Itu kenapa penggunaan obat tradisional dalam penyembuhan dermatitis seboroik sangat berguna bagi orang yang mengalami gejala jangka panjang. Penggunaannya juga bisa direkomendasikan bagi orang yang mengalami alergi steroid atau ingin menghindari efek samping salep kortikosteroid.

Satu studi dalam jurnal Clinical and Aesthetic Dermatology tahun 2017 memperlihatkan hasil yang menjanjikan dari penggunaan sebuah krim racikan berbahan herbal untuk gejala dermatitis seboroik. Namun sayangnya, penelitian tersebut tidak menyebutkan secara detail apa isi kandungan dari krim herbal ini.

Nah daripada bingung dan keliru menggunakan krim racikan sembarangan, tidak ada salahnya, ‘kan, mencoba pengobatan secara alami dengan menggunakan bahan-bahan berikut ini?

1. Tea Tree oil

Tea tree oil (minyak pohon teh) umum digunakan sebagai salah satu obat tradisional dermatitis seboroik berkat sifat antibakteri, antijamur, dan antiradangnya.

Sebuah studi yang dipublikasikan International Journal of Dermatology menyimpulkan, sifat antijamur dari tea tree oil efektif melawan pertumbuhan jamur Malassezia yang menjadi salah satu faktor penyebab dermatitis seboroik.

Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan tea tree oil ampuh digunakan sebagai obat tradisional untuk dermatitis seboroik pada bayi.

Tea tree oil dapat memunculkan efek yang cukup kuat di kulit. Oleh sebab itu, selalu larutkan terlebih dulu 8-12 tetes minyak ini ke dalam air atau minyak kelapa sebelum mengoleskannya pada kulit.

2. Minyak kelapa

Minyak kelapa telah lama digunakan secara turun temurun untuk mencegah dan mengatasi kulit kering yang rentan mengalami iritasi.

Khususnya, minyak kelapa murni (VCO) yang dilaporkan memiliki kadar polifenol dan komponen asam lemak tinggi. Sebuah penelitian tahun 2017 dalam jurnal Food and Chemical Toxicology menyebutkan, mengoleskan ekstrak VCO pada kulit dapat meredakan peradangan sekaligus meningkatkan fungsi pelindungnya (skin barrier).

Minyak kelapa murni juga mengandung monolaurin, asam lemak yang menekan perkembangan bakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi yang biasanya bermukim pada kulit rentan eksim.

3. Lidah buaya

Lidah buaya memiliki efek antiradang yang dapat berpotensi sebagai obat tradisional  dermatitis seboroik.

Satu studi menemukan bahwa mengoleskan gel lidah buaya efektif mengurangi rasa gatal pada kulit kepala, mengurangi kemunculan sisik kering, dan mengurangi area ruam kemearahan dengan meredakan peradangan.

Anda dapat langsung mengoleskan gel tipis-tipis pada area yang terdampak, tapi sebaiknya cek dulu risiko alerginya. Coba teteskan sedikit liah buaya pada bagian kulit yang sehat dan tidak terdampak eksim, tunggu 24 jam.

Jika tidak ada reaksi alergi yang muncul selama 12-24 jam, maka gel ini aman dioleskan pada bagian kulit yang memiliki eksim.

4. Minyak ikan

Minyak ikan kaya akan kandungan asam lemak omega 3 yang dapat menghentikan peradangan di dalam tubuh, termasuk di jaringan kulit akibat dermatitis seboroik.

Sebuah studi dalam Journal of Dermatological Science tahun 2015 menyebutkan, suplemen minyak ikan juga dilaporkan mampu lebih cepat meningkatkan kelembapan kulit, memperkuat ketahanan penghalang kulit (skin barrier), dan menghilangkan luka gores akibat menggaruk gatal.

Selain itu, kandungan asam lemak omega 3 juga dapat membantu menjaga sistem imun dan menyehatkan jantung.

5. Probiotik

Probiotik adalah jenis bakteri baik yang dapat menyehatkan organ serta sistem pencernaan. Di samping itu, probiotik juga mampu meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan proses inflamasi (peradangan) yang terjadi di dalam tubuh.

Akan tetapi, kegunaan probiotik yang membantu mengendalikan gejala peradangan kulit masih memerlukan pengujian medis lebih lanjut. Saat ini, penelitian mengenai probiotik sebagai obat tradisional untuk dermatitis seboroik jumlahnya masih terbatas.

Konsumsi probiotik tidak membahayakan bagi orang dewasa dengan eksim. Jadi, jika Anda ingin mencoba mengonsumsi probiotik untuk mengatasi eksim, tidak ada salahnya.

Kendati demikian, belum ada pula penelitian yang menyatakan bahwa produk dengan kandungan probiotik seperti yogurt dan suplemen aman dikonsumsi bayi dengan dermatitis seboroik (craddle cap).

6. Cuka apel

Cuka apel juga bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gejala dermatitis seboroik di kulit kepala.

Mengoleskan cuka apel pada are kulit kepala yang terdampak bisa membantu meredakan peradangan ataupun iritasi yang terjadi akibat kulit bersisik yang mengelupas.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal, bersihkanlah kulit kepala terlebih dahulu menggunakan sampo khusus dermatitis seboroik.

Setelah dibilas, oles cuka apel yang telah dilarutkan ke dalam air pada bagian kulit kepala yang bersisik atau teriritasi. Biarkan cuka apel meresap masuk ke dalam kulit kepala dengan mendiamkannya selama beberapa menit. Lalu, bilas rambut dan kulit kepala hingga bersih.

Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah obat tradisional dari bahan-bahan alami benar di atas efektif menyembuhkan dermatitis seboroik.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020