6 Cara Mengatasi Kulit yang Mengelupas Akibat Terbakar Sinar Matahari

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Sinar matahari adalah salah satu musuh bebuyutan bagi kesehatan kulit. Bukan cuma bikin kulit jadi gelap dan belang, terkena sinar matahari yang terlalu lama juga sering menyebabkan kulit terasa perih dan mengelupas. Lama-lama, Anda pun tergoda untuk mengorek atau menarik kulit yang terkelupas satu persatu.

Apa lagi tanda-tanda kalau kulit Anda mengalami kerusakan akibat sinar matahari dan harus dirawat dengan lebih telaten? Simak dalam tayangan berikut ini, yuk, sebelum mengikuti panduan merawat kulit terkelupas karena sinar matahari.

Panduan merawat kulit mengelupas karena sinar matahari

Sebelum mulai mengelupas, kulit yang sering terkena sinar matahari awalnya akan terlihat kemerahan dan meradang. Lama-kelamaan, Anda pun tak sadar saat kulit tiba-tiba terasa perih, kering, dan mulai mengelupas.

Jangan panik dulu. Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kulit mengelupas karena sinar matahari, di antaranya:

1. Banyak minum air putih

air putih mencegah penyakit jantung

Minum air putih adalah salah satu cara paling mudah, murah, dan cepat mengembalikan kekurangan cairan tubuh. Begitu juga pada kulit, hal ini dapat membantu mengatasi kulit kering dan mengelupas karena sinar matahari.

Pastikan Anda selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum minimal 8 gelas air putih setiap harinya, ya. Semakin banyak cairan yang Anda minum, maka pengelupasan kulit akan semakin berkurang dan segera pulih.

2. Mandi dengan suhu air suam-suam kuku

berendam air panas

Jika Anda terbiasa mandi air panas atau air dingin setiap hari, sebaiknya hindari dulu kebiasaan tersebut untuk sementara waktu. Suhu air yang terlalu panas atau dingin dapat meningkatkan rasa perih dan memperparah peradangan pada kulit.

Mulai sekarang, mandilah dengan air hangat atau dengan suhu air suam-suam kuku supaya pengelupasan kulit jadi lebih mudah tanpa membuatnya terasa sakit. Akan tetapi, jangan langsung mandi air hangat jika kulit masih mengelupas, ya.

Ada baiknya, tunggu dulu sampai peradangan dan kemerahan pada kulit Anda sedikit membaik. Sebab jika Anda langsung mandi saat kulit sedang meradang, cara ini justru bisa memicu lepuhan dan pengelupasan kulit yang lebih banyak.

3. Pakai pelembap

pelembap untuk psoriasis

Pakai pelembap adalah kunci terpenting untuk merawat kulit yang kering dan mengelupas karena sinar matahari. Namun, cermati dulu bahan-bahan yang terkandung dalam pelembap yang Anda pilih supaya tidak memicu iritasi berkepanjangan.

Hindari krim pelembap yang berbahan dasar minyak karena dapat menangkap panas lebih banyak ke dalam kulit. Akibatnya, kulit malah terasa semakin terbakar dan mengelupas.

Sebaiknya, pilihlah krim pelembap yang dapat meredakan iritasi kulit dan mempercepat regenerasi kulit, khususnya yang mengandung Centella Asiatica. Centella Asiatica adalah sejenis tanaman herbal yang telah lama dipercaya sebagai obat berbagai penyakit kulit.

Tanaman herbal ini mengandung beberapa senyawa aktif, di antaranya asiaticoside, madecassoside, asiatic, dan madecassic acid. Bahan-bahan aktif tersebut efektif memperbaiki lapisan epidermis kulit yang rusak sekaligus melembapkan kulit.

Supaya hasilnya lebih maksimal, gunakan krim pelembap ini saat kulit Anda masih cukup basah setelah mandi, bukan saat kulit sudah kering. Seorang dokter kulit dari Lenox Hill Hospital di New York, Doris Day, MD, mengungkap kepada Health bahwa cara ini justru dapat mengunci kadar air dalam kulit dan membuatnya tetap lembap sepanjang hari.

4. Minum obat pereda nyeri

obat pereda nyeri

Jika kulit Anda tak juga membaik dan justru terasa semakin kering, perih, atau mengelupas, tidak ada salahnya untuk segera minum obat pereda nyeri. Beberapa contoh obat pereda nyeri yang bisa Anda konsumsi adalah ibuprofen atau naproxen, sesuai dengan seberapa parah kondisi kulit Anda.

Selain dengan obat minum, Anda juga bisa mengoleskan krim kortison untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh sengatan matahari. Tenang, semua obat ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek atau toko terdekat.

5. Hindari pemicu iritasi kulit

berhenti menggaruk kulit

Kebiasaan menggaruk, mandi air panas, atau terlalu lama berjemur di bawah sinar matahari merupakan tiga pemicu iritasi kulit yang paling umum. Jika tidak segera dihindari, masalah kulit mengelupas yang Anda alami bisa semakin parah dan menghambat penyembuhan.

Mulai sekarang, pastikan Anda sudah menghindari berbagai pemicu tersebut, ya. Jangan lupa seimbangkan juga dengan perawatan kulit lainnya supaya penyembuhannya jadi lebih cepat dan maksimal.

6. Pakai bahan alami

manfaat lidah buaya untuk rambut

Tak perlu jauh-jauh pergi ke apotek untuk membeli obat pereda nyeri atau pelembap untuk mengatasi kulit mengelupas karena sinar matahari. Sebab, Anda sebetulnya bisa, kok, memanfaatkan bahan alami yang ada di rumah untuk mengatasinya.

Lidah buaya dan madu adalah dua pelembap alami yang ampuh menenangkan kulit yang iritasi, termasuk juga untuk kasus kulit kering dan mengelupas. Caranya, cukup oleskan getah (gel) lidah buaya atau madu pada area kulit yang iritasi secara rutin.

Perlu dicatat bahwa Anda hanya perlu mengoleskan bahan alami ini pada area kulit yang mengelupas, bukan digosokkan ke seluruh permukaan kulit. Dengan fokus pada kulit yang bermasalah, hasilnya akan lebih maksimal dan mencegah penyebaran iritasi ke area kulit yang lebih luas.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Kesalahan yang Membuat Kulit Rentan Rusak Selama Bulan Puasa

Apabila tidak dijaga dengan baik, kulit wajah Anda bisa menjadi kurang nutrisi sampai rusak saat puasa. Ketahui beberapa penyebabnya di bawah ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Meskipun kulit aman dari polusi, faktor lainnya di rumah bisa memicu masalah kulit. Ini sederet tips merawat kulit saat karantina.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

5 Tips Merawat Kulit Sehabis Mencuci Tangan

Mencuci tangan memang kebiasaan baik, tetapi merawat kulit setiap saat melakukannya pun tidak kalah penting agar kulit tetap bersih dan sehat. Ini caranya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Mana yang Lebih Baik: Eksfoliasi Pakai Chemical Peeling atau Scrub?

Mungkin Anda bingung lebih baik pilih chemical peeling atau scrub untuk perawatan kulit. Ternyata perawatan kulit perlu menyesuaikan kondisi kulit Anda.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda

Direkomendasikan untuk Anda

gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
perbedaan hydrating dan moisturizing

Apa Bedanya Skincare yang Hydrating dan Moisturizing untuk Kulit Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 08/05/2020
glass skin

5 Langkah Wujudkan Kulit Bening Bercahaya ala Glass Skin

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 03/05/2020