5 Pilihan Obat untuk Mempercepat Penyembuhan Cacar Air

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Penyakit cacar air (chickenpox) biasanya bisa sembuh dengan cepat, kira-kira dalam waktu kurang dari dua minggu. Meskipun begitu, gejala seperti demam dan lenting yang gatal dapat sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman sehingga perlu bantuan obat. Pemakaian obat juga sangat dianjurkan bagi Anda yang mengalami gejala cacar air parah atau memiliki sistem imun yang sangat lemah.

Obat yang digunakan untuk cacar air bisa didapatkan melalui resep dokter, tapi ada juga obat di apotek yang bisa diperoleh tanpa resep dokter.

Pilihan obat untuk mengatasi gejala cacar air

Pilihan obat cacar air

Obat untuk cacar air sangat beragam, tergantung fungsi dan tujuannya. Ada obat yang memang berfungsi untuk mempersingkat masa infeksi virus penyebab cacar air dan meningkatkan kerja sistem daya tahan tubuh. Obat-obatan lainnya bertujuan mengatasi demam, rasa nyeri, atau rasa gatal guna mencegah Anda menggaruk lenting cacar air hingga pecah.

1. Obat antivirus

Cacar air disebabkan oleh infeksi virus. Maka, antibiotik tidak efektif digunakan untuk mengatasi cacar air. Dokter akan meresepkan antivirus sepert obat acyclovir (Zovirax, Sitavig).

Sebagai antivirus, obat ini bisa mempersingkat fase infeksi sehingga lenting cacar air mengering lebih cepat. Akan tetapi efektivitasnya sangat ditentukan oleh waktu pemberian obat.

Menurut salah satu studi dalam jurnal BMJ Clinical Evidence, efek obat acyclovir akan lebih efektif jika diberikan dalam 24 jam sejak munculnya ruam-ruam merah di permukaan kulit.

Obat ini tersedia dalam bentuk pill dan cairan infus (intravenous). Pil acyclovir perlu diminum 5 hari sekali selama 7 hari. Pada kasus gejala cacar air yang parah dan untuk kondisi imunitas yang lemah, acyclovir lebih efektif diberikan melalui infus.

Obat antivirus lainnya seperti valacyclovir dan famciclovir juga bisa mengurangi tingkat keparahan penyakit. Namun, belum terbukti efektif menyembuhkan cacar air untuk setiap orang.

2. Obat immunoglobulin

Obat immunoglobulin ditujukkan untuk orang-orang dengan kondisi sistem imun yang lemah. Obat ini berfungsi meningkatkan kekuatan daya tahah tubuh sehingga bisa melawan infeksi virus cacar air yang sedang berlangsung

Obat yang digunakan untuk cacar air adalah Privigen yang biasanya dimasukkan melalui infus. Sama seperti antivirus, obat immunoglobulin perlu dilakukan dalam waktu 24 jam setelah ruam merah pertama muncul.

3. Obat antihistamin

Antihistamin seperti diphenhydramine merupakan obat yang sebelumnya digunakan untuk mengatasi gejala pada alergi atau asma.

Sebagai obat cacar air, antihistamin bisa mengurangi rasa gatal, dokter biasanya akan meresepkan obat ini ketika Anda benar-benar terganggu oleh rasa gatal, bahkan hingga kesulitan untuk tidur.

Antihistamin untuk cacar air biasanya adalah obat oral seperti pil. Sebagian besar obat antihistamin generasi awal, termasuk diphenhydramine, memiliki efek samping sedasi yang bisa menimbulkan kantuk dan tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, antihistamin sebaiknya diminum pada malam hari saja.

4. Paracetamol

Selain gejala lenting dan rasa gatal, infeksi virus cacar air bisa menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kelelahan, nyeri otot, dan demam. Obat pereda rasa nyeri non-aspirin seperti acetaminophen (paracetamol) dapat digunakan untuk mengatasi gejala tersebut.

Obat cacar air ini bisa diperoleh tanpa resep dokter, tapi dokter juga bisa meresepkannya terutama ketika jika demam terus berlangsung lebih dari empat hari, dengan suhu tubuh di atas 38,8 °Celsius.

Obat paracetamol cukup aman digunakan oleh setiap orang, termasuk ibu hamil dan bayi berusia 2 bulan. Namun, sebaiknya Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

American Academy of Pediatrics melarang memberikan pereda rasa nyeri berupa aspirin dan ibuprofen pada anak-anak. Dua obat pereda nyeri ini berisiko menimbulkan sindrom Reye, yaitu penyakit yang menyerang hati dan otak dengan risiko kematian tinggi.

5. Losion calamine

Selain konsumsi atihistamin, untuk semakin menekan rasa gatal Anda juga bisa mengoleskan losion calamine secara rutin. Untuk hasil yang maksimal, ikuti aturan pemakaiannya yang dianjurkan dokter atau yang disertakan pada kemasan obat.

Losion calamine merupakan jenis obat cacar air oles nonresep di apotek yang mengandung seng dioksida atau seng karbonat. Obat oles ini dapat mengurangi rasa gatal dan meredakan peradangan di kulit.

Berhati-hatilah saat menggunakan obat ini. Jangan menekan kulit terlalu keras karena khawatir lenting akan pecah. Selain itu, losion ini tidak boleh dioleskan pada mata, apalagi di bagian dalam mulut.

Siapa yang memerlukan pengobatan medis?

Obat cacar air untuk ibu hamil

Gejala cacar air memang bersifat ringan. Namun untuk sebagian orang, cacar air bisa menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius.

Dalam beberapa kasus, dampak ini bahkan berisiko tinggi menimbulkan penyakit komplikasi cacar air, seperti pneumonia atau infeksi kulit oleh bakteri, sehingga perlu diatasi dengan minum obat cacar air.

Cacar air bisa menunjukkan gejala yang lebih parah pada orang dewasa atau orang yang tidak memiliki imunokompetensi (tidak mengembangkan respon kekebalan tubuh). Cacar air pada ibu hamil juga bisa membahayakan keselamatan janin dalam usia kehamilan tertentu.

Menurut CDC, berikut ini adalah kelompok orang yang perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan obat tertentu ketika mengalami gejala cacar air:

  • Orang yang memiliki kondisi kekebalan tubuh yang lemah, termasuk ibu hamil dan orang lanjut usia.
  • Orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau belum mendapatkan vaksin cacar.
  • Orang dengan gejala cacar air yang serius, seperti demam tinggi dan lenting cacar air yang hampir memenuhi seluruh bagian kulit tubuh. Terutama cacar air pada anak berusia dibawah 1 tahum dan diatas 12 tahun.
  • Bayi yang berumur kurang dari 4 minggu yang sistem imunnya belum terbentuk dengan sempurna.
  • Orang yang terkena penyakit yang menyerang sistem imun, seperti HIV.
  • Orang yang sedang menjalani pengobatan yang melemahkan sistem imun, sperti kemoterapi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Selain pengobatan medis, obat tradisional yang berasal dari beberapa bahan alami turut membantu proses pemulihan cacar air. Bagaimana cara membuatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 7 menit

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Penyakit Kulit, Health Centers 15/04/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 14/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Benarkah Cacar Air Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Komplikasi cacar air tidak hanya menyebabkan herpes zoster, tapi juga gangguan pendengaran. Namun, benarkah demikian? Cari tahu jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 07/10/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin cacar air

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 8 menit
Salep untuk cacar air

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 8 menit
penyebab cacar air

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 20/05/2020 . Waktu baca 6 menit